Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Kharisma Lei Tian


__ADS_3

Di Sekte Belati Merah, kabar Lei Tian yang menghancurkan kultivasi Kang Tao Gwe telah menyebar hingga ke Paviliun murid luar. Wu Ching yang semula ingin membalas dendam melalui beberapa koneksinya di Paviliun murid dalam, kini kembali gemetar ketakutan.


Siapapun tahu jika kualitas murid inti berbeda dengan murid dalam biasa, apalagi Kang Tao Gwe memiliki kekuatan serta dukungan yang kuat. Memikirkan hal tersebut, Wu Ching benar-benar putus asa dan semakin ketakutan jika berurusan dengan Lei Tian, entah mengapa jika mengingat nama murid fenomenal tersebut ia benar-benar gemetar hingga ke persendian tulangnya.


Ancaman Lei Tian kepada dirinya di masa lalu tentu bukan lah isapan jempol, oleh karena itu kejadian yang dihadapi Kang Tao Gwe membawa bayangan kengerian di benaknya.


Sementara itu Shui Niao yang tidak bisa tenang sejak semalam memutuskan untuk menemui Lei Tian. Setelah mendengar jika Lei Tian akan pergi meninggalkan Sekte membuat separuh diri Shui Niao menghilang. Ia menyesal kemarin tidak memanfaatkan waktu bersama Lei Tian, andai ia mau menerima tawaran Lei Tian dalam menggendongnya saat ia kesusahan mungkin ia masih bisa memiliki kesempatan untuk lebih dekat.


Namun rasa gengsinya yang tinggi telah menyebabkan penyesalan di akhir, mau tidak mau ia harus memanfaatkan kesempatan terakhir yang tersedia untuk mengejar harapan terakhirnya.


Shui Niao akhirnya memberanikan diri untuk menemui Lei Tian di kediamannya, namun setelah beberapa kali memanggil tidak ada reaksi dari penghuni kediaman Lei Tian.


"Ada yang bisa dibantu Nona Shui?" tanya Yun Zixin yang menyadari kedatangan shui Niao.


"Aku ingin mengucapkan terimakasih kepada Lei Tian yang telah menyelamatkanku sebelumnya" ucap Shui Niao sambil membawa sebuah bungkusan.


"Oh seperti itu.. Sepertinya Lei Tian sudah pergi, sejak tadi malam ia tidak kembali. Aku yakin setelah berpamitan dengan Ketua Sekte ia langsung meninggalkan Sekte dan merubah beberapa hal yang ia rencanakan sebelumnya" ucap Yun Zixin memberi keterangan.


Shui Niao terdiam, entah apa yang harus ia katakan. Bayangan tentang pria yang mulai hadir di dalam dirinya kini harus sirna, setitik harapan yang bisa ia andalkan kini juga terhapus dari mimpi terindahnya yang sempat akan ia rangkai.


"Apakah Nona Shui baik-baik saja?" tanya Yun Zixin yang melihat adanya perubahan ekspresi.


"Aku baik-baik saja" jawab Shui Niao yang tengah galau melanda.


Shui Niao kemudian menyerahkan bungkusan yang ia bawa kepada Yun Zixin, meski hanya sebagai alasan untuk bertemu dengan Lei Tian namun ia harus tetap berpikir logis.

__ADS_1


Dengan langkah tak bersemangat akhirnya Shui Niao meninggalkan kediaman Lei Tian, entah mengapa rasa sukanya mengalahkan logikanya pada kali ini.


"Betapa beruntungnya Lei Tian, Nona Shui Niao yang terkenal dingin saja bisa ditaklukkannya. Sepertinya aku harus menjadi lebih kuat agar para wanita cantik seperti Nona Shui mengejar ku" gumam Yun Zixin penuh semangat.


Di pusat Ibukota Jiangxi, Lei Tian bersama Gong Dun kini sudah bersiap untuk berangkat menuju Ibukota Sichuan. Bibi Jian yang kini menjadi istri dari Gong Dun juga ikut serta, mereka sebagai suami istri telah memutuskan untuk ikut ke Ibukota Sichuan menyelesaikan urusan delapan belas tahun silam.


Gong Dun yakin dengan kekuatan serta identitas Lei Tian saat ini, akan sangat mudah baginya untuk membereskan masalah Klan Lei. Untuk merebut kembali hak ayahnya, Lei Tian tentu memiliki peluang besar untuk memenangkannya.


Setelah tiga hari perjalanan dengan menggunakan kereta kuda terbaik, mereka tiba di Gerbang Kota Chengdu. Setelah mengkonfirmasi identitas kepada petugas jaga, mereka akhirnya bisa masuk tanpa masalah. Hanya saja Lei Tian tidak menggunakan token Klan Lei yang terdapat dalam cincin penyimpanannya, ia menggunakan identitas sebagai murid dari Sekte Belati Merah.


Berbekal dengan jaringan yang dimiliki oleh Gong Dun, Lei Tian akhirnya bisa tiba di kediaman Lei Jun yang sangat sederhana. Ada rasa keprihatinan mendalam di hati Lei Tian, orang-orang yang masih berjuang di jalan yang lurus kini hidup menderita.


"Tuan Lei Jun, apa kabar?" sapa Gong Dun saat bertemu dengan salah seorang anggota keluarga Klan Lei.


"Apakah kamu itu Gong Dun??" tanya Lei Jun dengan ragu.


"Sudah lama sekali, kamu kenapa menghilang dan tidak ada kabar?" ucap Lei Jun dengan nada tidak suka.


"Gara-gara kepergianmu Patriark meninggal" ucap Lei Jun kemudian.


"Maafkan saya Tuan, waktu kejadian saya diperintahkan langsung oleh Tuan Lei Yun Xi untuk membawa nyonya dan Tuan muda" ucap Gong Dun dengan serius.


"Lalu bagaimana kabar Nyonya dan anaknya?" tanya Lei Jun yang mulai melunak.


"Perkenalkan ini Lei Tian, putra Patriark Lei Yun Xi. Sedangkan Nyonya sudah tiada dikarenakan sakit yang dideritanya" ucap Gong Dun.

__ADS_1


"Salam paman" ucap Lei Tian dengan sopan.


Lei Jun terdiam, ia memperhatikan sosok pemuda yang tinggi dan postur tubuhnya sangat mirip dengan Lei Yun Xi muda.


"Apakah kamu memiliki identitas lain?" tanya Lei Jun untuk mengkonfirmasi kebenaran.


Pada saat yang bersamaan, beberapa orang anggota Klan Lei berkumpul. Mereka juga penasaran dengan tiga orang tamu yang datang ke kediaman Lei Jun, sejak mereka dikucilkan masyarakat Kota Chengdu tidak ada yang mau berkunjung ke kediaman mereka.


Tanpa ragu Lei Tian segera mengeluarkan token Klan Lei yang merupakan lambang Patriark. Meskipun token tersebut sudah berganti di era kepemimpinan Lei Dong, namun sebagai orang lama Lei Jun sangat mengenali benda yang biasa dipakai oleh Lei Yun Xi di masa lalu, bahkan token tersebut sudah digunakan dari generasi ke generasi.


"Salam Tuan muda" ucap Lei Jun yang kini sudah tidak meragukan identitas Lei Tian.


"Salam Tuan Muda" beberapa orang lainnya juga mengikuti Lei Jun dengan patuh.


"Salam paman, tolong tidak perlu sungkan. Mulai hari ini aku akan mengembalikan kejayaan Klan Lei. Aku juga akan menumpas orang-orang yang telah menghancurkan keluarga ku" ucap Lei Tian penuh tekad.


"Terimakasih Tuan muda" ucap semua orang termasuk Gong Dun.


"Paman, tolong carikan tempat yang luas dan layak untuk tempat tinggal keluarga ku. Namun untuk beberapa saat lakukan secara sembunyi-sembunyi, aku akan membereskan beberapa hal sambil semuanya berjalan" ucap Lei Tian kepada gong Dun.


Dari dalam cincin penyimpanannya, Lei Tian mengeluarkan ribuan Tael emas. Ia harapkan cukup untuk membeli tempat yang layak untuk menampung anggota Klan Lei yang masih setia di jalan kebenaran. Masih ada lima kepala keluarga yang kini bertahan bersama Lei Jun, mereka juga adalah orang-orang yang selalu mendukung ayah Lei Tian di masa lalu.


Lei Jun dan anggota Klan Lei lainnya terperangah melihat ribuan Tael emas dikeluarkan begitu saja, mereka saling pandang dan menatap dengan penuh harapan.


"Terimakasih Tuan muda" ucap anggota Klan Lei sambil berlutut penuh haru.

__ADS_1


"Kalian bangkit lah, kita satu keluarga. Meskipun aku tidak dibesarkan di klan Lei namun darah ayahku berada di dalam tubuhku. Oleh karena itu segala hal yang menjadi kewajibannya di masa lalu mulai sekarang aku yang akan penuhi" ucap Lei Tian penuh kharisma.


__ADS_2