
Pada saat ini Li Yifei pasti menjadi incaran Shio Mei, oleh karena itu Mu Xianji berkeinginan untuk melindungi dirinya agar kelak di masa depan bisa berguna bagi Paviliun Ungu maupun Sekte Belati Merah.
Li Yifei kegirangan seperti anak kecil yang diberi permen, dengan ekspresi penuh kebahagiaan ia berkata.
"Terimakasih Tuan"
Setelah beberapa saat, bahan-bahan herbal yang diminta sudah siap dan dimasukkan ke dalam sebuah cincin penyimpanan khusus. Li Yifei juga sudah terlihat lebih rapi dan lebih cantik dari sebelumnya, seperti menemukan harapan baru kini ia bersiap melangkah.
__ADS_1
Setelah membuat pengaturan untuk Khu Ching, Mu Xianji akhirnya meninggalkan Paviliun Ungu menuju Sekte Perisai Api. Mereka bertiga naik kereta kuda khusus milik Paviliun Ungu, dengan dua orang penjaga yang menyertai akhirnya mereka berangkat.
Sementara itu Zhao Yusi yang tengah menikmati suasana barunya bersama Yang Sheng tidak mengetahui pergerakan beberapa orang yang kini menyambut Lei Tian. Ia masih bersama Jenderal Yang Sheng berkeliling Kota, menikmati pemandangan dan aneka hiburan yang membuatnya merasakan kebahagiaan. Rasa kecewa dan kesalnya berganti dengan suasana kegembiraan yang telah diciptakan Jenderal Yang Sheng untuk dirinya. Apalagi sepanjang jalan, ia begitu dihormati dan dikagumi oleh banyak orang, hal ini tentu membuat Zhao Yusi yang belum lama berada di strata sosial kelas atas menjadi terlena.
Seolah terlarut dalam suasana, Zhao Yusi tidak sadar hingga dirinya berada di bawah pengaruh minuman yang sudah dikondisikan antara persetujuan ibunya dengan Yang Sheng. Di bawah pengaturan tersebut akhirnya Zhao Yusi pun jatuh ke dalam pelukan laki-laki yang memang akan dijodohkan dengan dirinya tersebut. Malam panjang itu pun akhirnya mereka lalui dengan lepasnya mahkota yang selama ini dijaga oleh Zhao Yusi, sementara Yang Sheng yang lebih dewasa memiliki pengalaman yang lebih baik dalam melakukan permainan penuh kemesraan tersebut.
Keesokan paginya, seorang Tetua Sekte Perisai Api juga tiba di Sekte Belati Merah. Di bawah perintah, ia menjalankan misi secara langsung untuk menyampaikan pesan Lei Tian kepada Patriark Fang Yuan.
__ADS_1
"Sepertinya anak itu ingin membalas perbuatanmu di masa lalu" ucap Penatua Song Gui setengah berbisik kepada Patriark Fang Yuan.
"Ha ha ha .. Anak itu benar-benar membuatku kacau. Segera sertakan dua ratus orang murid dalam dan juga dirimu serta Penatua Mu Chen untuk menuju Ibukota" Patriark Fang Yuan tidak bisa menahan keinginan Lei Tian, apapun rencananya di Ibukota ia sendiri belum tahu.
Mengingat waktu yang mepet, dalam sekejap seluruh murid Paviliun murid dalam menjadi gempar, bahkan Shui Niao dan juga Shui Qing yang sedang kultivasi tertutup pun harus mengakhiri kultivasi mereka. Kegemparan ini membuat semua murid tersentak, seperti hendak berperang mereka bersiap berangkat ke Ibukota Kekaisaran dengan penuh tanda tanya.
Wajar saja, baik Patriark mau pun para Penatua masih merahasiakan keberadaan Lei Tian. Bahkan Shui Niao yang masih mengenakan pita hitam di lengan kirinya harus patuh menjalankan perintah mendadak dari petinggi Sekte tersebut.
__ADS_1
Mereka semua berangkat menuju Kota Mianyang, bahkan Tetua Sekte Perisai Api yang menjadi utusan pun tercengang, identitas Lei Tian benar-benar sangat dihormati oleh Patriark Sekte sekalipun, hal ini membuat dirinya tidak habis pikir atas segala kejutan yang ada pada diri seorang pemuda yang tampak biasa tersebut.
Atas inisiatif Penatua Song Gui, dua sahabat Lei Tian yang bernama Shan Yuze dan Yun Zixin juga diikutsertakan. Sebagai gurunya, Penatua Song Gui sangat mengerti perasaan muridnya yang sudah seperti keluarga tersebut, hanya saja ia masih menjaga kerahasian kemunculan kembali Lei Tian.