
Setelah seharian beristirahat dari kultivasi tertutupnya, kini Lei Tian sudah kembali duduk sila memejamkan kedua matanya. Dengan bantuan ramuan herbal langka, tubuh Lei Tian secara tidak langsung mengalami perkembangan yang sangat pesat pada beberapa waktu terakhir.
Dengan kombinasi berbagai sumberdaya yang sangat berharga tersebut, kondisi Lei Tian dari waktu ke waktu semakin bertambah kuat. Ramuan herbal yang diberikan oleh kakek Akong adalah yang terbaik, pada masanya ia merupakan seorang ahli herbal yang sangat terkenal. Oleh karena itu, tidak heran jika ia adalah pendekar keabadian yang memiliki kekuatan terbesar dibandingkan dengan yang lainnya.
Sebenarnya Lei Tian sangat beruntung bisa bertemu dengan kakek sepuh yang bernama Akong, dengan berada di tempat ini saja sudah membuat Lei Tian berkali-kali menjadi lebih kuat. Bahkan di Akademi Kekaisaran ia takkan mendapatkan keberuntungan seperti di tempat ini.
Di tengah kesungguhan Lei Tian yang tengah berkultivasi, waktu tidak terasa sudah berjalan satu tahun lebih. Hingga saat ini ia tidak mengetahui segala perkembangan di dunia luar, ia hanya bisa melihat Kakek Akong sesekali waktu.
Di Istana Kekaisaran Qin tengah terjadi pergolakan peristiwa perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh Jenderal Shio Mei. Selama kurun waktu satu tahun, Jenderal wanita tersebut berhasil meningkatkan kekuatannya menjadi Pendekar Dewa Semesta Tingkat Menengah. Dengan prestasinya, ia sudah melebihi kekuatan pendekar dewa di Kekaisaran Qin. Dengan dukungan Akademi Kekaisaran, Shio Mei akhirnya menjalankan rencana menggulingkan kekuasaan Kaisar Qin yang sudah berkuasa selama turun temurun.
Selama beberapa waktu, Shio Mei bergerak cukup efektif dengan mengancam serta mempengaruhi para pejabat Istana Kekaisaran untuk memihak kepadanya. Dengan bantuan orang-orang dari Akademi Kekaisaran, aksinya juga bisa dikatakan berjalan dengan mulus. Pada hari yang sudah ditetapkan, maka Shio Mei segera melakukan konsolidasi selama seharian untuk mempersiapkan pelumpuhan Istana Kekaisaran.
__ADS_1
Pada suatu sore, Kaisar Qin Lau menerima laporan tentang rencana pemberontakan Shio Mei yang akan dilakukan pada malam hari, pengawal kepercayaannya tersebut memberikan informasi yang sangat akurat dan secara detail.
"Yang mulia, malam ini orang-orang dari Akademi Kekaisaran di bawah pengaruh Jenderal Shio Mei akan bergerak menyelinap ke Istana, mereka bersama yang lainnya telah menyiapkan segala sesuatunya dengan matang" Chen Kun berkata dengan nada serius, ia adalah pengawal pribadi Kaisar Qin Lau.
"Apa? Berani sekali mereka mengacau ketenangan Istana" Qin Lau berkata dengan nada penuh emosi.
"Segera beritahu para Jenderal lainnya untuk berkumpul di Istana sesegera mungkin"
Kaisar Qin Lau memerintahkan kepada Chen Kun untuk memberi tahu tiga Jenderal utama lainnya, dua diantaranya adalah berlatar belakang Sekte Pedang Emas.
"Gawat.. Kenapa hal sebesar ini baru ketahuan sekarang?" tanya Raja Xie Jian dengan nada penuh amarah.
__ADS_1
"Keadaan ini sepertinya terjadi dengan cepat, saya mendapatkan informasi jika para Jenderal mendapatkan intimidasi. Dengan kekuatan yang baru, kini Jenderal Shio Mei benar-benar tidak tertandingi, bahkan Patriark Sekte Pedang Emas saja sudah bukan lawannya" ungkap Chen Kun menjelaskan.
"Kurang ajar!"
Tatapan Kaisar Qin Lau tampak dingin, sambil mencengkeram jarinya ia berpikir tentang keselamatan keluarganya. Pada saat ini Kaisar Qin Lau memikirkan nasib putrinya yang memiliki tubuh khusus, ia juga khawatir jika rahasia ini terungkap maka akan dihabisi oleh Jenderal Shio Mei yang terkenal sadis.
"Chen Kun, segera bawa Putri dan istriku bersamamu ke tempat yang aman. Aku akan bertahan sekuat mungkin lalu jika kondisinya memungkinkan maka aku akan mencari kalian di di Sekte Pedang Emas" Kaisar Qin Lau berkata dengan tidak berdaya.
"Tapi bagaimana dengan yang mulia? Apa tidak sebaiknya kita pergi bersama?" tanya Chen Kun dengan cemas.
"Kau tidak usah mempedulikan keselamatan diriku, kau hanya bertanggungjawab atas keselamatan anak dan istriku saja. Segera lah buat pengaturan perjalanan kalian dengan sangat rahasia, siapapun itu tidak boleh ada yang mengetahui kepergian kalian" ucap Kaisar Qin Lau di ruang kerja pribadinya tersebut.
__ADS_1
"Baik yang mulia, saya akan menjamin keselamatan tuan putri Qin Qian dan juga permaisuri dengan taruhan nyawa saya" ucap Chen Kun bersungguh-sungguh.
Setelah berkata demikian Chen Kun beranjak pamit untuk melakukan pengaturan keberangkatannya. Ia segera mencari kepala pelayan yang bernama Xue Meilin yang selama ini merupakan pelayan pribadi Permaisuri.