Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Hubungan Istimewa


__ADS_3

Qin Qian merasa nyaman dengan hadirnya Lei Tian, luka yang ia rasakan seolah pulih dengan munculnya pria luar biasa yang baru saja menyentuhnya. Bahkan dengan kekuatan barunya kini, ia merasakan tubuhnya yang dialiri oleh kekuatan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Langkah demi langkah ia merasakan perubahan kekuatannya saat ia menjalani hubungan badan, jika mengingatnya ada sedikit rasa malu di hatinya namun ia juga tidak menolak jika pertaruhannya benar terhadap pria yang kini menjadi pasangannya.


"Bagaimana perasaanmu, apakah kau nyaman menjalani hal ini bersamaku?" Lei Tian bertanya dengan serius, pada saat ini dirinya mulai merasakan perasaan suka terhadap wanita yang sudah ia renggut kegadisannya tersebut.


"Tentu saja aku merasa nyaman, aku tidak mau kehilangan dirimu" jawab Qin Qian sambil mendekatkan dirinya lebih erat.


"Kamu adalah wanita pertama ku, kelak apapun yang terjadi aku tidak akan menyia-nyiakan keberadaan dirimu. Apa yang menjadi masalahmu adalah masalahku juga, dan apa yang menjadi harapanmu maka akan menjadi tugasku untuk mewujudkannya" Lei Tian berkata dengan sungguh-sungguh, dengan kejadian singkat ini dirinya sudah bertekad akan bertanggungjawab atas Putri Kaisar Qin tersebut.


"Apakah kamu memiliki wanita lain sebelum mengenalku?" tanya Qin Qian, menurutnya lelaki seperti Lei Tian mustahil jika hanya memiliki satu wanita.


Lei Tian terdiam sejenak, tiba-tiba ia teringat dengan sosok Zhao Yusi yang pernah menyatakan perasaan kepada dirinya.


"Tidak usah sungkan, aku tidak akan marah. Apalagi sebagai pahlawan Kekaisaran Qin namamu telah membuat beberapa orang wanita seperti menjadi janda" ujar Qin Qian dengan santai, pada saat seperti ini ia juga teringat beberapa orang wanita yang begitu mengidolakan Lei Tian.


"Entahlah, sebelumnya memang ada yang sempat dekat denganku. Namun hal itu belum membuat diriku berkomitmen untuk menambatkan hati. Seperti kejadian hari ini, jika awalnya karena tidak terpaksa maka aku juga tidak akan menyentuh mu" ungkap Lei Tian dengan jujur.


Terkait dengan wanita, Lei Tian merasa sesuatu yang rumit. Apalagi kejadian pertemuan dengan Qin Qian di tempat yang sangat terpencil ini, sangat aneh dan terlalu sulit diterima oleh akal. Namun apa yang sudah terjadi tidak mungkin bisa ia pungkiri lagi.


Saat berikutnya Qin Qian yang masih merasakan nyeri di bagian kewanitaannya menatap Lei Tian dengan lekat, sekalinya ia disentuh oleh lelaki ternyata dengan peristiwa yang terbilang langka. Kendati demikian tidak ada penyesalan, justru ia merasa sangat beruntung bisa bersama dan menjadi pendamping dari pria luar biasa seperti Lei Tian yang fenomenal.


"Kalau boleh tahu sekarang apa rencanamu?" tanya Lei Tian.

__ADS_1


"Aku ingin membalaskan dendam atas kematian ibuku, namun sepertinya Bibi Xue ingin membawaku ke tempat Kakek di Sekte Perisai Api" jawab Qin Qian yang sudah bisa mengingat runtutan peristiwa dalam ingatannya.


"Baiklah, aku akan menemanimu dan akan selalu bersama mu" ucap Lei Tian dengan mantap.


"Terimakasih, kau juga harus mengatakan hal itu di depan kakekku kelak" ucap Qin Qian dengan riang.


"Tentu saja, kau sekarang adalah wanitaku. Di masa depan, kau juga akan menjadi istriku." Lei Tian berucap dengan serius, entah kenapa ia juga tidak mau kehilangan wanita yang kini tengah bersamanya.


Lei Tian merasakan jika kekuatan batinnya sudah terikat sejak ia melakukan penyatuan tubuh bersama Qin Qian, wanita tersebut juga sudah menjadi bagian dari dalam hidupnya.


"Gege, aku mencintaimu" ucap Qin Qian sesaat dirinya menatap pria yang terlihat tampan dan gagah perkasa.


"Aku juga mencintaimu Qian'er" jawab Lei Tian dengan tatapan serius, wanita cantik di depannya bisa dikatakan wanita tercantik yang pernah ia temui.


Kemudian Lei Tian segera bangkit, berjalan keluar sambil menggenggam tangan Qin Qian dengan erat. Getaran cinta di dalam dirinya mulai tumbuh dengan kuat, pegangan erat tangannya melambangkan penyatuan dua jiwa yang saling mencintai.


Melihat pemandangan dari dalam Gua, Xue Meilin melihat dengan jelas kedatangan Lei Tian dan juga Putri Qin Qian yang sudah terlihat segar bugar. Namun hanya langkahnya saja yang sedikit aneh, hal ini menandakan jika diantara keduanya sudah terjadi sesuatu yang serius.


"Tuan Putri, bagaimana dengan keadaan mu?" tanya Xue Meilin yang masih memiliki sedikit kekhawatiran.


"Aku baik-baik saja, bahkan sangat baik" jawab Putri Qin Qian.

__ADS_1


"Tuan Putri... Kekuatanmu..?" tanya Xue Meilin yang dapat merasakan perubahan yang sangat signifikan terhadap Putri Qin Qian.


"Hal ini berkaitan dengan Tian Gege" jawab Qin Qian dengan malu-malu.


Lei Tian hanya bisa terdiam, sebagai kultivator yang memiliki kekuatan tidak tergambar ia kemudian mengangkat kedua bahunya. Hal aneh yang berkaitan dengan tubuh khusus kekasihnya tidak banyak ia ketahui.


"Ha ha ha.. Dasar bocah.. Sepertinya kau sudah terikat dengan keturunan Qin Zang. Jika kau bertemu dengannya katakan jika aku mendukungmu" Kakek Akong muncul tiba-tiba, ia tersenyum dengan puas karena apa yang ia rencanakan kini berhasil.


"Qian'er, ini adalah Kakek Akong. Kakek Akong adalah orang yang berada satu generasi dengan para guru besar Akademi Kekaisaran, ia juga yang sebelumnya aku ceritakan terkait metode aneh yang merupakan bagian dari idenya" ucap Lei Tian memperkenalkan sosok Kakek Akong.


"Salam Kakek, terimakasih atas pertolongan kakek" ucap Qin Qian dengan tulus.


"Sepertinya tidak sia-sia menyatukan dua tubuh khusus, anggap ini sebagai ucapan selamat dariku atas peningkatan yang kau capai selama ini" ucap Akong sambil tersenyum kepada Lei Tian dan juga Qin Qian.


Mendengar perkataan dari Kakek Akong tentu Xue Meilin adalah yang paling mengerti dengan maksud sebenarnya, namun setelah menyaksikan kekuatan yang dahsyat dari dalam diri Putri Qin Qian tidak ada keraguan lagi yang muncul di hati Xue Meilin.


Apalagi kini Xue Meilin melihat keakraban yang tidak biasa antara Putri Qin Qian dengan sosok pemuda yang merupakan pahlawan sesungguhnya Kekaisaran Qin, hal ini menimbulkan kebanggaan tersendiri baginya yang semula berpikiran akan gagal.


"Kakek, sepertinya aku akan pamit setelah ini" ucap Lei Tian dengan berat hati.


"Setelah menemukan wanitamu, apakah kau akan tega meninggalkanku sendiri di tempat ini" ucap Akong dengan nada sedikit sedih.

__ADS_1


"Bukan, bukan seperti itu maksudku..." ucap Lei Tian yang merasa tidak enak.


"Ha ha ha... Ya sudah tidak apa-apa, perjalananmu masih panjang dan urusan keduniawian mu juga perlu kau bereskan dan tata dengan rapi" Kakek Akong tidak berniat menahan Lei Tian, dengan potensinya ia harus bisa mengembangkan potensi yang ada di dalam tubuhnya.


__ADS_2