
"Kurang ajar, sebentar lagi kau akan mati" raung Hu Yitian, melihat Sekte Teratai Ungu menjadi luluh lantah jelas membuatnya sangat marah.
"Hahaha ... siapa yang tahu mana yang akan hidup dan mana yang akan mati." Lei Tian berkata sambil tertawa, baginya ucapan Hu Yitian adalah bualan belaka.
Berbeda dengan sesepuh Zu Kai, sikap Lei Tian kepada Hu Yitian tidak bisa ditolerir. Sebagai sekutu sesepuh Yang Mi, ia adalah bagian dari target yang harus dibasmi. Dengan kemampuan ilmu pengobatannya, Lei Tian yakin akan mampu menciptakan pendekar keabadian lainnya yang lebih memiliki Budi pekerti.
"Dasar bocah, kau belum tahu luasnya dunia" Hu Yitian mulai terprovokasi, emosinya ikut meronta.
"Benarkah?" ucap Lei Tian dengan nada meremehkan.
Hu Yitian mengeluarkan pedangnya, mirip dengan pedang milik Lei Tian senjatanya pun termasuk ke dalam jenis pusaka spiritual. Tanpa sungkan ia segera mengayunkan pedangnya ke arah Lei Tian dengan energi yang cukup besar.
Menyikapi serangan dari Hu Yitian wajah Lei Tian terlihat sangat dingin. Sambil melepaskan geraman pelan, dia mengangkat pedangnya ke udara dan menebas dengan bentuk setengah lingkaran.
"Trank!"
"Trank!"
Kedua senjata tingkat atas itu berbenturan, akibatnya tercipta pusat benturan yang menimbulkan rangkaian gelombang energi yang mengerikan dan menyebar hingga beberapa kilo meter. Dari sini, orang bisa membayangkan betapa cepat dan kuat keduanya bertukar serangan.
Tubuh Hu Yitian tampak berayun di udara sebelum akhirnya tersungkur ke tanah. Bekas jatuh tubuhnya menimbulkan retakan spasial yang tak terhitung seperti cangkang telur yang retak, Hu Yitian berusaha bangkit sambil mendongakkan kepalanya ke atas, ia menatap Lei Tian dengan penuh kewaspadaan.
"Bocah, tak heran kau berani menyinggungku. Ternyata kekuatanmu sudah di tingkat seperti ini." Hu Yitian menatap Lei Tian dengan ngeri.
Berdasarkan penilaiannya maka seharusnya ia sudah berada pada ranah yang sejajar dengan Yang Mi, energi pedangnya barusan lebih unggul dari senjata yang ia miliki.
"Aku sudah tumbuh dan berkembang menjadi lebih kuat, tapi kau sebagai sesepuh terlalu membanggakan dirimu." Lei Tian berkata tanpa emosi.
__ADS_1
Seluruh tubuh Lei Tian perlahan berubah menjadi seberkas cahaya yang meluncur dengan kecepatan tinggi menuju Hu Yitian yang berjarak ratusan meter jauhnya di atas permukaan tanah. Sebuah tendangan keras ia lesatkan ke arah tubuh salah satu pendiri Sekte Teratai Ungu tersebut.
"Boooommm"
Ekspresi Hu Yitian sangat panik menghadapi situasi semacam ini, sedikit saja ia terlambat menghindar maka tidak bisa dibayangkan efek serangan barusan.
"Kamu ingin membunuhku? Tidak akan semudah itu." Hu Yitian mencibir, meski begitu ia merasakan detak jantungnya berdetak lebih kencang.
"Zrink!"
"Zrink!"
Dua senjata spiritual kembali beradu, berbenturan memecah kesunyian bekas reruntuhan Sekte Teratai Ungu.
Berulang kali tubuh Hu Yitian terhempas dan tersungkur, kekuatan antara dia dengan Lei Tian berbeda. Meskipun berulang kali ia terjatuh, namun dirinya masih memiliki kekuatan untuk bertarung.
Biasanya pada setiap pertarungan ia tidak membutuhkan waktu yang lama, apalagi ia merasa jika kekuatan Hu Yitian berada di bawahnya.
Pertarungan antara Pendekar Keabadian tidak bisa diikuti oleh pendekar tingkat dewa sekalipun, namun begitu menarik perhatian dari Pendekar Keabadian lainnya. Di Akademi Kekaisaran, tiga dari sesepuh pelindung lainnya merasakan aura pertempuran, Akong pun demikian dapat merasakan aura Lei Tian yang sudah tidak asing baginya.
"Apa yang kau bilang sebelumnya ternyata memang terbukti, energi yang begitu murni dan kuat tengah menekan Hu Yitian. Sepertinya kita akan kehilangan, pemuda yang kau maksud sebelumnya memang menakutkan" ucap Qin Zang kepada Zu Kai, keduanya tengah bersama merasakan pertarungan yang tabu.
"Sudah saatnya," gumam Lei Tian pada dirinya sendiri.
Sejak awal pertempuran sampai sekarang, Lei Tian hanya mengeluarkan sebagian kecil dari kekuatan yang ia miliki, dirinya sengaja menyisakan energi agar bisa mengantisipasi kedatangan musuh yang paling kuat, yakni Yang Mi. Namun hingga saat ini ia tidak merasakan kekuatan lainnya, oleh karena itu sudah waktunya bagi Lei Tian untuk menghabisi Hu Yitian tanpa rasa khawatir.
Jika kali ini ia tidak berhasil menghabisi seorang musuh, maka sama saja akan membuatnya kesulitan di masa depan. Bagaimana pun kombinasi Pendekar Keabadian bukanlah hal yang bisa diuji coba begitu saja.
__ADS_1
Kini keduanya saling berhadapan di atas permukaan tanah Sekte Teratai Ungu yang sudah berantakan, sebuah belati melesat terbang dari kehampaan menyerang ke arah Hu Yitian dengan tiba-tiba.
"Trank"
Dengan sigap Hu Yitian masih bisa menghindari serangan cepat dan tersembunyi dari Lei Tian.
Dampak serangan belati merah memiliki efek kelengahan di sisi Hu Yitian. Kecepatan serangan barusan menutupi pergerakan Lei Tian berikutnya.
"Mati!"
Lei Tian menggeram rendah. Setelah beberapa saling bertukar serangan, Pedang Spiritual milik Lei Tian sekali lagi menghujam ke arah Hu Yitian dengan lebih ganas. Energi pedang spiritual memancarkan cahaya biru seolah ingin menunjukkan bilah pedang yang lebih tajam. Energi pedang spiritual yang tampak bersinar biru terang tiba-tiba berkelebat menjadi ratusan cahaya yang sangat menyilaukan.
Sementara untuk Hu Yitian, hanya bisa memblokir serangan pedang Lei Tian dengan sedikit lebih lemah dari sebelumnya, ia kehilangan fokus akibat serangan belati merah yang datang dengan kekuatan tidak sederhana.
Namun di luar perkiraan Hu Yitian, ratusan sinar cahaya pedang kini membentuk satu kesatuan cahaya tebal dengan aura kematian yang begitu tajam.
Detik berikutnya serangan Lei Tian yang paling dahsyat meledak di tengah keterkejutan Hu Yitian.
"Boooommm!"
Energi pedang spiritual berkelebat bebas di udara, menekan kuat pedang yang berada di tangan Hu Yitian. Wajah Hu Yitian langsung memucat, ia bisa merasakan jika kekuatan Lei Tian yang tak tertahankan kini menghantam pedang kebanggaannya, menekan balik hingga ke tubuhnya.
Sebuah cahaya kebiruan bercampur keemasan tiba-tiba memancar menyilaukan, lokasi dimana Hu Yitian berada menjadi musnah tak berbekas, tubuh Hu Yitian sendiri tampak lenyap bersama dengan berpendarnya cahaya pedang Lei Tian.
Lei Tian menarik napas dalam-dalam, pertarungannya barusan cukup menguras energinya. Meski hanya tiga puluh persen, namun itu juga tetap merupakan suatu kerugian bagi dirinya.
"Keterampilan teknik berpedang sesepuh Hu Yitian cukup tangguh. Dia benar-benar bisa menghadapi serangan pedang spiritual dariku hingga sejauh ini." Lei Tian tidak bisa tidak menahan napas dengan takjub, di dalam hatinya sebenarnya ia menyayangkan kematian seorang ahli pedang.
__ADS_1