Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Keputusasaan Tetua Sekte Serigala Hitam


__ADS_3

Lei Tian memiliki semacam pembangkit di dalam tubuhnya, jadi wajar saja jika ia bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain. Apalagi dengan kemampuan tulang Naganya, ia jelas mampu menerima bobot kekuatan melebihi batas kultivator normal yang selama ini ditentukan oleh tingkatan kultivasi.


"Sepertinya kekuatan kita sudah berimbang" ucap Lei Tian kepada lawan-lawannya.


Sebagai orang yang sudah malang melintang di dunia kultivator, mereka tentu mengetahui teknik tubuh ilusi yang dipergunakan oleh Lei Tian pada saat ini, yaitu jurus legenda yang hanya bisa digunakan oleh Patriark Sekte Belati Merah.


"Lei Tian hati-hati" ucap seorang wanita dari kejauhan.


Beberapa orang yang siap bertarung seketika menolehkan kepalanya dan sekilas melirik kedatangan dua orang wanita yang menggunakan atribut Akademi Kekaisaran.


Lei Tian sekilas melihat sosok wanita yang sepertinya tidak asing baginya, namun pada saat ini ia tidak bisa memikirkan lebih mendalam. Ia hanya fokus kepada lawan yang kini sudah bersiap melawannya dengan kekuatan yang mengerikan.


"Lei Tian, ternyata memang benar-benar kamu" gumam Zhao Yusi dengan wajah gembira.


Zhao Yusi seperti tidak bisa mengendalikan kegembiraannya, perasaan yang sudah lama terpendam kini membuncah bahagia saat melihat sosok pemuda yang sangat ia rindukan tersebut.


Dengan kedatangan dua orang wanita dari Akademi Kekaisaran membuat harapan para murid Sekte Pedang Emas kembali bergembira, namun tidak dengan Liu Shuai yang sedikit tidak nyaman.


Sebagai seorang wanita ia jelas merasakan tatapan kekhawatiran dari orang yang saat ini baru saja tiba, wanita tersebut menatap penuh kekhawatiran terhadap sosok pemuda yang kini sudah menjadi mantan tunangannya tersebut.


"Nona, sebaiknya aku membantu orang-orang Paviliun Ungu saja" ucap Pelayan sekaligus pengawal Zhao Yusi.


"Baiklah, kau boleh membantu mereka" jawab Zhao Yusi sambil melihat ke arah pertempuran pendekar langit.


Meskipun Zhao Yusi tidak bisa membantu namun ia masih bisa mengahadapi lawan yang berada pada ranah yang sama dengannya. Selain itu identitas Akademi Kekaisaran secara moril juga memberikan dukungan yang luar biasa, dengan adanya dukungan dari Akademi Kekaisaran maka sama saja sudah membiarkan kekuatan Istana dalam mengintervensi serta turut dalam mengatur kebijakan Sekte.


Pada saat yang sama, tiga tubuh ilusi Lei Tian sudah bergerak secepat kilat mengeluarkan tinjunya satu persatu. Lei Tian tentu tidak bisa berlama-lama menggunakan jurus Tubuh Ilusi, semakin lama maka semakin boros ia mengeluarkan energi Qi.


"Baaamm"

__ADS_1


"Baaamm"


"Baaamm"


Lei Tian mengeluarkan tinju dengan ganas, suara seperti guntur bergemuruh muncul di gelombang udara yang tercipta. Para Tetua Sekte Serigala Hitam yang mendapatkan serangan dadakan tersebut terhempas beberapa meter hingga tubuh mereka terluka sangat parah.


Orang-orang yang melihat serangan cepat Lei Tian tersebut hanya bisa menganga, mereka tidak percaya begitu saja jika tidak orang pendekar tingkat dewa dikalahkan dengan mudah.


Bahkan lima orang Penatua Sekte Pedang Emas yang hendak membuka kuda-kuda untuk menyerang, hanya bisa bengong. Mereka yang semula mengkhawatirkan keselamatan Lei Tian justru tampak seperti orang bodoh melihat aksi dari pemuda tersebut.


Sebagai sesama tingkat pendekar dewa tentu mereka dapat merasakan kekuatan masing-masing, namun melihat aksi Lei Tian barusan, pendekar dewa dimatanya tidak lebih seperti pendekar pemula baginya.


"Sampai dimanakah batas kemampuan pemuda tersebut?" gumam seorang Penatua Sekte Pedang Emas.


Pukulan yang baru saja dilayangkan oleh Lei Tian adalah teknik Tinju Petir Membelah Langit yang merupakan jurus pamungkas yang mengandung kekuatan yang sangat dahsyat. Pada ranah kekuatan yang sama maka mustahil orang dapat bertahan, paduan teknik Tubuh Ilusi dan Tinju Petir Membelah Langit adalah sepasang jurus mematikan yang Lei Tian kembangkan selama ini.


Setelah memastikan lawannya terluka parah, tubuh Ilusi Lei Tian memudar dan hanya meninggalkan tubuh aslinya dengan Pedang panjang di tangannya.


Suara penuh kekaguman sekaligus kengerian terpancar di wajah murid-murid Sekte Pedang Emas. Bahkan beberapa murid wanita yang di dekat Liu Shuai tidak tahan untuk tidak mengaguminya secara terang-terangan.


Sementara itu di baris tengah pertempuran Mu Xianji juga masih berlangsung, dengan masuknya pelayan Zhao Yusi membuat orang-orang dari Sekte Gagak Iblis semakin terdesak. Di bawah kekuatan pendekar dewa yang dimiliki Mu Xianji, beberapa mayat dari pihak musuh sudah bergelimpangan bersimbah darah.


"Cari mati" umpat Patriark Chi Luk Bha melihat para Tetua yang terluka parah.


Pada saat ini ia baru menyadari jika ia sudah menganggap remeh sosok pemuda yang ia lihat biasa saja di awal. Tatapannya juga terlihat memburuk saat melihat kelompok Paviliun Ungu yang sangat mendominasi, bala bantuan yang ia maksudkan untuk menerobos masuk ke Sekte Pedang Emas malah dibuat luluh lantah dalam pertarungan singkat.


"Sepertinya kedatangan kalian hanya mengantarkan nyawa... Ha ha ha.." ucap Patriark Bho Chah yang kini sudah menemukan ketenangannya.


Dengan dukungan Lei Tian kini ia yakin dapat memenangkan pertarungan ini dengan mudah, awalnya ia sangat khawatir dengan ketidakseimbangan yang sangat mencolok. Kedua belah pihak tentu yakin dengan keunggulan pendekar tingkat dewa maka akan memenangkan pertempuran dengan mudah.

__ADS_1


Wajah jelek kini dimiliki oleh murid-murid Sekte Serigala Hitam yang masih berada di tingkat Pendekar Raja hingga tingkat Kaisar, pertempuran para kultivator tingkat atas walau bagaimanapun akan menentukan nasib mereka selanjutnya.


Seorang Tetua yang kini berhadapan dengan Lei Tian menahan kemarahannya, sambil menggertakkan giginya ia memandang Lei Tian penuh kebencian lalu berkata.


"Aku tidak menyangka ada kultivator tersembunyi yang memiliki kekuatan seperti dirimu"


Lei Tian tidak menggubris ucapan lawannya, ia segera fokus dengan pedangnya untuk melakukan tebasan kepada Tetua dari Sekte Serigala Hitam tersebut.


"Tebasan Kematian"


Lei Tian berseru sambil mengangkat pedang spiritual ke udara, aura membunuh yang kental segera membekukan lingkungan sekitar.


Menyadari dirinya dalam bahaya, Tetua tersebut segera mengeluarkan pedangnya untuk menangkis pedang Lei Tian.


"Prank"


Akibat kerasnya hantaman pedang Lei Tian, pedang Tetua tersebut menjadi patah dua bagian. Pergerakan pedang Lei Tian juga tidak terhenti dan terus bergerak hingga membelah dada Tetua tersebut.


"Aarrgghh"


Pekik tetua tersebut menahan kesakitan, tubuhnya yang terluka hampir terhuyung jatuh dengan luka yang terus menge darah.


Lei Tian yang sudah dalam posisi menyerang segera melakukan serangan kembali dan tepat menghantam bagian leher dari Tetua tersebut.


Hanya dalam dua kali tebasan, tetua Sekte Serigala Hitam tersebut langsung terpenggal kepalanya. Sampai matipun ia tidak menyangka akan kalah dari seorang pemuda yang masih sangat belia.


Sementara itu tiga orang Tetua yang sebelumnya terkena tinju Lei Tian, tampak sedang kepayahan.


Luka di perut mereka meninggalkan bekas luka yang mengerikan, darah segar yang terus menetes membuat mereka kesulitan untuk bangkit dan terus memegangi perutnya.

__ADS_1


"Kalian tidak akan kubiarkan mati begitu saja, kini kalian sudah menjadi orang biasa. Kalian akan merasakan kesakitan secara perlahan, jika mau lebih cepat silahkan kalian bunuh diri" ucap Lei Tian dengan santai.


__ADS_2