
Sementara itu Lei Tian segera menuju Aula pengembangan bakat untuk menemui gurunya, di sepanjang jalan ia di tatap dengan aneh oleh para murid dalam yang kebetulan berpapasan dengannya.
Maklum saja, dengan kemampuan Lei Tian dalam memahami teknik penyembunyian hawa keberadaan, ia seolah menekan tingkat kultivasinya ke ranah paling dasar, yaitu Tahap Pemula.
"Kau Kah itu Lei Tian?" teriak Yun Zixin di dalam Aula pengembangan bakat.
Shan Yuze yang tidak jauh berada ikut terkejut mendengar suara sahabatnya. Sambil memalingkan kepala, pandangannya jatuh kepada sosok pemuda yang kini berdiri tegap penuh wibawa, matanya terpancar kekuatan yang sangat dalam dan dari wajahnya terpancar aura ketenangan yang tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata.
"Bagaimana kabar kalian?" terdengar suara Lei Tian menyapa dengan hangat.
"Ha ha ha.. Tentu saja sangat khawatir atas kepergian mu yang tanpa kabar" ujar Yun Zixin sambil melangkah cepat ke arah Lei Tian.
Shan Yuze juga melakukan hal yang sama, ketiganya lalu berpelukan sebagai seorang sahabat.
"Owh.. Kekuatan kalian sudah berada di ranah Pendekar Kaisar? Sangat luar biasa" ucap Lei Tian sambil menepuk bahu kedua sahabatnya.
"Semua berkat pertolongan mu juga" ucap Yun Zixin dengan tulus.
Meskipun ia adalah orang yang selalu ceria, namun pada saat ini ia tampak hampir menangis melihat Lei Tian yang kini telah kembali.
"Kamu kemana saja? Kenapa tidak ada kabar sama sekali?" tanya Shan Yuze dengan penasaran.
"Nanti aku akan ceritakan, namun sebelumnya aku ingin menemui guru" ucap Lei Tian yang kini bisa merasakan kehadiran sosok gurunya di lantai tiga.
"Baiklah jika begitu, sepertinya guru sudah menunggu dirimu datang" ucap Yun Zixin dengan wajah gembira.
Sementara Tang Chisan yang memperhatikan dari kejauhan hanya tersenyum ringan, meski ia tidak tahu dengan apa yang terjadi dengan Lei Tian sebelumnya, tetapi ia dapat merasakan jika Lei Tian saat ini sangat berbeda dengan Lei Tian sebelumnya.
__ADS_1
Setelah berpamitan kepada kedua sahabatnya, Lei Tian kemudian menuju ke lantai tiga tempat dimana Penatua Song Gui berada.
"Guru" sapa Lei Tian penuh dengan rasa penghormatan.
"Owh.. Rupanya kau sudah berkembang sejauh ini" ucap Penatua Song Gui sambil menyentuh dagunya.
"Ya benar guru" ucap Lei Tian sambil tersenyum cerah.
"Kekuatan kita sekarang berbeda tidak jauh, memikirkan hal ini aku seperti menyia-nyiakan separuh hidupku" ucap Penatua Song Gui.
"Apa yang guru berikan kepada murid ini adalah hal yang sangat berharga, jadi murid berjanji tidak akan menyia-nyiakan hal ini" kata Lei Tian dengan serius.
"Ya.. Kamu benar, hanya saja saat ini keadaan Kekaisaran Qin sedang kacau. Sebagai muridku maka kamu berhak mendapatkan kualifikasi untuk bergabung dengan Akademi Kekaisaran" ucap Penatua Song sambil menyerahkan token Akademi Kekaisaran Qin.
"Benda tersebut tidak banyak, di Sekte Belati Merah hanya empat orang murid Inti yang mendapatkannya" ujar Penatua Song Gui.
Lei Tian cukup tercengang mendengar penjelasan gurunya, Akademi Kekaisaran yang diceritakan sebelumnya kini berubah menjadi tiket maut dalam mendapatkan pengakuan.
"Apakah kamu keberatan?" tanya Penatua Song Gui.
"Tidak guru, justru murid ini akan merasa senang sekali mendapatkan kesempatan langka seperti ini. Murid akan mengharumkan nama Sekte, murid juga akan membuktikan jika Sekte Belati Merah adalah Sekte yang layak diperhitungkan" ucap Lei Tian dengan sungguh-sungguh.
Di tempat yang berbeda Shui Niao tiba di kediamannya, karena kondisi tubuhnya belum pulih benar maka ia segera duduk bersila di atas tempat tidurnya. Shui Niao melakukan kultivasi untuk memulihkan energi Qi nya yang sempat kacau akibat serangan dari Kang Tao Gwe sebelumnya.
Melihat sikap kakaknya yang tergesa-gesa membuat Shui Qing bertanya-tanya, apalagi ia jelas melihat sikap kakaknya yang seperti menyembunyikan sesuatu. Namun saat Shui Qing hendak menanyakannya, Shui Niao keburu masuk ke dalam kamar pribadinya.
Sementara itu di Paviliun murid dalam telah terjadi kehebohan, hal ini tentu saja dikarenakan keadaan Kang Tao Gwe yang sangat mengenaskan. Beberapa orang murid dalam yang melihat murid inti tersebut luka parah
__ADS_1
Setelah hari menjelang sore, Shui Niao barulah keluar dari dalam kamarnya dalam kondisi yang lebih baik.
"Apa yang terjadi padamu?" tanya Shui Qing yang sejak tadi menunggu konfirmasi dari kakaknya tersebut.
"Hari ini telah terjadi sesuatu, saat aku sedang latihan teknik rahasia di sekitar air terjun Gunung Bishou aku dihampiri oleh Kang Tao Gwe" ucap Shui Niao.
"Hmm .. Aku tahu itu, kakak Niao memang sangat cantik bahkan seorang murid inti pun tertarik dengan kakak" sela Shui Qing dengan penuh semangat.
Shui Qing tentu menyadari jika kakaknya adalah wanita tercantik, bahkan sebagai putri penguasa Provinsi Jiangxi kecantikan kakaknya banyak yang membuat iri.
"Kau keliru.. Aku hampir saja dinodai dan hendak dibunuh oleh Kang Tao Gwe yang katanya berkarakter tersebut" ungkap Shui Niao.
"Hah..!! Bagaimana hal itu bisa terjadi?" ucap Shui Qing dengan nada emosi.
"Untungnya aku ditolong oleh murid inti lainnya, sehingga aku bisa selamat dari tindakan tercela tersebut" ujar Shui Niao kepada adiknya.
"Apakah itu Lin Bao atau Xiao Han?" tanya Shui Qing penasaran.
"Bukan keduanya" jawab Shui Niao sambil tersenyum.
"Apakah ada murid inti lagi selain mereka?" ucap Shui Qing penuh tanda tanya.
"Tentu saja tidak, ia adalah orang yang sangat luar biasa. Kang Tao Gwe di hadapannya benar-benar seperti domba yang siap disembelih kapan saja" ucap Shui Niao dengan wajah ceria.
"Bagaimana mungkin? Setahuku hanya Lin Bao yang bisa melewati Kang Tao Gwe, namun itu juga membutuhkan usaha yang tidak mudah" ucap Shui Qing dengan serius.
Shui Qing tentu mengetahui karakter dan kekuatan murid inti yang kini berjumlah tiga orang, setelah kepergian Lei Tian tidak ada hal yang terlewatkan informasi tentang ketiga murid inti tersebut. Sebagai kebanggaan masing-masing Penatua, mereka kerap dijadikan acuan dalam memotivasi para murid dalam lainnya.
__ADS_1
Namun apa yang baru saja dituturkan oleh kakaknya, Shui Qing menjadi heran dan tidak mengerti dengan apa yang baru saja dialami oleh kakaknya, Shui Niao.