Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Aksi Heroik Khu Ching


__ADS_3

Sambil mencoba untuk tenang, Khu Ching memiringkan tubuhnya untuk menghindari serangan yang datang kepadanya, sambil mengelak ia juga mengeluarkan sabetan belatinya di dada pria bertopeng yang menyerangnya.


"Zlash"


Akibat sabetan belati dari Khu Ching, pria bertopeng itu ambruk dengan kondisi luka terbuka yang menganga lebar. Darah kental pun mengalir tak tertahan dari tubuh orang itu.


"Kau terlalu lemah dan kau juga berhadapan dengan orang yang salah" seru Khu Ching, tatapan matanya mengarah kepada pria bertopeng yang baru saja menyerangnya.


"Kurang ajar... Jangan kau kira masih bisa berharap hidup setelah membunuh salah satu dari kami" seru salah satu dari kelompok tersebut menunjuk Khu Ching.


Sementara Shi Ziyu mendesis kesal setelah seorang rekannya ambruk akibat serangan dari seseorang yang ia kenal sebagai bagian dari murid Akademi Kekaisaran, jika saja ia tahu seperti ini maka ia akan meminta bantuan Chen Kun.


Sebelumnya Shi Ziyu tidak menduga jika masih ada orang yang peduli dengan Li Yifei yang sudah terusir dari Akademi, sebelumnya ia hanya menyaksikan Mu Jiao yang kini masih berada di Akademi Kekaisaran.


Orang-orang bertopeng tersebut mengutuk Khu Ching dalam hati, informasi yang mereka dapatkan sebelumnya Li Yifei hanya seorang diri sehingga menghabisinya bisa dengan mudah. Namun tak disangka jika ada orang dari Akademi Kekaisaran juga yang membantu Li Yifei dalam perjalanannya.


Li Yifei yang berada di dalam kereta kuda cukup kaget mendengar suara seorang wanita yang baru saja hendak menyerang Khu Ching. Suara yang cukup familiar di telinganya tersebut telah membuatnya merasakan suatu persengkongkolan orang-orang yang berada di lingkungan yang sama dengannya.


"Apakah sampai seperti ini?" batin Li Yifei tidak percaya, jika selama ini orang-orang dari kelompoknya sendiri yang sudah mencelakainya.

__ADS_1


Pada saat ini Li Yifei merasakan ketegangan yang luar biasa, empat orang bertopeng yang dipimpin oleh Shi Ziyu mengeluarkan senjatanya masing-masing. Pedang yang terhunus ke arah Khu Ching membuat pemandangan yang tidak biasa, jika di masa lalu mereka semua bukanlah lawan bagi dirinya.


Satu hal yang Li Yifei pahami adalah kejadian ini berkaitan dengan peristiwa dua tahun lalu saat ia menyaksikan kematian Lei Tian, oleh karena itu Shio Mei melakukan perintah tersembunyi untuk menghabisinya. Menyadari kondisi berbahaya yang menimpa Khu Ching, Li Yifei segera turun dari dalam kereta dan segera berkata.


"Aku yang kalian incar, jadi jangan libatkan orang yang sudah menolongku" ucap Li Yifei ke arah wanita yang saat ini menggunakan pakaian pria, dari suara sebelumnya ia bisa memastikan jika orang itu adalah Shi Ziyu.


Khu Ching terkejut dengan perkataan Li Yifei barusan, ia segera bergegas berdiri di depannya dan melindungi wanita yang sedang terluka tersebut.


"Nona Li, segera masuk ke dalam kereta..! Biarkan mereka menjadi urusanku" ucap Khu Ching dengan tegas, sebelumnya ia sudah mendapatkan perintah dari Mu Jiao untuk melindungi Li Yifei.


Li Yifei akhirnya menurut, meskipun ia memaksakan diri untuk berada di sekitarnya maka itu hanya akan menjadi beban bagi Khu Ching. Menyaksikan kondisi seperti ini membuat Li Yifei semakin membenci Akademi Kekaisaran yang pernah membuatnya bangga.


"Tenang saja kalian berdua pasti akan mati" ucap wanita bertopeng tersebut dengan arogan.


"Huh...Kalian pikir semudah itu" Khu Ching mendengus, pendengarannya masih tajam jadi dengan jelas ia bisa mendengar perkataan salah satu dari mereka.


Khu Ching menyiapkan belati panjangnya kembali, setelah menghabisi salah satu dari mereka maka kepercayaan diri Khu Ching semakin meningkat. Meskipun mereka menang jumlah, Khu Ching masih bisa menghadapi mereka dengan teknik serangan cepat.


"Sepertinya kalian terlalu meremehkan ku" seru Khu Ching yang langsung bergerak dengan sangat cepat.

__ADS_1


Sesaat setelah mengatakan hal itu Khu Ching langsung maju seolah menerkam mangsanya, ia tidak mau lengah dan menyebabkan Li Yifei celaka. Sementara Li Yifei sudah mundur dan menyaksikan perkelahian tersebut dari jarak yang aman, ia sendiri berpikiran tidak mau menjadi beban bagi Khu Ching.


Khu Ching segera mengalirkan tenaga Qi nya ke dalam belati yang berada di genggamannya. Meskipun hanya belati biasa, namun dengan dorongan tenaga Qi yang besar membuat gerakannya yang gesit dan lincah. Sabetan belati Khu Ching tidak dapat ia tangkis hingga akhirnya sebuah tusukan tepat menghujam jantungnya. Hanya dalam sekejap, Khu Ching melepaskan beberapa tebasan hingga membuat salah seorang pria bertopeng tewas menyusul kawannya.


Tiga orang yang pendekar bertopeng tidak lagi tinggal diam, mereka menyerang pada waktu yang bersamaan. Dalam tempo yang cukup cepat, pertarungan tiga lawan satu pun tidak bisa terelakkan. Khu Ching bergerak dengan lincah sambil menyerang dengan cepat, beberapa luka yang ada di tubuhnya tidak lagi ia rasakan. Serangan yang datang bertubi-tubi kepadanya ia hadapi dengan semangat pertarungan yang membara, Shi Ziyu yang berada di ranah yang sama dengan Khu Ching tersenyum getir melihat Khu Ching yang bertahan dan menyerang secara membabi buta.


Setelah pertarungan sengit, kondisi ketiga pendekar bertopeng tersebut sangat mengenaskan, dua diantaranya tewas bersimbah darah bahkan Shi Ziyu sudah ambruk dengan kondisi kepayahan. Sama halnya kondisi Khu Ching juga tidak jauh berbeda, ia terlihat sangat buruk dengan tubuh penuh luka.


Namun Khu Ching masih bisa berdiri meski dengan napas yang tersengal-sengal, tubuhnya sudah terlihat lemah akibat kehilangan banyak darah. Namun dengan semangatnya ia masih bisa bertahan untuk melakukan serangkaian serangan.


Shi Ziyu menatap lirih ke arah Khu Ching, dengan sisa tenaganya ia mengeluarkan senjata rahasianya. Sepintas dengan gerakan yang cepat, sebuah benda yang berkilau terbang lurus ke arah Khu Ching tanpa bisa ia halau.


"Gawat" teriak Li Yifei yang mengetahui serangan terakhir dari Shi Ziyu.


Khu Ching pun menyadari serangan yang baru saja ia terima, sebuah jarum perak dapat ia lihat dan rasakan sudah mendarat di lengan kirinya.


"Sialan" seru Khu Ching sambil bergerak ke arah Shi Ziyu, dengan penuh kekesalan ia menghempaskan sebuah tendangan keras terakhirnya ke leher Shi Ziyu.


"Kraakk"

__ADS_1


Dalam sekejap terdengar suara tulang patah dan membuat Shi Ziyu berhenti bernapas untuk selamanya.


Meskipun Khu Ching berhasil membunuh mereka semua, namun luka yang ia terima juga tidak sederhana. Beberapa bagian tubuhnya terluka cukup serius, namun hal yang menakutkan justru terjadi pada luka akibat jarum perak yang kini tertancap di lengan kirinya.


__ADS_2