
Sepanjang malam, Sekte Perisai Api mengalami kondisi penerobosan massal hingga pagi menjelang. Suasana penuh kehangatan masih menyelimuti kebersamaan Lei Tian dengan Li Yifei. Setelah menyentuh batasannya, kini rambut Li Yifei yang semula memutih sudah kembali menghitam seperti sediakala.
Kekuatan ranah barunya telah memberikan kekuatan yang signifikan dalam perjalanan kultivasinya ke arah yang lebih baik. Lei Tian yang sudah berada dalam kondisi terbaiknya pun siap melakukan terobosan.
"Fei'er bersiaplah" ucap Lei Tian yang sudah bersiap melakukan pelepasan.
"Iya.." jawab Li Yifei dengan pesona manisnya, meski semalaman tubuhnya digembur oleh Lei Tian ia masih memiliki kekuatan untuk menampung energi dari dalam diri Lei Tian yang sudah ia tunggu sejak tadi.
Sebagai seorang wanita tentu saja ia juga kewalahan meladeni kekuatan tempur Lei Tian yang sudah berada di atas normal tersebut, untungnya ia memiliki tubuh khusus dan tidak terbayang jika wanita biasa yang berhubungan dengan Lei Tian.
Detik berikutnya tubuh Lei Tian mengejang di atas tubuh Li Yifei, dalam satu hentakkan sempurna sebuah energi dahsyat menyembur ke dalam inti tubuh Li Yifei yang kini sudah divetokan untuk Lei Tian seorang.
"Dhhuuaarr"
"Boooommm"
Pelepasan yang dilakukan oleh Lei Tian berbarengan dengan peningkatan kekuatannya, akumulasi energi di dalam tubuhnya kini mengalir dengan sempurna menyembur ke dalam bagian terdalam tubuh Li Yifei.
Sebuah tolakan energi dahsyat seolah menarik tubuh Lei Tian dan menghempaskan kembali energi tersebut dalam melakukan terobosan ke ranah Pendekar Keabadian tingkat akhir, sejajar dengan Akong.
"Huh...."
"Tubuh khusus memang memiliki efek yang sangat luar biasa" gumam Lei Tian sambil menghela nafas panjang.
Aura energi yang mengepul masih keluar dari sudut tubuhnya, ia merasakan kedahsyatan penerobosan dalam teknik yang mulai ia alami bersama Li Yifei.
__ADS_1
Li Yifei tampak terkulai lemah, sambil berusaha menstabilkan energi di dalam tubuhnya ia memeluk tubuh Lei Tian dalam kondisi penuh kehangatan.
Tak ubahnya dengan Li Yifei, Lei Tian juga melakukan hal yang sama. Akibat penerobosan yang dilakukan secara bersamaan itu menyebabkan dirinya juga butuh waktu untuk menstabilkan kekuatan hingga pagi datang menyapa.
Hingga pagi menjelang kehebohan di Sekte Perisai Api pun terjadi, Qin Qian adalah orang pertama yang dikabari oleh Zu Sanfeng yang merupakan kakeknya.
"Qian'er dimana Tian'er" tanya Zu Sanfeng dengan rona wajah bahagia.
"Gege masih beristirahat, mungkin sebentar lagi baru bisa keluar kamar" jawab Qin Qian, ia sendiri menyadari jika kekasihnya pasti sedang beristirahat setelah melakukan kultivasi ganda bersama Li Yifei.
"Kakek dan yang lainnya sudah mengalami penerobosan, ramuan yang dibuat oleh Tian'er benar-benar luar biasa" ucap Zu Sanfeng yang kini sudah berada di Ranah Dewa Semesta.
Kekuatan seperti ini sudah sama dengan Patriark Sekte Pedang Emas, kekuatan nomor dua setelah Shio Mei. Qin Qian yang mendengar pengakuan dari kakeknya tersebut ikut merasakan kebahagiaan yang tidak terkira, selain telah memberikan posisi Ketua Sekte, Lei Tian juga memberikan jalan untuk meraih kekuatan yang sangat luar biasa. Sebuah pencapaian yang bahkan tidak dapat dicapai oleh ayahnya sendiri meskipun saat itu berkedudukan sebagai penguasa wilayah.
Kabar lainnya yang disampaikan oleh kakeknya adalah sebelas orang murid senior pun sudah berhasil menerobos ke tingkat dewa, bahkan tanpa diduga Xue Meilin menjadi yang terkuat diantara mereka semua.
"Seharusnya bukan empat orang, hanya tiga orang sesepuh yang tersisa di Akademi Kekaisaran" ucap Qin Qian mengklarifikasi ucapan kakeknya.
"Apa yang terjadi?" tanya Zu Sanfeng keheranan.
"Saat menghancurkan Sekte Teratai Ungu, sesepuh Hu Yitian juga ikut tewas. Sepertinya Gege Tian melakukannya ketika aku sedang bersama Li Yifei" jawab Qin Qian dengan santai.
"Bagaimana bisa kejadian besar tersebut terjadi dengan sekejap mata?" ucap Zu Sanfeng penuh keterkejutan.
"Bukankah Gege Tian pernah mengatakan ingin meratakan Sekte ini? Bahkan kakek bisa menyaksikan sendiri betapa segannya leluhur Zu Kai" jawab Qin Qian lagi dengan percaya diri.
__ADS_1
Mengingat peristiwa beberapa hari yang lalu membuat tubuh tua Zu Sanfeng merinding, Lei Tian yang ia kenal memang sangat menakutkan. Hari ini ia bisa menciptakan kekuatan pendekar dewa, namun sebelumnya ia juga menghancurkan para Tetua Sekte Perisai Api hanya dengan memandangnya.
"Kamu benar, jika mengacu akan hal itu maka kehancuran Sekte Teratai Ungu adalah sebuah kepastian" ujar Zu Sanfeng sambil menganggukkan kepalanya
Kini dengan total empat belas orang Tetua yang berada di ranah Pendekar Tingkat Dewa, serta dirinya yang kini berada di ranah Pendekar Semesta maka dapat dipastikan juga jika Sekte Perisai Api merupakan Sekte terkuat.
Memikirkan hal tersebut aura kebanggaan terpancar di wajah Zu Sanfeng, cucunya yang selama ini sangat ia sayangi ternyata memiliki calon suami penguasa wilayah kekaisaran Qin yang sesungguhnya.
"Baiklah jika demikian, kakek akan mempersiapkan orang-orang yang akan diberangkatkan ke Ibukota. Kakek juga akan kirim utusan untuk mengabarkan berita baik ini kepada Qin Lang, agar ia juga bisa bergabung dalam meruntuhkan Shio Mei" ucap Zu Sanfeng penuh semangat, menurut perhitungannya rombongan dari Sekte Belati Merah seharusnya juga sudah tiba di Kota Miayang
Seusai berkata demikian, Zu Sanfeng segera menuju Aula utama. Di pagi yang cerah tersebut ia berencana mengumpulkan para pendekar dewa untuk di berangkatkan ke Ibukota mengawal para murid dari Sekte Belati Merah yang sudah dipersiapkan oleh Lei Tian.
Sementara itu tidak lama berselang, Lei Tian dan juga Li Yifei sudah keluar dari kamar mereka dalam kondisi yang sangat baik. Terutama bagi Li Yifei, tidak hanya pulih tetapi kekuatannya juga meningkat sangat pesat.
"Kalian sudah selesai?" sapa Qin Qian sambil tersenyum menggoda.
"Terimakasih kak, terimakasih sekali lagi aku ucapkan atas kemurahan hatimu" jawab Li Yifei dengan tulus, karena ia adalah wanita kedua maka ia memanggil Qin Qian dengan sebutan kakak.
"Sudahlah tidak perlu sungkan, kita sekarang adalah keluarga. Kita harus berdiri bersama untuk melayani suami kita yang perkasa ini" ucap Qin Qian sambil memeluk tubuh Lei Tian.
Lei Tian hanya tersenyum, dalam hatinya ia juga merasakan kebahagiaan. Memiliki dua orang wanita yang dapat meningkatkan kultivasinya adalah sesuatu yang sangat luar biasa, kekuatannya saja kini sudah setara dengan Akong maka untuk meraih ranah Puncak Keabadian bukanlah hal yang sulit baginya di masa depan.
"Gege, tadi kakek mencarimu. Ada beberapa hal yang ingin beliau sampaikan di Aula utama, namun sepertinya sebelum kesana sebaiknya kita sarapan bersama dahulu" ucap Qin Qian yang sudah menyiapkan makanan untuk sarapan mereka bertiga.
"Baiklah jika seperti itu, mari kita sarapan terlebih dahulu. Siang ini kita akan melakukan perjalanan ke Ibukota, sudah waktunya bagi kita membalikkan keadaan" ucap Lei Tian dengan santai.
__ADS_1
"Baik Gege" jawab kedua wanita cantik tersebut sambil tersenyum mengembang.