
Akong tidak menutupi rahasia yang terkait dengan dirinya, apalagi Lei Tian adalah bagian dari Sekte Belati Merah yang ia dirikan, dengan memberinya informasi yang berguna tentu akan berpengaruh dengan kemajuan Sektenya di masa depan.
Akong melanjutkan ceritanya tentang teknik yang ia tinggalkan, teknik yang dianggap biasa dan tidak penting ternyata adalah teknik yang luar biasa. Bahkan di Sekte Belati Merah kitab yang memuat teknik tersebut berada di perpustakaan murid luar. Jika saja Patriark Fang Yuan mengetahui keutamaan teknik tersebut maka bisa jadi ia akan menyimpannya untuk pribadi.
"Baiklah jika demikian, aku akan memanfaatkan waktu dan kesempatan dengan sebaik mungkin untuk meningkatkan kekuatan" ucap Lei Tian.
"Baguslah jika kau berpikiran bijak, karena apa yang kau hadapi setelah ini tidak mudah. Aku pun tidak bisa membantumu dalam urusan seperti itu, maka dari itu kau harus tumbuh dan berkembang mengandalkan kemampuanmu" ujar Akong.
"Merendah lah, biarkan waktu yang membuktikan. Apakah orang-orang masih mengingatmu atau malah mengabaikan mu" tambah Akong menjelaskan.
Dalam hati Lei Tian membenarkan ucapan Lei Tian, sambil menunggu dirinya bertambah kuat maka tidak salah memberikan ujian kesetiaan kepada orang-orang yang ia kenal. Dengan demikian ia benar-benar bisa merasakan ketulusan seseorang, apalagi terkait wanita yang belum ia tentukan siapa yang pantas untuk ia jadikan tambatan hati. Entah itu Zhao Yusi atau yang lainnya, ia belum memiliki keyakinan yang kuat mengenai hal itu.
Memikirkan momentum yang tepat seperti pada saat ini, ia bisa berlatih dengan tenang. Jika sudah saatnya maka ia bisa bangkit dan memberikan kejutan besar. Lagian dengan adanya orang-orang kuat di belakang Jenderal Shio Mei, maka ia akan sulit bergerak. Lei Tian tidak bisa mengandalkan Kakek Akong yang sudah tidak mau terlibat urusan dunia secara langsung.
"Baiklah kakek, mohon bimbingannya" ucap Lei Tian dengan mantap.
__ADS_1
"Bagus.. Bagus sekali jika kau sudah memikirkan hal ini. Setidaknya kau akan memberikan kejutan yang tidak terkira kepada teman-temanku" ucap Akong sambil menganggukkan kepalanya.
Lei Tian hanya mengangguk diam, baginya berlatih di tempat ini adalah kesempatan langka. Selain mengandung esensi Qi yang sangat murni tempat ini juga terdapat sebuah batu dengan kekuatan yang luar biasa, dengan perpaduan teknik Naga Petir yang ia miliki, maka Lei Tian memiliki tiga kali peluang yang lebih besar untuk berhasil.
Siapapun orangnya pasti akan melakukan hal yang sama terhadap pemikiran Lei Tian, menjadi kuat adalah impian setiap kultivator yang mengarah kepada tingkat Keabadian.
Sebelum melakukan kultivasinya, Lei Tian kembali mendapatkan pengetahuan berbagai rahasia Sekte Belati Merah. Sebagai seorang Ketua di masa depan, tentu segala pengetahuan terkait Sekte yang akan di pimpinnya harus ia ketahui secara menyeluruh. Apalagi hal tersebut ia dapatkan langsung dari pendiri Sekte, orang yang paling mengetahui seluk beluk Sekte Belati Merah.
Setelah dikira cukup, Lei Tian segera menuju batu persegi tempat ia dirawat sebelumnya. Dengan memfokuskan dirinya, ia mulai memejamkan matanya dan melakukan kultivasi dengan tenang.
Sementara Akong yang memperhatikan hal ini justru tersenyum senang, dengan kemampuan dan bakat yang dimiliki oleh Lei Tian, dirinya yakin tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyentuh level pendekar Keabadian.
Sebenarnya apa yang dikatakan oleh Akong kepada Lei Tian tidaklah keliru, pengkhianatan Jenderal besar Shio Mei dikarenakan kedekatannya dengan Yang Mi. Setelah mengetahui garis keturunannya sebagai bagian dari Yang Mi, maka Shio Mei selalu membenci semua yang berhubungan dengan Kaisar Qin. Tidak peduli dengan bekas Sektenya sendiri, ia akhirnya bertekad untuk melampaui Ketua Sekte Pedang Emas dibawah arahan sesepuh Yang Mi.
Pada waktu yang akan ditetapkan kelak, serta kekuatan Shio Mei sudah berada di atas orang-orang Kekaisaran Qin maka ia akan menjalankan aksinya. Ditambah dengan keberadaan murid sekaligus putri kandungnya, maka akan menambah kekuatannya untuk merebut tahta Kekaisaran. Saat ini ia juga memiliki perhitungan dengan orang-orang yang berada di Sektenya, kekuatan mereka sebagai penyokong utama Kekaisaran Qin sangat memberatkan langkah Shio Mei saat ini.
__ADS_1
Mengingat Lei Tian yang sudah menggagalkan rencananya, maka tidak ada pilihan lain bagi Shio Mei untuk menciptakan kekuatan dari dalam dirinya, beberapa rahasia ilmu beladiri juga ia berikan kepada putrinya. Sumberdaya terbaik Akademi Kekaisaran juga tidak segan-segan ia sediakan untuk putrinya tersebut. Zhao Yusi sendiri memiliki bakat yang tidak biasa, sehingga Shio Mei merasa beruntung memiliki keturunan yang dianggap cakap menemani dirinya.
Zhao Yusi sendiri terus dicekoki doktrin kebencian terhadap Kaisar Qin Lau, pengetahuan yang ia dapatkan dari Yang Mi ia teruskan kepada putrinya tersebut. Zhao Yusi yang masih polos, hanya bisa menelan mentah-mentah informasi dari ibunya tersebut, bahkan Shio Mei dengan tegas mengatakan jika suatu hari ia akan menghancurkan Kekaisaran Wei sebagai bentuk balas dendam atas kematian Lei Tian.
Sudah menjadi rahasia umum jika kematian Lei Tian terkait dengan peperangan dengan Kekaisaran Wei, jadi sudah tidak bisa dikatakan bagaimana kebencian Zhao Yusi terhadap kekaisaran Wei tersebut. Meski kondisinya sudah berubah, Kaisar yang berkuasa bukan lagi Wei Sheng melainkan Fei Hung.
Nama Fei Hung yang ternyata adalah orang yang sama dengan orang yang menyebabkan kekacauan di Kota Chengdu, membuat orang-orang Sekte Pedang Emas sangat membencinya.
Di Provinsi Jianxi sendiri tepatnya di Sekte Belati Merah, nama Lei Tian begitu tabu untuk dibahas. Berdasarkan perintah dari Patriark Fang Yuan, tidak boleh ada yang beranggapan jika Lei Tian sudah meninggal. Meski terdengar konyol namun tidak ada yang berani menolaknya, apalagi Yun Zixin dan Shan Yuze adalah orang yang paling keras menentang berita kematian Lei Tian.
"Kak, sudah lama kau mengurung diri. Apakah kau tidak ingin pulang untuk menengok ayah?"
Terdengar suara Shui Qing yang sedang berkata kepada kakaknya, Shui Niao.
Shui Niao bergeming, ia tidak menghiraukan perkataan adiknya. Sejak ia jatuh cinta kepada Lei Tian dirinya terus terusik dengan perasaan kehilangan yang mendalam.
__ADS_1
Shui Qing tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi, ia sendiri heran dengan sikap kakaknya yang berubah drastis setelah mengenal Lei Tian. Bahkan kebencian Shui Niao di masa lalu telah berubah menjadi benih cinta yang sangat kuat, meski orang itu sudah tiada.
"Mungkin benar kata pepatah, jangan membenci orang secara berlebihan karena bisa menimbulkan rasa cinta" gumam Shui Qing di dalam hatinya.