
Pada saat ini pakaian yang dikenakan oleh Lei Tian tampak berantakan, bahkan ia juga merasakan aroma tidak sedap dari tubuhnya. Sudah sejak lama sekali kondisinya berantakan, selama ia melakukan kultivasi tertutup sudah tidak terhitung butiran keringat yang mengalir sebagai zat yang membawa residu dari ramuan herbal yang ia konsumsi.
"Kakek, aku mohon pamit untuk membersihkan diri terlebih dahulu" ucap Lei Tian.
Tanpa menunggu reaksi dari Kakek Akong, ia segera menghilang dan berada di atas sungai tempat seperti biasa ia membersihkan diri. Rasa tidak nyamannya lebih ia rasakan ketimbang kekuatan barunya yang sangat luar biasa tersebut.
'Byuur"
Terdengar suara tubuh Lei Tian yang menghempaskan diri ke sungai, cuaca yang sebelumnya hujan telah menambah debit air cukup signifikan.
"Segar sekali" ucap Lei Tian pelan, tubuhnya sudah sangat lama tidak merasakan kesejukan air.
"Eh..." gumam Lei Tian yang menyadari kehadiran orang lain di sekitarnya.
Meski tidak berbahaya namun Lei Tian bisa merasakan dengan jelas ada dua orang yang berada tidak jauh darinya, bahkan ia juga merasakan dengan jelas jika salah satu dari mereka sedang terluka parah.
Tidak seperti biasanya yang berlama-lama saat mandi, kini Lei Tian mempersingkat waktu untuk membersihkan diri.
Setelah berpakaian rapi, ia segera menuju ke arah dua orang yang bisa ia rasakan tingkat kultivasinya. Hanya seorang wanita yang berkekuatan pendekar tingkat langit, serta seorang lagi yang tidak memiliki tingkat kultivasi serta berada pada kondisi yang menyedihkan.
"Nyonya, apa yang terjadi?" ucap Lei Tian yang muncul tiba-tiba.
Xue Meilin yang saat ini sedang panik, jelas sangat terkejut melihat kedatangan seorang pemuda yang seolah datang dari kehampaan. Setelah mengganti pakaian Putri Qin Qian yang sebelumnya basah ia juga mencabut jarum yang sebelumnya menempel di tubuh Putri Qin Qian tersebut.
"Siapa kamu? Apakah kau bagian dari Chen Kun?"
Mendengar pertanyaan dari wanita di depannya, Lei Tian hanya mengernyitkan matanya, ia tidak mengerti ataupun mengenal dengan nama yang dibicarakan oleh wanita tersebut.
"Maaf, saya adalah Lei Tian dari Klan Lei Kota Chengdu. Saya tidak mengenal nama yang Nyonya maksud tadi" jawab Lei Tian dengan jujur.
__ADS_1
"Apa? Apakah kau benar-benar Lei Tian yang sudah dikatakan meninggalkan itu?" tanya Xue Meilin dengan ekspresi tidak percaya.
"Benar, sebelumnya saya juga berasal dari Akademi Kekaisaran" jawab Lei Tian.
Mendengar nama Akademi Kekaisaran membuat Xue Meilin tertekan, ia begitu membenci Akademi yang sebelumnya sangat ia banggakan tersebut.
"Apa yang terjadi? Kenapa dengan Nona itu?"
Setelah mengatakan hal itu, Lei Tian sudah berada di dekat Putri Qin Qian. Lei Tian dapat merasakan aura kehidupan gadis itu sangat lemah, sehingga ia sedikit bersimpati terhadap gadis asing tersebut.
"Ia terluka akibat senjata rahasia dari Sekte Teratai Ungu" jawab Xue Meilin dengan hati-hati.
Xue Meilin mulai menurunkan kewaspadaannya, berhadapan dengan Lei Tian jelas ia bukanlah lawannya. Oleh karena itu ia hanya bisa bertindak dengan bijak, ia takut jika menyinggung pemuda yang dikenal dengan julukan dewa perang Kekaisaran Qin itu.
Pada saat ini ia jelas merasakan kekuatan pemuda di depannya sangat menakutkan, apalagi nama Lei Tian sudah pernah ia dengar dengan keperkasaannya di medan perang. Bahkan kekuatannya sangat kuat, tidak ada yang menyangka jika ia bertemu langsung dengan pemuda yang dikabarkan sudah meninggal tersebut.
Tanpa sungkan Lei Tian kemudian segera mengalirkan tenaga dalamnya, berharap bisa membantu nyawa gadis muda yang terlihat cantik tersebut.
"Aneh" ucap Lei Tian dengan ekspresi heran.
"Bagaimana tuan muda?" tanya Xue Meilin dengan cemas.
"Maaf aku tidak bisa menolongnya, energi di dalam tubuhnya sangat aneh. Jika dipaksakan aku khawatir malah membunuhnya dengan lebih cepat" jawab Lei Tian dengan ekspresi serius.
"Lalu bagaimana?" tanya Xue Meilin dengan bingung, mulanya ia berharap dengan kehadiran Lei Tian bisa membawa secercah harapan.
"Mungkin kakek Akong bisa menolongnya, ia pasti mengerti kondisi nona ini" ucap Lei Tian yang belum mengetahui nama wanita tersebut.
"Apakah tempat tinggal orang yang kau maksud tidak jauh dari sini?" tanya Xue Meilin dengan penuh harapan.
__ADS_1
"Ya, tidak jauh. Sebaiknya kau bawa nona ini dan segera ikuti aku" ucap Lei Tian sambil bangkit dan mulai berjalan.
Meskipun sedikit ragu, tapi Xue Meilin tidak bisa berbuat apa-apa. Di tempat sunyi seperti ini bisa menemukan manusia Sepertinya saja sudah bersyukur apalagi pemuda tersebut adalah sosok pahlawan yang telah lama menghilang dan dikabarkan sudah meninggal.
Lei Tian kemudian menuntun jalan, ia membawa kedua orang yang baru ditemuinya tersebut menuju Gua tempat Kakek Akong berada.
"Kakek, tolong bantu nona ini yang sedang terluka" ucap Lei Tian saat bertemu dengan kakek Akong.
"Cepat bawa ia ke dalam" Akong merasakan kondisi yang mengkhawatirkan, dalam jarak pandangnya ia dapat merasakan aura kehidupan yang menipis.
Xue Meilin segera menurut, di bawah arahan Lei Tian ia segera meletakkan tubuh Putri Qin Qian ke tempat dimana Lei Tian berkultivasi. Batu ajaib yang memiliki efek peremajaan tersebut juga dapat menghilangkan racun dalam kadar tertentu.
Akong segera memeriksa Putri Qin Qian, dengan merasakan napasnya saja Akong sudah bisa mengetahui kondisi sebenarnya dari gadis muda tersebut.
"Racun Teratai, Sekte Teratai Ungu" Akong yang sudah terbiasa berhadapan dengan racun di masa lalu, tidak kesulitan mendeteksi kondisi Putri Qin Qian.
"Apakah bisa disembuhkan sesepuh?" tanya Xue Meilin dengan wajah cerah.
Dalam sekejap Xue Meilin tampak bangga dengan kemampuan pengobatan lelaki sepuh yang berada di depannya.
"Haish.... Panggil saja aku kakek. Apakah aku sudah setua itu" ucap Akong yang menolak dikatakan sepuh.
"Ba.. Baik kakek" jawab Xue Meilin, dengan cepat ia menyesuaikan panggilannya.
"Begitu lebih baik"
Akong kemudian menyiapkan ramuan yang bahan-bahannya sudah tersedia, beberapa bahan tersebut merupakan antibodi sekaligus penambah stamina dari ramuan herbal yang biasa diminum oleh Lei Tian saat melakukan kultivasi.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Akong sudah menyiapkan ramuan herbal untuk diminum oleh Putri Qin Qian.
__ADS_1
"Minumkan obat ini kepada gadis itu, berikan secara perlahan-lahan hingga obatnya bisa terserap dengan baik"
Mendengar perkataan Akong, wajah Xue Meilin tersenyum cerah. Ia tidak menduga jika ada orang yang dapat menyembuhkan racun Teratai yang menjadi racun pembunuh Sekte Teratai Ungu. Meski keberadaan racun ini sangat dilarang namun entah mengapa Chen Kun bisa menggunakannya dengan leluasa.