
Di seluruh Sekte-sekte besar, merasakan fenomena alam dengan penuh kengerian dan ketakutan. Mereka yang berada di tingkat Pendekar Dewa sekalipun tidak menduga situasi ini terjadi begitu saja.
Di Sekte Belati Merah, saat ini juga sedang mengalami hujan badai yang sangat menakutkan. Bahkan seluruh Penatua hingga Patriark Fang Yuan tengah keheranan. Gejala ini baru pertama kali mereka alami, kekuatan alam yang begitu dahsyat setidaknya sudah merusak beberapa bangunan utama Sekte.
Namun di tengah keterkejutan mereka, Pedang Spiritual kepunyaan Lei Tian yang berada di Aula Utama Sekte bergerak dan bergetar dengan hebat. Getaran dari kekuatan pedang tersebut juga tidak kalah menakutkan dengan kondisi cuaca di luar ruangan.
"Anak itu masih hidup, lihatlah" Patriark Fang Yuan berkata dengan penuh semangat, ia menyadari jika pusaka spiritual akan bereaksi jika terjadi dengan tuannya.
Penatua Song Gui, Penatua Mu Chen dan juga yang lainnya menatap ke arah Pedang Spiritual milik Lei Tian tersebut. Pedang yang begitu mempesona tersebut kini melayang di udara, dalam hitungan detik berikutnya pedang tersebut terbang dengan kekuatan yang sangat cepat meninggalkan gelombang kekuatan yang menakutkan.
__ADS_1
Segera para Penatua dan Patriark Fang Yuan menatap penuh ketidakpercayaan, mereka hanya bisa saling pandang tanpa bisa mengerti lebih jauh apa yang saat ini tengah terjadi.
"Sepertinya fenomena alam ini berhubungan dengan muridmu" Patriark Fang Yuan berkata penuh kekaguman ke arah Penatua Song Gui.
Penatua Song Gui hanya terdiam, jiwanya jelas merasakan keterkejutan yang sangat luar biasa. Muridnya sudah terlalu sering membuatnya terkejut, apalagi ia yang kini sudah dikabarkan meninggal.
Lei Tian yang kini sudah menerobos ke ranah Pendekar Keabadian tingkat menengah, mulai menstabilkan kekuatannya. Pedang Spiritual dan Belati Merah kini bergerak memutari tubuh Lei Tian dengan patuh, beriringan dengan hal tersebut cuaca mulai cerah kembali. Cahaya matahari yang semula seperti tenggelam kini muncul kembali membuka ketenangan di dunia fana.
"Ku ucapkan selamat atas pencapaianmu yang sangat luar biasa ini, kelak di masa depan kau jangan melupakan aku" Kakek Akong tersenyum bahagia, ia menyadari dengan kemampuan Lei Tian yang luar biasa akan mengguncang dunia kultivator.
__ADS_1
"Jika sebelumnya aku gagal meraih ke Puncak Keabadian, maka aku yakin ia akan menggapainya hanya dalam waktu beberapa tahun lagi" Akong menggelengkan kepala pelan, ia menatap Lei Tian yang masih bergeming dengan kekuatan barunya.
Tidak lama kemudian Lei Tian kemudian membuka kedua matanya, ia bisa merasakan kekuatan barunya memang sangat dahsyat. Setelah berhasil menekan kekuatannya, ia segera turun ke atas permukaan tanah.
"Aku merasa pencapaian dirimu terlalu luar biasa, padahal aku hanya memberikan beberapa petunjuk sederhana saja" Akong tersenyum canggung.
"Terimakasih Kakek" Lei Tian berkata dengan tulus, tentu ia juga merasakan pencapaiannya karena bantuan dari pria sepuh yang berada di depannya tersebut.
Akong sangat bangga bisa menemukan Lei Tian ditempatnya sendiri, dengan kekuatan yang dimiliki oleh Lei Tian ia seolah memiliki rahasia yang sangat dalam. Bahkan dalam kurun waktu hampir dua tahun ini, ia sulit memahami kondisi tulang Naga yang dimiliki oleh Lei Tian.
__ADS_1
Selain kekuatannya, Lei Tian juga memiliki adat kesopanan dan tidak memiliki sifat sombong. Hal ini tentu sangat langka dimiliki oleh kultivator muda yang biasanya sangat mengandalkan kekuatan untuk menindas orang lain.