Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Pertarungan Pembuka


__ADS_3

"Patriark, ini adalah Tuan muda yang aku maksud. Ia bernama Lei Tian, putra Patriark Lei Yun Xi di masa lalu" ucap Mu Xianji memperkenalkan Lei Tian.


Patriark Bho Chah sangat terkejut dengan kemunculan Lei Tian yang tiba-tiba, lalu ia berkata.


"Apakah kamu yang sebelumnya membunuh orang-orang dari Sekte Serigala Hitam?"


Mendengar perkataan Patriark Bho Chah, semua orang terdiam, suasana kepanikan yang ada akhirnya mampu teredam menunggu klarifikasi dari seorang pemuda yang baru saja muncul.


Wajah Liu Shuai tampak pucat, melihat Lei Tian pada situasi seperti ini membuatnya semakin tidak mengerti. Apalagi pertanyaan Patriark Sekte Pedang Emas yang secara terbuka tersebut membuat semua pihak bisa mendengarkannya.


Di pihak yang berbeda, Chi Luk Bha dan orang-orang dari Sekte Serigala Hitam dengan aliansinya ikut memperhatikan dengan serius. Selain mereka juga sedikit terkejut dengan kemunculan Mu Xianji yang selama ini tidak pernah terlibat urusan Sekte beladiri, mereka juga terasa asing dengan kemunculan seorang pemuda yang bernama Lei Tian.


"Bukankah itu Pedang pusaka yang kita cari?" bisik seorang Tetua kepada Patriark Chi Luk Bha.


Patriark Chi Luk Bha menatap lekat pedang yang kini menggantung di punggung pemuda yang baru muncul tersebut. Dalam pandangannya jelas jika pemuda tersebut yang menyebabkan kekacauan rencananya, adapun penyerangan terhadap Sekte Pedang Emas hanyalah menunggu waktu saja.


"Benar, saya adalah orang yang membunuh para bajingan tersebut" jawab Lei Tian dengan santai.


Bagai disambar petir di siang hari, ribuan orang yang mendengar perkataan Lei Tian menjadi terperangah. Pengakuannya yang begitu santai membuat situasi yang semula penuh ketegangan berubah menjadi suasana hening selama beberapa saat.


"Kau cukup hebat, namun lihatlah akibat perbuatanmu banyak orang yang kini siap bertaruh nyawa" ujar Patriark Bho Chah dengan menahan rasa jengkel.


"Saya mohon maaf jika masalah sampai seperti ini, Patriark tidak usah khawatir biarkan saya membereskan orang-orang dari Sekte Serigala Hitam" ucap Lei Tian dengan penuh keyakinan.


Setelah mengatakan hal tersebut, aura Pendekar Dewa dari tubuhnya ia keluarkan tanpa tertahan lagi. Lima orang Penatua yang berada di dekatnya berdecak penuh kekaguman, seorang pemuda bisa-bisanya memiliki kekuatan yang setara dengan mereka.


"Hai anak muda, pantas saja kau memiliki keberanian untuk membunuh orang-orang ku. Rupanya Paviliun Ungu menyembunyikan kartu tersembunyi dengan sangat baik" ucap Patriark Chi Luk Bha sambil menatap ke arah Mu Xianji.

__ADS_1


"Sebenarnya aku ingin memburu kalian, namun siapa sangka kalian malah datang menjemput kematian" ujar Lei Tian dengan angkuh.


"Meskipun kekuatanmu berada pada ranah Dewa namun hal itu belum cukup untuk membuatku mengeluarkan tiga puluh persen saja kekuatanku untuk meladeni mu" ucap Chi Luk Bha penuh percaya diri.


Lei Tian tentu saja menyadari perbedaan kekuatan antara dirinya dengan Patriark Sekte Serigala Hitam tersebut, namun ia juga tidak takut untuk bertarung satu sama lain. Ia juga ingin mencoba batas kemampuannya berhadapan dengan orang yang lebih kuat dengannya.


"Semuanya masih belum bisa ditentukan, sebagai orang yang sudah tua bangka seharusnya kau bisa berkaca" ucap Lei Tian dengan provokasi berlebih.


"Tampaknya anak ini sangat berani" gumam Patriark Bho Chah di dalam hatinya.


"Kurang ajar, sebaiknya kau segera mati" ucap Patriark Chi Luk Bha sambil menunjuk seorang Tetua untuk memberikan pelajaran kepada Lei Tian.


Seorang Tetua yang memiliki ranah kekuatan yang sama dengan Lei Tian maju ke depan, tatapannya membawa aura membunuh yang mengerikan lalu berkata.


"Kamu belum memenuhi syarat untuk menghadapi Ketua kami. Mulutmu terlalu busuk.. Aku akan memberikan pelajaran agar kau cepat mampus".


Lei Tian mencibir, lalu maju ke depan Tetua tersebut tanpa basa-basi sambil melayangkan pukulannya yang mengandung kekuatan besar bagai naga yang keluar dari tempat tersembunyi.


Melihat aksi Lei Tian, ekspresi Tetua dari Sekte Serigala Hitam tersebut berubah. Mulanya ia meremehkan Lei Tian yang bermulut besar, namun kini ia terpaksa mengeluarkan energi Qi nya dan menyiapkan serangan balasan untuk menahan tinju Lei Tian yang mengerikan.


"Baaamm"


Hantaman dua pukulan kuat beradu di udara, gelombang energi menyebar hingga ke sekeliling menjadi pusat perhatian di antara pendekar dewa.


Lawan Lei Tian merasakan kekuatan yang sangat besar menyerang dirinya, tubuhnya tidak dapat menahan efek serangan pembuka tersebut hingga mundur secara berturut-turut.


Seluruh orang jelas melihat pertarungan ini, dengan jelas mereka memandang Lei Tian yang masih berdiri kokoh setelah pertukaran serangan tersebut.

__ADS_1


Tanpa membuang kesempatan Lei Tian sudah bergerak kembali menuju tubuh Tetua Sekte Serigala Hitam tersebut dan memukul dadanya dengan lututnya.


"Bugh"


Serangan telak mengenai dada Tetua tersebut, membuatnya tidak kuat menahan lagi, mulutnya mengeluarkan darah segar lalu jatuh ke tanah dengan kondisi mengenaskan.


Pemandangan ini membuat semua orang terperanjat, bahkan Liu Shuai seolah berada di dalam mimpi saat menyaksikan Lei Tian dengan mudahnya menghajar seorang Tetua yang berada pada ranah Pendekar Dewa.


"Dasar lemah" ucap Lei Tian meremehkan sambil menginjakkan kakinya dengan keras ke dada Tetua tersebut.


"Kraak"


Terdengar suara tulang rusuk yang patah, sebelum akhirnya Tetua tersebut kehilangan nyawa sambil melotot tidak percaya.


"Mati..."


Seorang Tetua meregang nyawa di hadapan banyak orang, Patriark Chi Luk Bha menatap penuh rasa enggan. Kejadian yang begitu cepat membuat orang-orang tidak bisa mencampuri pertarungan pembuka begitu saja.


"Kurang ajar" maki Patriark Chi Luk Bha sambil mendengus dingin.


Dari sepuluh orang Pendekar Tingkat Dewa yang ia bawa kini satu orang telah tewas begitu saja. Dirinya terlalu meremehkan anak muda yang berada di depannya, padahal sebelumnya juga ia telah menghabisi orang-orang dari kelompoknya.


Beberapa orang Tetua Sekte Serigala Hitam tidak dapat menerima kekalahan begitu saja, lalu memandang ke arah Patriark Sekte untuk meminta persetujuan.


Sementara dari pihak Sekte Pedang Emas merasakan kegembiraan atas tewasnya seorang Tetua dari pihak lawan. Mereka yang semula mempertanyakan kehadiran sosok Lei Tian kini mulai bersiap maju untuk berjuang bersama-sama.


Lei Tian memperhatikan Mu Xianji yang siap maju juga untuk melindungi dirinya, namun ia menggelengkan kepala dan memberikan kode agar Mu Xianji fokus pada rencana awal.

__ADS_1


Mu Xianji dan tujuh pengawal pribadinya hanya bertugas melawan sepuluh orang Pendekar Tingkat Langit yang berasal dari Sekte Gagak Iblis yang saat ini ikut bergabung. Lei Tian tidak mau kecolongan apalagi sampai kehilangan kesempatan hingga kehilangan nyawa orang-orang yang ia kenal.


__ADS_2