
Lei Tian berjalan menuju Gerbang Akademi Kekaisaran, memandangnya sejenak lalu menggeleng pelan. Bersamanya kini berdiri dua orang wanita tercantik, Qin Qian dan juga Li Yifei.
Di depan tatapan banyak orang Lei Tian menghentikan langkahnya, lalu berkata.
"Sesepuh mohon izin, aku sudah datang"
Beberapa detik kemudian dua pria berjubah hitam muncul, tidak ada yang dapat merasakan aura kedatangannya kecuali Lei Tian yang sejak awal sudah mengetahui keberadaan Zu Kai dan juga Qin Zang.
"Anak muda, sepertinya kami yang sudah sepuh ini harus benar-benar mengikuti jejak Akong" terdengar suara Qin Zang, tubuh tuanya kini terlihat lebih bersemangat dari sebelumnya.
"Kau juga benar-benar menepati janji mu untuk datang ke tempat ini" timpal Zu Kai dengan ramah.
Melihat keberadaan dua sesepuh yang sangat sulit dijumpai membuat seluruh orang yang menyaksikan keadaan ini menjadi terguncang, Qin Zang yang tak muncul meski Istana Kekaisaran direbut tapi dengan santainya ia menyapa Lei Tian.
Bahkan Kaisar Qin Lau saja tidak berani menatap sesepuh keluarga Qin tersebut, namun ia melihat jika putrinya yang kini tengah bersama Lei Tian berada dalam posisi yang lebih baik darinya.
"Cucuku.. Pilihan mu terlalu mengerikan.. Hahaha" Qin Zang menyentuh bahu Qin Qian, menatapnya dengan hangat.
Qin Qian hanya tersenyum malu, namun kebanggaan di dalam hatinya tidak bisa ia pungkiri. Lei Tian yang sangat luar biasa kini sudah mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak.
"Sesepuh, untuk sementara aku mohon izin untuk membenahi Akademi Kekaisaran" Lei Tian mengungkapkan rencananya, ia tidak sungkan kepada kedua orang Tetua tersebut.
"Tentu saja, lakukan menurutmu yang terbaik. Dari semenjak didirikan sampai kini tidak banyak yang terjadi yang sesuai dengan tujuan tempat ini didirikan" jawab Qin Zang dengan santai, ia dan Zu Kai memang sebelumnya sudah berencana menyerahkan Akademi Kekaisaran kepada pemuda tersebut.
"Baiklah jika begitu, aku akan memulainya dari sekarang. Aku khawatir akan ada pergerakan dari wilayah Fei, oleh karena itu pertahanan yang terbaik bukan menyerang tetapi mempersiapkan segalanya dengan matang dan membuat musuh terkubur dengan pengetahuannya yang buntu" Lei Tian berkata dengan jujur, apa yang dikatakan oleh Yang Mi sebelumnya harus ia sikapi dengan baik.
Meskipun Lei Tian masih mampu berhadapan dengan lima pendekar keabadian lainnya, tetapi ia juga memikirkan keselamatan orang-orang yang berada di bawah pengawasannya. Apalagi dua ratus orang murid dalam yang ia minta sebelumnya dari Sekte, oleh sebab itu ia akan memulai rencananya dimulai dari mereka semua.
__ADS_1
Qin Zang dan Zu Kai kini berada di sisi Lei Tian, membuat dukungan terhadap pemuda tersebut sebagai penguasa tunggal Kekaisaran Qin. Lei Tian hari ini benar-benar datang ke Akademi Kekaisaran, bukan sebagai murid yang tidak sempat ia rasakan melainkan sebagai pengatur sekaligus penguasa Akademi yang sangat disegani tersebut.
Setelah Akademi Kekaisaran dibersihkan dari orang-orang yang mendukung Shio Mei, kini tempat tersebut sudah benar-benar bersih dari pihak-pihak yang terlibat dalam aksi pemberontakan sebelumnya. Mereka semua dipisahkan lalu dibawa ke penjara bawah tanah sambil menunggu hukuman yang akan dijatuhkan.
Lei Tian yang kini sudah mendapatkan hak penuh untuk mengurusi Akademi Kekaisaran segera bergerak cepat, ia memanggil Mu Xianji dan juga beberapa orang yang mengerti bahan herbal untuk menyiapkan sejumlah bahan yang diperlukan oleh Lei Tian.
Meskipun setelah pertarungan melawan Yang Mi ia belum beristirahat tetapi dirinya tidak menghiraukan pribadinya sendiri, seperti berpacu dengan waktu ia terus bekerja memikirkan suatu rencana besar untuk menghadapi peristiwa besar yang menurutnya akan terjadi beberapa hari lagi.
Sementara Lei Tian sedang berpikir keras, dua wanita nya terlihat akrab dengan Shui Niao dan juga Liu Shuwan. Empat orang wanita yang kini menjadi bagian hidup dari Lei Tian itu tidak segan-segan bersenda gurau mengisi keceriaan Akademi Kekaisaran yang biasanya tampak sepi.
Dengan bantuan sumberdaya Akademi Kekaisaran, bahan-bahan yang diperlukan oleh Lei Tian kini tersedia saat hari sudah malam, sementara untuk bahan tertentu Lei Tian akan mencarinya di tempat Akong sekaligus akan mengajak sesepuh Zu Kai dan juga Qin Zang untuk berkunjung.
Lei Tian dengan segera mengeluarkan keahliannya untuk membuat ramuan dalam jumlah besar, ia akan melakukan hal yang spektakuler berupa menciptakan pendekar Tingkat Langit yang berasal dari murid dalam Sekte Belati Merah. Mereka umumnya masih berada di Tingkat Kaisar dan sebagian lainnya berada pada ranah Pendekar Bumi, jadi Lei Tian membutuhkan proses tambahan sebelum mereka menjadi Pendekar Dewa. Dalam ide gilanya ia akan mengisi Akademi Kekaisaran dengan dua ratus orang Pendekar Tingkat Dewa yang berasal dari Sekte Belati Merah, dengan demikian sebagai pemimpin Sekte tersebut Lei Tian sudah melakukan terobosan terhadap Sekte yang dipimpinnya. Setelah urusan Ibukota selesai barulah ia membenahi Sekte, membawanya sebagai Sekte terbesar di Benua Timur.
Hingga tengah malam, barulah Lei Tian selesai membuat ramuan untuk meningkatkan Tenaga Dalam yang pernah ia berikan kepada orang-orang yang berada di Sekte Perisai Api pada waktu sebelumnya. Peningkatan kekuatan yang diharapkan kali ini bertahap, setelah kekuatan mereka stabil di tingkat Pendekar Langit barulah Lei Tian melanjutkan ke tahap berikutnya.
Dua ratus orang murid dalam di tambah dengan Shan Yuze dan Yun Zixin, bersiap dalam keadaan kultivasi di lapangan beladiri Akademi Kekaisaran, sebelumnya mereka sudah dikumpulkan di tempat itu untuk menerima arahan dari Lei Tian. Tanpa banyak bertanya mereka menjalankan instruksi dari Lei Tian, selain ramuan penambah tenaga dalam di hadapan mereka juga terdapat puluhan Batu Roh.
"Akhirnya selesai juga" batin Lei Tian pelan, setelah seharian berjibaku akhirnya ia tiba di kamar Qin Qian.
Setelah membersihkan diri ia segera menghampiri wanita tercintanya tersebut, sementara urusan murid-murid yang sedang meningkatkan kekuatan ia serahkan kepada Penatua Song Gui dan juga Penatua Mu Chen. Sementara para Tetua dan Patriark Sekte Pedang Emas dan juga Patriark Perisai Api tampak mengobrol akrab membahas perkembangan yang baru saja terjadi.
Beberapa petinggi Keluarga Qin juga tampak mulai berdatangan dan membahas acara pernikahan Putri Qin Qian dengan Lei Tian. Bahkan dalam acara tersebut juga akan dilangsungkan dengan dua pengantin wanita dan satu pengantin pria. Dalam hal ini Lei Tian akan menikahi putri Qin Qian dan juga Li Yifei sekaligus, acara juga akan digelar dalam kurun waktu satu minggu dari sekarang.
Ide ini juga sebenarnya dimiliki oleh Lei Tian, ia tidak hanya ingin menggelar acara pernikahan tetapi juga ingin menjebak para pendekar keabadian dari wilayah lain untuk datang ke Akademi Kekaisaran Qin, mereka tentunya akan berpikiran jika Lei Tian sedang lengah karena memikirkan acara pernikahan yang rencananya akan digelar secara meriah tersebut.
"Gege, sepertinya kau nampak lelah?" tanya Qin Qian di dalam kamarnya.
__ADS_1
"Tidak lagi setelah aku bertemu denganmu" jawab Lei Tian sambil tersenyum penuh makna.
Tidak diragukan lagi, keduanya melakukan kultivasi ganda kembali. Setelah sebelumnya Lei Tian bersama dengan Li Yifei, kini giliran Qin Qian yang menjalani aktivitas menyenangkan tersebut. Hingga hari berganti, kini keduanya masih asyik memadu kasih.
Dengan segala pencapaian yang dihasilkan oleh Lei Tian membuat Qin Qian merasakan kebahagiaan lahir batin, hingga penerobosan dirinya pun tidak bisa dihindarkan. Dengan memanfaatkan kondisi keduanya kini kekuatan Qin Qian memasuki ranah Pendekar Dewa tingkat menengah. Sementara Lei Tian pun mengalami penambahan energi yang cukup signifikan, staminanya yang banyak terkuras kini kembali bertambah kuat seiring lamanya kultivasi ganda yang ia lakukan.
Kabar kebangkitan Lei Tian dengan cepat menyebar ke berbagai wilayah Kekaisaran Qin, kabar hancurnya dinasti Yang juga sudah menyebar dengan cepat berbarengan dengan melejitnya nama Lei Tian. Berita luar biasa ini memiliki efek yang sangat luar biasa, banyak orang yang ingin datang dan menyaksikan Lei Tian secara langsung ke Ibukota Kekaisaran.
Dari malam hingga pagi-pagi sekali sudah banyak warga dan kelompok tertentu yang sudah berkumpul di Kota Miayang, mereka semua tidak sabar ingin mendengar dan melihat secara langsung idola mereka yang selama ini dikabarkan telah meninggal. Hanya saja ketatnya penjagaan membuat mereka tidak leluasa memenuhi hasrat keinginan tahuannya, namun dari para prajurit mereka dapat mendengar pengakuan tentang kejadian yang baru saja berlangsung.
"Sesepuh, mari kita berangkat" ucap Lei Tian, menghiraukan semua keadaan ia sudah bersiap menuju tempat Akong.
"Memang luar biasa, kau sepertinya tidak mengalami kelelahan sedikitpun" ucap Zu Kai sambil tersenyum.
"Itu karena aku rajin berkultivasi" jawab Lei Tian dengan tenang.
"Ha ha ha.. Sudahlah, mari kita segera berangkat" ucap Qin Zang dengan ekspresi tidak sabar.
Sudah lama sekali ia tidak berjumpa dengan rekannya, sejak Akong menutup diri ia tidak mau dijumpai oleh siapapun. Namun dengan adanya Lei Tian mereka memiliki kesempatan untuk berjumpa dengan salah satu Pendekar Keabadian terkuat.
Beberapa detik berikutnya, tiga berkas cahaya terbang menuju arah timur. Dengan kecepatan yang sangat cepat tidak membutuhkan satu tarikan napas bagi mereka untuk tiba di tempat pribadi kediaman Akong.
"Salam Kakek" ucap Lei Tian sesaat dirinya mendarat di depan mulut Gua.
"Sesuai dugaanku, kau memang luar biasa" jawab Akong menjawab sapaan Lei Tian.
"Sepertinya kau ingin membuat masa-masa tua kami tidak tenang" ucap Qin Zang menyapa Akong.
__ADS_1
"Hahaha.. Kalian duduklah dulu. Nanti kita akan berbincang banyak, sepertinya bocah ini memerlukan sesuatu dariku" ucap Akong sambil menatap Lei Tian dengan senyuman.