Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Kemarahan Qin Qian


__ADS_3

Shio Mei sangat syok melihat pemandangan di depan matanya tersebut, dengan kekuatan pemuda di depannya ia mau tidak mau menahan kengerian yang selama ini tidak pernah terbayangkan dalam hidupnya. Pemuda yang sebelumnya pernah ia bunuh, pada kenyataannya tengah berada di depannya dalam keadaan segar bugar tidak kurang satu apapun. Apalagi dengan keberadaan Li Yifei dan juga Putri Qin Qian yang seharusnya sudah meninggal malah sudah berada pada kekuatan pendekar tingkat dewa, keadaan ini sudah berada di luar fantasi terliarnya sekalipun.


Apalagi pada saat ini ia juga dapat melihat kekuatan empat pendekar Dewa yang hampir setingkat dengannya, membayangkan hal ini saja sudah membuatnya merasa seperti gila. Zu Sanfeng, Mu Xianji dan juga Patriark Bho Chah serta Qin Zang berdiri tegak seperti pilar yang menatap ke arah Shio Mei dengan kejam.


"Sejak kapan ranah Pendekar Dewa menjadi begitu banyak?" ucap Shio Mei penuh ketakutan, jiwa otoriternya dalam sekejap berubah menjadi ketakutan.


Meskipun saat ini ia tidak dapat merasakan kekuatan pemuda yang sangat dicintai oleh putrinya di masa lalu tersebut, namun entah mengapa ia juga merasakan ketakutan tak berujung saat memandang ke arah Lei Tian.


Pada saat ini, Jenderal Yang Sheng yang berstatus sebagai suami Zhao Yusi hanya terdiam. Melihat kehadiran Lei Tian yang diikuti oleh beberapa orang yang Petinggi Sekte bukanlah hal yang bisa ia atasi. Namun ia juga menyadari jika dirinya tidak akan mungkin bisa selamat dari kondisi dimana ia akan dihabisi tepat di hari pernikahannya.


"Tolong... Ampunilah nyawaku, silahkan miliki kembali Zhao Yusi" ucap Jenderal Yang Sheng dengan ketakutan, demi menyelamatkan nyawanya ia rela melepaskan Zhao Yusi dengan berkata tidak tahu malu.


"Apakah kau masih pantas disebut seorang pria?" ucap Lei Tian berkata dengan dingin, berbarengan dengan perkataannya sebuah belati melesat dengan cepat ke leher Yang Sheng.


Dalam hitungan detik belati yang menancap dileher Jenderal Yang Sheng memaku tubuhnya hingga ke dinding Gerbang Akademi Kekaisaran. Tubuh Jenderal muda tersebut menggantung beberapa meter menancap di dinding tanpa ada satupun yang bisa menolongnya hingga ia tewas dengan mengenaskan.


"Kenapa kau melakukan ini?" tanya Zhao Yusi dengan nada gemetar, walau bagaimanapun dengan kematian Yang Sheng ia sudah menjadi janda hanya dalam beberapa jam setelah menikah.


"Tanyalah sama Shio Mei, wanita yang selama ini kau agungkan" balas Lei Tian dengan santai.

__ADS_1


Lei Tian tidak menahan diri, jika sebelumnya Li Yifei tidak bercerita mungkin ia masih memiliki perasaan kepada Zhao Yusi, namun setelah mendengar cerita dari Li Yifei yang hampir mati di tangan Zhao Yusi membuat Lei Tian kehilangan simpati kepada wanita yang ia kira akan menjadi jodohnya di masa depan. Li Yifei adalah wanitanya, siapapun yang pernah menyakiti wanitanya maka Lei Tian akan bertindak kejam.


Shio Mei yang menyadari jika harinya juga akan berakhir, tidak bisa menahan keterkejutan sekaligus ketakutan, di bawah rasa panik bibirnya pun terangkat dan berkata.


"Bagaimana kau bisa selamat dari tapak sutra?" ucap Shio Mei tanpa sadar.


Bagai disambar oleh petir di siang bolong wajah Zhao Yusi semakin terlihat pucat, ucapan ibunya barusan secara tidak langsung sudah mengindikasikan jika ibunya lah pelaku pembunuhan sebenarnya terhadap pria yang sangat ia cintai, pria yang sebelumnya ia jadikan pegangan untuk menjadikan dirinya kuat.


"Jika kau pikir hal itu bisa membunuhku maka kau terlalu naif dengan kemampuan mu" ucap Lei Tian yang memiliki tulang Naga, dengan kemampuan tubuhnya ia tentu saja bisa selamat dari apapun marabahaya yang menimpanya.


"Ibu, jadi benar jika selama ini kau yang telah membunuh Lei Tian?" tanya Zhao Yusi dengan tatapan rumit.


"Dasar wanita busuk! Setelah aku melihat aksi hinamu saat membunuh Tian Gege, justru kau malah menghancurkan kultivasiku hingga aku diusir dari Akademi Kekaisaran. Untungnya langit masih berpihak kepadaku dengan mempertemukan diriku kepada Tian Gege hingga aku berhasil kembali dan memiliki kekuatan yang lebih dahsyat dari yang sebelumnya" ucap Li Yifei lagi, segala bentuk kekesalannya hari ini ingin ia tumpahkan seluruhnya.


Shio Mei dan yang lainnya bisa merasakan jika dua wanita lemah yang mengapit Lei Tian kini sudah menjadi pendekar tingkat Dewa hanya dalam beberapa hari saja semenjak mereka dinyatakan meninggal.


"Tidak semua rencana busukmu bisa berjalan dengan mulus, aku yang sebelumnya ingin kau lenyapkan juga pada akhirnya malah tetap hidup dan memiliki kekuatan yang yang tidak pernah aku kira sebelumnya" timpal Qin Qian dengan nada penuh kebencian memandang Shio Mei.


"Gila.. Gila... Hahahaha" teriak Shio Mei meracau, ia sudah tidak mungkin selamat, sambil menunggu waktu ia hanya berharap jika sesepuh Yang Mi akan datang membantunya.

__ADS_1


Sementara itu Chen Kun yang menyadari perubahan situasi yang tidak menguntungkan segera bersiap untuk lari. Sebagai pengawal pribadi Kaisar Qin Lau ia adalah orang yang bertanggung jawab atas pemberontakan Shio Mei beberapa waktu yang lalu.


Mengetahui jika Chen Kun hendak melarikan diri, Qin Qian memicingkan matanya dengan tajam. Sebagai orang yang paling ia cari, keberadaan Chen Kun harus ia habisi demi membalas kematian ibunya.


"Qian'er terima lah" ucap Lei Tian sambil berbarengan dengan keluarnya pedang Spiritual dari dalam sarungnya.


"Woossh"


Tubuh Qin Qian segera bergerak dengan cepat, mengambil pedang spiritual yang baru saja disodorkan oleh Lei Tian.


"Zlassshh"


Dalam satu gerakan kepala Chen Kun terpisah dari kepalanya, sementara Shio Mei dan yang lainnya hanya bisa menonton. Tekanan energi yang dikeluarkan oleh Lei Tian telah mengunci tubuh Shio Mei, sehingga wanita tersebut semakin berkeringat dingin menyaksikan tubuhnya seperti terpaku dalam keputusasaan.


Seluruh murid Akademi Kekaisaran yang ikut hadir menyaksikan hal ini tentu tercengang, wanita yang terkenal pendiam itu berubah menjadi pembunuh mengerikan dalam waktu singkat.


"Hemmm.. Tampaknya kau cocok menggunakan pedang tersebut" ucap Lei Tian memuji gerakan Qin Qian.


Sebagai seseorang yang akrab dengan Sekte Pedang Emas dan juga sebagai cucu dari Qin Lang maka sudah sepatutnya jika Qin Qian memiliki bakat berpedang yang bagus. Bahkan Qin Lang dan Zu Sanfeng yang ikut menyaksikan aksi Qin Qian berdecak kagum, bakat alaminya bisa membawa kejayaan keluarga Qin di masa depan.

__ADS_1


Qin Qian hanya terdiam, lalu kembali ke samping Lei Tian dengan tatapan yang masih penuh aura membunuh, ini adalah pertama kalinya ia membunuh orang. Dengan kekuatannya yang sudah berada di ranah Pendekar Dewa ternyata sangat bermanfaat baginya, membunuh pendekar langit semudah membelah tahu.


__ADS_2