
Jika mengacu kepada kitab ini, maka ramuan yang diberikan oleh Akong kepadanya adalah ramuan herbal tingkat tinggi. Ramuan yang ternyata bisa digunakan oleh kultivator yang akan menembus ranah keabadian.
"Jika seperti ini bukankah menciptakan pendekar keabadian tidak terlalu sulit? Apalagi jika hanya sebatas pendekar tingkat dewa?" batin Lei Tian yang penuh keterkejutan, matanya membulat memandang ke arah lembaran kitab.
Setelah membaca kitab ini, barulah pemahaman Lei Tian terbuka dengan lebar, namun hal yang tidak bisa ia pahami adalah mengapa di Sekte Belati Merah tidak terdapat divisi yang menangani pengobatan atau pengembangan herbal. Padahal dengan pemahaman ini, Sekte dapat berkembang tanpa harus selalu bergantung pada Batu Roh yang biasa ditambang dari Gunung Bishou. Karena hal itu juga yang menyebabkan Penatua Song Gui berpesan kepadanya agar dapat berprestasi di Akademi Kekaisaran dan mendapatkan izin khusus terkait pengelolaan sumberdaya Gunung Bishou yang menjadi markas Sekte Belati Merah.
Di sisi lain, Qin Qian yang menyaksikan Lei Tian sedang serius mempelajari isi kitab pemberian kakek Akong hanya bisa tersenyum penuh kebanggaan. Semangatnya dalam memecahkan permasalahan Sekte yang kini dipimpin oleh kakeknya, membuat Qin Qian kehabisan kata-kata dalam mengagumi lelaki yang selama beberapa hari ini menemaninya.
__ADS_1
"Pantas saja ia begitu kuat dan selalu mengejutkan orang-orang, ternyata ia selalu bekerja keras dan penuh semangat dalam mengejar harapannya" gumam Qin Qian di dalam hatinya.
Dua hari pun berlalu dengan cepat, selama itu pula Lei Tian larut dalam pemahamannya terkait materi yang terdapat dalam kitab obat pemberian Kakek Akong. Qin Qian sebagai pasangannya sangat mengerti kondisi Lei Tian, sesekali ia menyapa sambil mengantarkan teh dan makanan untuk menemani Lei Tian yang sedang mempelajari kitab tersebut tanpa henti.
Pemahaman ilmu obat-obatan sangat sulit, berbeda dengan ilmu beladiri yang bisa langsung dipraktekkan. Pada ilmu pengobatan, Lei Tian harus terlebih dahulu menghafal dan membedakan jenis tanaman berdasarkan fungsi dan ciri-cirinya. Selain itu ia juga harus mampu mengidentifikasi jenis tanaman berdasarkan sifatnya, keberadaan serta kandungan di dalamnya.
Di Akademi Kekaisaran, tempat dimana Lei Tian seharusnya berkembang dan berkarir di Kekaisaran Qin tengah menghadapi polemik. Hal ini terkait dengan kondisi Li Yifei yang kian hari kian terpuruk, selama beberapa kali ajang uji bakat dan penampilan dirinya berada pada posisi paling bawah dan malah kehilangan energi Qi pada setiap kali latihan.
__ADS_1
Li Yifei tentu tidak mengetahui hal yang tengah menimpanya, ia hanya mengira permasalahan yang menderanya secara internal saja. Padahal masalah utamanya justru pada eksternal, dimana dirinya sedang dihancurkan secara perlahan. Dalam tempo waktu tersebut juga Li Yifei yang dulu dikenal sebagai murid paling jenius di generasinya berubah menjadi murid sampah yang menghamburkan sumberdaya Akademi.
Apalagi setelah Kekaisaran Qin tumbang, Shio Mei menunjuk Chen Kun sebagai kepala divisi yang mengurusi sumberdaya. Dengan menguasai keperluan logistik, maka Shio Mei dapat dengan mudah mengendalikan sumberdaya terbaik untuk orang-orang yang mendukungnya.
Semua skema kebusukan ini dicermati dengan baik oleh Li Yifei, hanya saja ia tidak dapat berbuat apa-apa. Ia bukanlah siapa-siapa dan tidak memiliki dukungan yang kuat, bahkan Sektenya sendiri pun mulai menjauhinya karena kemunduran kultivasinya.
Pada saat ini Li Yifei berpikiran ingin mencoba berkata jujur terhadap beban masa lalunya, namun ia bingung harus memulai dari mana dan kepada siapa menyampaikannya. Sementara waktu yang ia jelang di Akademi Kekaisaran semakin berat ia jalani, cibiran dan hinaan yang ia terima membuatnya ingin bunuh diri, apalagi sikap Sekte Teratai Ungu yang sebelumnya begitu memuja dirinya kini justru mengirimkan surat penarikan terhadap dirinya.
__ADS_1
Surat rekomendasi tersebut berisi tentang penarikan Li Yifei sebagai utusan dari Sekte, ia secara begitu saja diabaikan oleh Sektenya yang pernah membesarkan namanya. Sementara di pihak Sekte Teratai Ungu beranggapan jika kemunduran Li Yifei adalah aib, mereka tidak mau di tengah dukungan utama pihaknya terhadap Kekaisaran justru menjadi bumerang saat orang-orang mengetahui kondisi Li Yifei yang sesungguhnya.