
"Sialan" maki Kang Tao Gwe yang saat ini sedang marah.
Ketujuh tubuh ilusi milik Lei Tian, bergerak dengan lincah menghindari setiap pukulan yang mengarah kepadanya. Meski tidak melakukan serangan balik, namun tekanan yang diberikan oleh tubuh ilusi Lei Tian menyerupai tubuh aslinya.
Menurut pandangannya, pemuda yang di depannya tidak mungkin bisa mengalahkannya. Walau bagaimanapun dirinya adalah sosok murid inti yang sangat disegani, tak ada yang berani melawannya meski itu adalah murid inti lainnya.
"Ternyata kau terlalu lemah, kau tidak layak menghadapi jurus ku" ucap Lei Tian sambil menyatukan kembali dirinya.
Mulanya Lei Tian sangat penasaran dengan kekuatan murid inti lainnya, namun kini ia bisa memulainya dengan Kang Tao Gwe sambil menguji kekuatan barunya.
Detik berikutnya ketujuh tubuh ilusi memudar dan meninggalkan sosok asli dari pemilik tubuh, dengan senyum datar Lei Tian memandang hina ke arah Kang Tao Gwe.
"Jangan terlalu sombong" ucap Kang Tao Gwe sambil mengeluarkan sebuah tendangan keras ke arah Lei Tian.
"Huup"
Tubuh Kang Tao Gwe melompat ke udara dan mengeluarkan tendangan yang sangat keras ke arah Lei Tian, akibat energi yang dipancarkan oleh Kang Tao Gwe membuat udara di sekelilingnya terbelah.
Namun dengan santainya Lei Tian mengangkat telapak tangannya dan menangkis tendangan dari Kang Tao Gwe.
"Baaamm"
"Apa!?"
Kang Tao Gwe terkejut merasakan sesuatu yang aneh, kakinya seperti menendang batu besar. Pada saat yang bersamaan ia dapat merasakan jika kekuatan Lei Tian melonjak dengan cepat, momentum seperti ini sama seperti yang Kang Tao Gwe rasakan saat bertemu dengan gurunya.
Akibat tangkisan tersebut, tubuh Kang Tao Gwe terhempas beberapa meter jatuh dari udara.
"Braaakk"
Tubuh Kang Tao Gwe jatuh dengan telak mengenai pohon besar dan meninggalkan bekas kerusakan yang cukup besar. Kaki kanannya yang baru saja berhadapan dengan tangkisan tangan, kini seperti kaku dan mati rasa.
"Siapa kamu sebenarnya? Bagaimana mungkin ada murid yang memiliki kemampuan seperti dirimu?" tanya Kang Tao Gwe dengan ekspresi keheranan.
__ADS_1
Sambil berusaha bangkit, ia memandang ke arah Lei Tian dan mencoba memperhatikan dengan lekat. Rasa sakit di kakinya sudah tidak ia pedulikan, demi harga dirinya ia harus berjuang dengan sekuat tenaga.
"Kau bisa memanggilku murid Penatua Song Gui, Lei Tian" ucap Lei Tian penuh percaya diri.
"Apa? Bukankah kau sudah berakhir" ucap Kang Tao Gwe dengan tidak percaya.
Shui Niao yang ikut mendengar perkataan Lei Tian barusan, sedikit syok meski ia sudah menduga sebelumnya. Bayangan beberapa tahun lalu saat ia dikalahkan di pertandingan antar murid berperingkat di Paviliun murid luar masih membekas, bahkan sebelumnya ia berencana untuk membalas dendam akibat peristiwa tersebut.
"Kau terlalu percaya diri jika berkata seperti itu" ucap Lei Tian dengan tenang.
"Mampus lah kau!" teriak Kang Tao Gwe.
Sedetik kemudian tubuh Kang Tao Gwe melesat bagaikan peluru yang ditembakkan ke arah Lei Tian. Dari pinggangnya ia mengeluarkan belatinya dan menebaskan dengan ganas. Pada saat ini Kang Tao Gwe tidak hanya kehilangan harga dirinya, ia juga seperti kehilangan akal sehatnya.
Energi Qi yang dahsyat menyebar ke sekitar dan memancarkan aura membunuh yang pekat saat tiba di hadapan Lei Tian.
Lei Tian hanya mendengus dingin, ia sudah membaca serangan cepat yang baru saja dilakukan oleh Kang Tao Gwe. Ia memutar pergelangan tangan kanannya lalu mengambil belati dari pinggangnya dengan cepat.
"Trank"
"Trank"
"Baaamm"
Ledakan energi yang kuat terdengar terpaksa membuat Kang Tao Gwe mundur beberapa langkah ke belakang, ia tidak menduga jika Lei Tian memiliki tenaga Qi yang sangat besar hingga ia merasa bukanlah lawan dari sosok pemuda yang telah menyelamatkan Shui Niao.
Sadar dengan kekalahan yang sudah berada di depan mata, Kang Tao Gwe tidak mau berspekulasi lebih jauh. Sambil menstabilkan energi Qi nya, Kang Tao Gwe berusaha mencari kesempatan untuk melarikan diri.
"A.. Ampuni aku, aku berjanji akan memberikan apapun permintaan mu" ucap Kang Tao Gwe yang ketakutan.
Kang Tao Gwe sangat putus asa karena ia tidak menduga jika murid Penatua Song Gui yang dikatakan menghilang begitu saja kini muncul di hadapannya dengan kekuatan yang sangat mengerikan.
"Mengampuni mu? Ini adalah lelucon konyol yang pernah aku dengar" ucap Lei Tian sambil menatap dingin.
__ADS_1
"Lebih jauh lagi, aku lebih kuat dan lebih mampu darimu maka aku berhak memutuskan bagaimana nasibmu hari ini"
Ucapan angkuh Lei Tian membuat tubuh Kang Tao Gwe ketakutan, sambil menahan gemetar ia tidak bisa membantah apa yang baru saja ia dengar.
Sudah lumrah di dunia kultivator yang kuat akan menindas yang lemah, seperti yang ia lakukan terhadap Shui Niao. Ia tidak menduga jika keadaan berubah dengan cepat, Kang Tao Gwe tidak dapat mengantisipasi hal ini.
Lei Tian tidak pernah berpikir untuk mengampuni orang seperti Kang Tao Gwe, selain mencemarkan nama baik Sekte hal ini juga melanggar moral sebagai seorang kultivator yang memiliki hati nurani.
Setelah berhenti berbicara, energi Qi yang besar terkumpul di tangan kiri Lei Tian dan bergerak dengan cepat ke arah Kang Tao Gwe.
"Buuggh"
Pukulan kuat dari Lei Tian tepat mendarat di bagian perut Kang Tao Gwe.
"Aarrgghh"
Kang Tao Gwe menjerit kesakitan, secara refleks ia memegangi perut bagian bawahnya. Ia menatap ke arah Lei Tian penuh dengan keputusasaan.
"Apa yang kau lakukan padaku?" tanya Kang Tao Gwe yang sudah tidak dapat merasakan Qi dalam tubuhnya.
"Hanya mengurangi jumlah pecundang seperti dirimu" ucap Lei Tian sambil mengibaskan tangannya.
Lei Tian menyipitkan matanya, lalu mengangkat tangan kirinya menciptakan Qi melalui kekuatan internalnya, Naga Petir yang berada di dalam lautan kesadarannya seolah mengendalikan sebagian energi yang ada di dalam tubuhnya.
Energi tidak kasat mata segera menghantam tubuh Kang Tao Gwe dan membuatnya kembali terluka, darah segar pun merembes dari mulutnya sebelum ia pingsan tak sadarkan diri.
Shui Niao sangat terkejut dengan hasil pertarungan, sebagai murid dalam tentu ia mengetahui kekuatan Kang Tao Gwe. Tetapi setelah ia menyaksikan kekuatan Lei Tian barusan, maka ia semakin tidak mengerti dengan orang yang sudah mengalahkannya beberapa tahun lalu.
"Sungguh luar biasa, ia benar-benar telah berkembang dengan sangat jauh" gumam Shui Niao dengan penuh rasa kagum.
Sebagai murid inti, tentunya Kang Tao Gwe memiliki sumberdaya yang tidak sedikit. Apalagi Tetua Mu Chen adalah seorang kepala Paviliun murid dalam, tentu ia akan memperlakukan murid pribadinya dengan baik.
Lei Tian berjalan ke arah Kang Tao Gwe lalu mengambil cincin penyimpanannya, setelah memeriksanya sebentar lalu ia tersenyum puas.
__ADS_1