Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Kemunculan Leluhur Sekte Perisai Api


__ADS_3

"Tian Gege..." ucap Qin Qian yang khawatir, namun tiba-tiba sebuah tangan menghentikan dirinya yang semula ingin mendekati Lei Tian.


Orang itu tentu saja adalah Xue Meilin, sambil menahan Qin Qian ia juga bersikap bijak seolah memberikan kode kepada Tuan Putrinya tersebut.


Sementara itu Zu Sanfeng berekspresi rumit, ia tidak menyangka jika masalah akan berkembang sejauh ini. Walau bagaimanapun kekuatan dan intervensi para Tetua yang berpihak pada Patriark bukanlah hal yang bisa ia hadapi.


"Kakek, tolong izinkan aku bertindak. Sebagai seorang lelaki aku tidak akan membiarkan kekasihku diperlakukan seperti itu oleh orang-orang yang sebentar lagi menjadi mayat" Lei Tian berkata dengan dingin, meskipun suaranya terdengar tenang namun dimatanya seperti terdapat jurang yang sangat dalam.


Jantung Zu Sanfeng berdetak dengan kencang, ia merasa jika ucapan yang baru saja dikeluarkan oleh pemuda yang menjadi kekasih cucunya tersebut seperti palu penghakiman. Bahkan lebih dari itu, ucapannya benar-benar membuat tulang tua Zu Sanfeng bergetar menahan takut.


Tanpa menunggu jawaban dari Zu Sanfeng, tubuh Lei Tian kini sudah berada dua atau tiga langkah dari para tetua yang sebelumnya berkata kasar kepada Qin Qian.


Pemandangan ini jelas mengagetkan semua orang, bahkan sekalipun Qin Qian yang dari tadi terus memandangi tubuh kekasihnya dengan penuh konsentrasi.


"Apakah ia masih manusia?" batin Qin Qian yang bergidik ngeri.


Pada saat ini Lei Tian hanya menatap Tetua tersebut, namun detik berikutnya tubuh Tetua tersebut melayang ke udara dan meledak menjadi kabut darah hanya dalam sekejap.


"Boooommm"


"Boooommm"


"Boooommm"


"Boooommm"


Belum hilang kepanikan dan keterkejutan semua orang, tiga orang Tetua berikutnya pun mengalami kejadian serupa, tubuhnya melayang lalu berubah menjadi kabut darah tanpa meninggalkan jasad sedikitpun.

__ADS_1


Pada saat ini tidak ada fluktuasi energi yang keluar dari dalam tubuh Lei Tian, auranya masih sangat tenang dan tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut Lei Tian, hanya tatapan dingin yang membuat orang-orang tidak berani menatapnya.


Halaman kediaman yang semula riuh dipenuhi oleh semangat permusuhan kini menjadi hening dalam sekejap, suara ledakan keempat tubuh Tetua Sekte Perisai Api telah merubah keadaan menjadi sangat mencekam.


Zu Sanfeng yang melihat pemandangan ini hampir melompat kedua bola matanya, ia tidak menduga jika kekuatan Lei Tian yang dikabarkan sebagai pahlawan Kekaisaran Qin bisa sebesar ini. Bahkan Shio Mei saja tidak akan mampu membunuh pendekar dewa hanya dengan menatapnya.


Sementara itu Xue Meilin yang dari semula penasaran dengan kekuatan Lei Tian hampir dibuat gila, bagaimana pun ia jelas mengenal keempat Tetua yang baru saja menjadi kabut darah.


"Kuat... Kuat sekali" ucap Xue Meilin tanpa sadar.


Qin Qian juga tidak kalah terkejutnya, ini adalah pertama kali dirinya melihat pembunuhan. Namun hal yang dilakukan oleh kekasihnya jelas sudah tidak masuk akal dan berada di luar nalar semua orang.


Kini semua orang baru paham jika perkataan Qin Qian sebelumnya bukanlah isapan jempol, tapi kenyataan yang lebih menakutkan dari apapun juga.


Zu Feng yang semula arogan kini bergetar tidak karuan, tubuhnya melorot ke tanah seperti tidak memiliki tulang. Bahkan pakaiannya yang sudah beruban warna akibat percikan kabut darah dari para Tetua kini mulai bercampur bau pesing karena ketakutan menghadapi bahaya yang akan ia tanggung.


Pria sepuh itu adalah Zu Kai, ia jelas dapat merasakan fluktuasi energi yang ditimbulkan oleh pendekar keabadian seperti dirinya. Dalam sekejap ia melayang ke udara lalu bergerak seperti bayangan terbang ke arah Sekte yang pernah menjadi besutannya.


Tidak hanya Zu Kai, namun beberapa sesepuh Akademi Kekaisaran juga merasakan hal yang sama, energi pendekar keabadian sangat khas dan tidak bisa sembarang orang gunakan, apalagi radiusnya masih dekat dan tidak terlalu jauh.


Keadaan ini juga dapat dirasakan oleh Lei Tian, sesama pendekar keabadian jelas memiliki indera spiritual yang tidak dapat dirasakan oleh Pendekar Dewa sekalipun. Ia dapat merasakan kekuatan yang sama dengannya tengah meluncur ke arahnya dengan sangat cepat.


Lei Tian sengaja membiarkan tubuh Zu Feng yang sudah terhina, ia ingin memberikan pelajaran namun masih menghormati sosok leluhur Zu yang merupakan masih satu garis keturunan dengan wanita yang kini menjadi pasangannya. Apalagi ia juga tahu sosok yang akan mendatanginya adalah Zu Kai leluhur pendiri Sekte Perisai Api.


"Panggil Patriark kalian, atau hanya dalam sekejap aku akan meratakan Sekte Perisai Api" Lei Tian berkata penuh tekanan, membuat dua orang Tetua yang sebelumnya bersembunyi segera melapor kepada Patriark Zu Haikuan.


Tidak membutuhkan waktu lama, Zu Haikuan tiba di pelataran kediaman Qin Qian. Melihat anaknya sedang berada pada kondisi menyedihkan ia hanya bisa menelan ludah dengan ketakutan, berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Tetua saat menjemputnya ada kengerian yang tergambar di wajah Tetua Sekte.

__ADS_1


"Kau kah orang yang bertanggung jawab di tempat ini?" tanya Lei Tian tanpa basa-basi.


"Siapa kau berani berbuat lancang di tempat ku" ucap Patriark Zu Haikuan.


Namun baru saja ia selesai berucap, sebuah belati bergerak bebas dari kehampaan menghantam lengan kanan Patriark Zu Haikuan.


"Aarrgghh"


Teriak Patriark Sekte Perisai Api tersebut dengan tatapan ketidakpercayaan.


Bahkan atas kondisi ini semua orang menjadi terdiam, mereka baru berjumpa dengan seseorang yang begitu bengis dan kejam.


"Itu ucapan perkenalan dariku, ada lagi pertanyaan yang ingin kau sampaikan?" ucap Lei Tian dengan tenang, sambil memegang belati merah yang baru saja masuk ke dalam sarungnya.


Pandangan Patriark Zu Haikuan menjadi hampa, ia jelas mengenal belati yang selama ini hanya menjadi benda pusaka Patriark Fang Yuan.


Menyadari jika pemuda di depannya bukan orang biasa membuat Patriark Zu Haikuan merasa ketakutan, ia tidak mengira jika Sektenya akan kedatangan monster yang sangat mengerikan.


"Namaku adalah Zu Haikuan, dan benar aku adalah orang yang bertanggung jawab atas tempat ini" ucap Patriark Zu Haikuan dengan lugas.


"Seperti itu lebih baik, jika kau bisa menghargai orang lain maka lenganmu tidak akan berkorban demi lidah busuk mu" ujar Lei Tian dengan santai.


Zu Feng yang sudah ketakutan bertambah ngeri melihat ke arah Lei Tian, jika ia tahu akan begini maka ia tidak akan pernah mengusik Putri Qin Qian.


"Tuan pendekar apakah ada masalah hingga membuat anda tersinggung seperti ini?"


"Ya, tentu saja. Selain dirimu yang berpihak kepada Shio Mei, putramu juga sudah mengganggu kekasihku" jawab Lei Tian dengan enteng.

__ADS_1


Mendengar ucapan pemuda di depannya Patriark Zu Haikuan sedikit tertegun, jika ini masalahnya maka hal ini tidak sesederhana yang ia bayangkan.


__ADS_2