
"Akhirnya aku berhasil juga" gumam Lei Tian sambil menarik napas dalam-dalam.
Seutas senyum terpancar di wajahnya yang kini mulai membentuk rahang yang rapi dan tersusun lebih baik dari sebelumnya, sebagai pemuda yang baru berusia enam belas tahun ia tampak lebih dewasa dari seharusnya.
Semula teknik yang ia pelajari adalah teknik penguatan tubuh, namun dengan pemahaman kultivasi Naga Petir ia merubah dengan cara menggabungkan dua teknik tersebut yang ternyata berakhir dengan pembentukan tulang dan tubuh yang baru. Bahkan hasilnya jauh lebih baik dari teknik yang diajarkan oleh kitab bela diri yang ia dapatkan.
Lei Tian merasakan aroma tidak sedap dari dalam kamarnya, untungnya saja tidak ada siapa-siapa di tempatnya tinggal jika tidak maka bau amis seperti ini akan tercium dan menimbulkan kecurigaan yang tidak perlu.
Lei Tian beranjak dari tempat tidurnya membereskan ranjangnya lalu ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Cuaca yang dingin tidak mempengaruhi tubuhnya untuk dibersihkan, bahkan ia merasa energi hangat di dalam tubuhnya terus meletup-letup seusai pembentukan tubuh yang baru saja ia lakukan.
Sambil berendam di kolam pemandian pribadinya, terdapat air yang mengalir tiada henti melalui pancuran yang terbuat dari batang bambu. Lei Tian menenangkan diri dan mencoba berpikir kenapa di Sekte Belati Merah terdapat teknik yang sangat luar biasa tersebut.
Sambil berpikir ia juga tenggelam dalam teknik pernapasan Naga Petirnya kembali. Semenjak tubuh Lei Tian menyerap Liontin Naga Petir, lautan diafragmanya terbuka luas seolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan teknik pernapasan Naga Petir itu sendiri.
“Ini sungguh luar biasa” gumamnya dalam hati dengan mata tetap terpejam.
Hingga beberapa saat tubuh Lei Tian sudah kembali bersih dan harum. Ia bangkit dari kolam pemandiannya, air yang semula bersih tersebut berubah menjadi keruh setelah Lei Tian membersihkan diri.
Tepat di hari ke tujuh, Lei Tian mulai keluar dari kediamannya. Selama beberapa hari ini ia tidak mengetahui kejadian apa saja yang berlaku, bahkan kabar kedua sahabatnya saja ia tidak tahu.
Lei Tian teringat akan perkataan gurunya jika siang hari ini ia harus bertemu dengan gurunya. Namun karena hari masih pagi ia ingin menerima dua orang sahabatnya terlebih dahulu guna mendapatkan beberapa informasi. Dengan karakter yang dimiliki oleh Yun Zixin, tentu tidak akan sulit bagi dirinya untuk beradaptasi di lingkungan yang baru.
"Hai.. Bagaimana kabarmu?" sapa Yun Zixin dengan wajah ceria.
"Baik.. Sepertinya aku melewatkan banyak hal" jawab Lei Tian yang memperhatikan basis kultivasi Yun Zixin.
"Hahaha.. Aku dan Shan Yuze kini sudah naik satu tingkat, kini kultivasi kami sudah di Pendekar Praja Tingkat Akhir" ucap Yun Zixin dengan penuh semangat.
__ADS_1
"Aku juga turut senang, ngomong-ngomong dimana Shan Yuze?" tanya Lei Tian kemudian.
"Ia sedang menyiapkan tempat berlatih para murid" jawab Yun Zixin.
"Owh, dimana itu?" tanya Lei Tian dengan penasaran.
Walau bagaimanapun Lei Tian adalah orang baru yang tidak tahu letak bangunan di Paviliun murid dalam. Hari ini saja ia baru keluar setelah melakukan pelatihan tertutupnya sejak ia pertama kali tiba.
"Baiklah, mari ikuti aku" ajak Yun Zixin sambil memimpin jalan.
Keduanya lalu berjalan ke arah tempat yang dimaksud, sebuah aula yang cukup besar yang di dalamnya terdapat sebuah panggung pertandingan.
Sementara itu di dalam aula pertandingan saat ini Shan Yuze sedang mendapatkan intimidasi dari seorang murid senior.
"Hai.. Kau murid pembantu cepat bersihkan tempat ini" ucap seorang lelaki dengan nada memerintah.
"Kenapa gerakanmu lambat sekali" bentak pemuda tersebut.
Mendengar perkataan dari murid tersebut, Shan Yuze segera mempercepat gerakannya dalam membersihkan panggung pertandingan. Setiap sisi yang sudah ia bersihkan sebelumnya kini ia bersihkan ulang demi menyenangi hati murid dalam tersebut.
Shan Yuze tentu tidak berani menolak permintaan dari murid tersebut, apalagi murid yang bisa berlatih di tempat ini adalah murid berbakat yang sudah terdaftar di Aula pengembangan bakat. Oleh karena itu tidak banyak yang bisa bergabung latihan di tempat ini, bahkan Tang Chisan saja harus banyak mengalah demi meladeni para murid dalam yang rata-rata kekuatannya sudah berada di ranah Pendekar Bumi.
Di tempat ini pula, sesekali Penatua Song Gui hadir memberi arahan secara langsung. Bahkan tiga orang murid inti lainnya juga sering berlatih tanding di tempat ini guna menunjukkan siapa yang terbaik diantara mereka.
"Bugh"
Tiba-tiba sebuah tendangan mendarat di pinggang Shan Yuze, membuat dirinya terhuyung beberapa langkah ke samping.
__ADS_1
"Apakah kau itu masih manusia?" bentak murid dalam itu lagi dengan sombong.
Lei Tian yang baru saja hendak akan masuk ke dalam tempat itu menjadi sangat terkejut atas pemandangan yang baru saja terjadi.
"Hai.. Hentikan" ucap Lei Tian dari kejauhan.
Yun Zixin segera berlari dengan cepat menghampiri Shan Yuze, meskipun dia tidak terluka namun perbuatan murid dalam tersebut sudah keterlaluan.
"Siapa kamu anak baru?" ucap pemuda tersebut yang dikenal sebagai Yang Guang.
"Aku adalah teman dari orang yang kamu sakiti barusan" ucap Lei Tian dengan tatapan dingin.
"Kalo begitu cepat bersihkan tempat ini dengan segera" ucap Yang Guang dengan angkuh.
"Apa kamu pikir dirimu layak memerintah ku?" ucap Lei Tian.
"Hahaha.. Kalian hanyalah orang-orang lemah yang ditugaskan sebagai pembantu. Status kalian sangat rendah di mataku" ucap Yang Guang dengan kasar.
"Dia bukan murid pembantu seperti kami, dia adalah murid baru Penatua Song Gui, kau seharusnya melakukannya dengan ramah" ucap Yun Zixin membela Lei Tian.
Yang Guang tampak memperhatikan ke arah Lei Tian, kemudian dia teringat jika beberapa waktu lalu Penatua Song baru saja mengangkat murid yang berasal dari Paviliun murid luar.
Sementara beberapa orang murid dalam lainnya yang hendak berlatih menjadi terdiam, sebelumnya mereka membiarkan Yang Guang berbuat seperti itu karena ia memiliki kekuatan yang cukup disegani di kalangan murid dalam. Meskipun pengaruhnya tidak sekuat murid inti, ia memiliki ambisi yang sangat besar untuk menjadi murid terkuat. Oleh karena itu ia sering datang ke tempat ini untuk adu tanding dengan beberapa murid dalam terpilih lainnya.
"Owh.. Rupanya kau anak baru itu. Ternyata masih tingkat Kaisar saja sudah sok hebat" ucap Yang Guang dengan nada mencibir.
"Sebaiknya kau meminta maaf kepada sahabatku" ucap Lei Tian yang masih menahan kesal.
__ADS_1
"Hahahaha... Jangan mimpi kamu, meskipun kamu murid dari Penatua Song Gui tetapi kamu tidak memiliki kualifikasi untuk berkata seperti itu kepadaku" ucap Yang Guang dengan tatapan menghina.