Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Lei Tian Melawan Penatua Mu Chen


__ADS_3

"Kuharap kemampuanmu sesuai dengan ucapanmu" ucap Penatua Mu Chen.


Meskipun Lei Tian menyadari kekuatannya berada di bawah Penatua Mu Chen, namun ia ingin mencoba kemampuan maksimalnya untuk menerobos ke ranah Dewa. Secara khusus ia ingin menjadikan Penatua Mu Chen untuk menghancurkan pembatas yang berada di dalam dirinya, selain itu dengan kemampuan penyembuhan diri yang cepat ia jelas memiliki kepercayaan atas pertaruhan gilanya kali ini.


Dalam waktu seketika, Penatua Mu Chen sudah berada di hadapan Lei Tian dengan sebuah tinju yang mengandung kekuatan sangat menakutkan.


"Matilah" ucap Penatua Mu Chen.


Hembusan angin panas segera mengenai tubuh Lei Tian serta membuatnya sedikit ngeri.


"Baaamm"


Sebuah pukulan keras tepat mengenai tubuh ilusi Lei Tian yang ia ciptakan sebelumnya. Akibat pukulan tersebut, tubuh ilusi yang diciptakan oleh Lei Tian hancur menjadi pecahan cahaya yang cukup menyilaukan.


"Kurang ajar" maki Penatua Mu Chen yang merasa dikelabui.


"Kekuatan mu memang sangat kuat, namun sayangnya kecepatan mu sangat lambat" ucap Lei Tian setelah memperhatikan gerakan Penatua Mu Chen.


Penatua Mu Chen sangat terkejut, sebagai seorang Penatua ia jelas mengetahui teknik tubuh ilusi yang merupakan jurus andalan Patriark Sekte. Penatua Mu Chen tidak pernah menduga ada seorang murid yang begitu berbakat mampu menerapkan teknik tersebut dengan sangat baik.


Kilatan tajam terlihat di mata Lei Tian, detik selanjutnya ia mengarahkan tinju ke arah Penatua Mu Chen. Bersamaan dengan dilayangkannya tinju Lei Tian, seluruh energi Qi di dalam tubuhnya berputar dengan cepat, seluruh kekuatannya ia kumpulkan di tinju ini.


Di sekitar panggung pertempuran, suara angin yang menyerupai derak petir menyeruak dengan terpaan yang penuh tekanan.


"Tinju Petir Pembelah Langit" ucap Lei Tian dengan keras.


Lei Tian sudah tidak menahan diri, melawan Penatua Mu Chen ia mengeluarkan teknik terbaik yang ia miliki saat ini. Ia tidak mau lengah, ia harus memanfaatkan sekecil apapun kesempatan untuk menang.

__ADS_1


Melihat serangan cepat yang datang kepadanya, ekspresi wajah Penatua Mu Chen berubah. Ia tidak mengira jika seorang pendekar langit bisa mengeluarkan energi sedahsyat itu. Di bawah tekanan energi Qi yang dikeluarkan oleh Lei Tian ia merasakan jika dirinya seperti terkunci oleh perasaan kengerian yang mendalam.


Penatua Mu Chen tidak lagi menganggap remeh, ia segera meningkatkan energi Qi Pendekar Dewa, energi di dalam tubuhnya melonjak dengan cepat seperti arus sungai yang deras, kini ia telah membangkitkan kekuatan terbesarnya juga.


Detik berikutnya Penatua Mu Chen juga mengeluarkan tinjunya untuk menghadang tinju dari Lei Tian.


Dua pukulan yang mengandung energi besar segera bertabrakan dan menciptakan fluktuasi udara yang sangat kacau.


"Boooommm"


Energi besar pun meledak, gelombang energi yang besar menyapu ke seluruh penjuru ruangan pelatihan tersebut.


Akibat dari sapuan energi tersebut, panggung pertandingan menjadi hancur berkeping-keping. Beberapa bagian ruangan juga tidak luput dari kerusakan, Patriark, Penatua Luo Kang dan Penatua Song Gui yang baru saja tiba menjadi sangat terkejut. Ketika di ruang aula utama Sekte, kedatangan Tang Chisan yang tergesa-gesa memberitakan tentang kedatangan Penatua Mu Chen telah membuat semua orang panik.


Di arena pertempuran, dua tubuh tampak mundur beberapa langkah. Keduanya tidak dapat menyeimbangkan diri dan tidak mampu mengendalikan hempasan gelombang energi, ada jejak kaki yang dalam di lantai akibat dari pergerakan mereka berdua.


Sementara Lei Tian yang berada di seberangnya juga tidak jauh berbeda, malah akibat benturan energi tersebut ia merasakan tubuhnya seperti diguncang gempa yang sangat dahsyat.


Ia memaksa tubuhnya untuk bangkit namun terasa sulit.


Akibat hentakan energi besar yang mengenainya, ia merasakan hambatan yang seperti dinding tinggi di dalam dirinya mulai retak.


Pada saat ini nampak senyuman aneh terukir di wajah Lei Tian, hal ini membuat Penatua Mu Chen merasa aneh.


"Apakah ia masih manusia? Bahkan Penatua Fan Guo saja belum tentu mampu menghadapi serangan ku barusan" gumam Penatua Mu Chen.


Setelah berusaha berdiri, ia mengeluarkan belati dari pinggangnya dan bersiap menyerang kembali ke arah Lei Tian yang kini terlihat kepayahan.

__ADS_1


"Hentikan! Apakah kalian sudah tidak tahu malu jika bersikap seperti ini" teriak Patriark Fan Yuan.


Menyadari kedatangan Patriark dan beberapa orang Penatua membuat Mu Chen menahan serangannya, namun api kemarahan di dalam hatinya belum padam.


"Salam Patriark" ucap Penatua Mu Chen dengan sopan.


"Apa yang terjadi hingga kamu bisa bertindak melampaui batas seperti ini?" tegur Patriark Fan Yuan dengan nada keras.


Sementara Penatua Song Gui dan penatua Lou Kang segera membangunkan Shan Yuze dan juga Shui Qing yang sejak tadi tidak sadarkan diri.


Setelah mengetahui kedatangan gurunya, Lei Tian bernapas dengan lega. Meskipun ia masih memiliki kepercayaan diri untuk melawan Penatua Mu Chen, namun ia juga harus bisa memanfaatkan keadaan dirinya yang saat ini sudah tidak bisa menahan diri luapan energi di dalam tubuhnya.


Benturan energi sebelumnya yang ia terima dari Penatua Mu Chen telah menimbulkan anomali di dalam tubuhnya sendiri, getaran yang dahsyat tersebut menciptakan riak energi yang semakin lama semakin besar dan terkurung di dalam tubuh Lei Tian. Ia segera duduk sila dan mengeluarkan batu roh yang sebelumnya ia dapatkan dari Kang Tao Gwe.


Patriark Fan Yuan yang menyaksikan hal ini hanya menyipitkan matanya, baru kali ini ia melihat murid inti yang selama ini dibanggakan oleh adik seperguruannya, Song Gui.


"Anak itu masih bersikap tenang meski dirinya sedang dalam bahaya" gumam Patriark Sekte yang mengira Lei Tian kini sedang memulihkan diri.


"Mohon maaf Patriark, saya sudah mengecewakan anda. Anak itu telah lancang melukai murid pribadiku dan menghancurkan basis kultivasinya" ucap Penatua Mu Chen sambil menunjuk ke arah Lei Tian.


Patriark Sekte dan Penatua Luo Kang yang merupakan Penatua yang membidangi hukum dan kedisiplinan sangat terkejut. Menghancurkan kultivasi adalah pelanggaran serius, hukumannya adalah dihancurkan kultivasinya dan diusir dari Sekte.


Penatua Song Gui sebagai guru dari Lei Tian segera berkata.


"Aku tidak yakin jika muridku melakukan hal tersebut tanpa sebab, selain itu aku juga tidak bisa terima dengan kelakuan mu yang main hakim sendiri"


"Sebaiknya kau panggil muridmu ke sini dan ceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Sehingga kedua belah pihak dapat menyelesaikan masalah dengan baik" ucap Fan Yuan mencoba mencari titik tengah.

__ADS_1


"Bagaimana ia bisa berjalan, lukanya sangat parah dan beruntung saja ia masih hidup" jawab Penatua Mu Chen sambil menahan kemarahannya.


__ADS_2