
Berdasarkan informasi dari Tetua Sekte Perisai Api tersebut, kini Patriark Bho Chah tidak lagi ragu dalam bertindak. Bersama dengan Qin Lang dan juga para Tetua akhirnya mereka bersiap menuju Kota Miayang untuk mengawal keberadaan murid-murid Sekte Belati Merah yang sudah terlebih dahulu bergerak.
Di Sekte Perisai Api, kini Lei Tian pun bersiap berangkat menuju Ibukota Kekaisaran. Patriark Zu Sanfeng dan juga Mu Xianji pengelola Paviliun Ungu kini sama-sama memiliki kekuatan Semesta, di tambah belasan pendekar dewa lainnya membuat komposisi ini sangat menyeramkan.
Ribuan murid Sekte Perisai Api yang semula takut ketika melihat sosok Lei Tian, kini berubah menjadi tampilan penuh kebanggaan. Bisa dibilang kedudukan Lei Tian adalah seperti Dewa penolong bagi Sekte yang mereka banggakan.
Pada saat ini iring-iringan mereka tidak lebih dari dua puluh orang, namun kekuatan yang mereka miliki sanggup mengubur Akademi Kekaisaran yang kini sedang mereka targetkan. Tempat yang seharusnya menempa para utusan Sekte berubah menjadi alat kepentingan politik bagi Shio Mei dalam mencapai hasrat ambisinya.
"Gege, apakah kau sudah siap menikahi kami berdua sekaligus?" Qin Qian bertanya tanpa ragu kepada Lei Tian, di dalam kereta kuda tersebut terdapat juga Li Yifei.
"Tentu saja, untuk menghemat biaya maka aku akan menikahi kalian sekaligus" Lei Tian berkata sambil menggoda Qin Qian.
"Apakah kau tampak seperti kekurangan uang?" keluh Qin Qian dengan manja.
"Hahaha... Tentu saja tidak, cuma aku bingung akan memberikan hadiah apa kepada kalian nanti sebagai mas kawin pernikahan" ucap Lei Tian sambil tertawa ringan.
"Bagaimana jika dengan janji saja?" cetus Li Yifei kemudian.
"Janji apa?" tanya Lei Tian sambil memegang lembut punggung tangan Li Yifei.
"Jadikan kami sebagai wanitamu yang terakhir, tidak boleh ada yang berikutnya" ucap Li Yifei dengan semangat.
__ADS_1
Qin Qian dengan cepat juga ikut mengangguk tanda setuju. Meskipun ia sudah mengalah sebelumnya demi Li Yifei maka ke depannya ia juga tidak mau ditambah adanya wanita lain, apalagi jika ia mengingat Zhao Yusi yang pernah mencintai Lei Tian dengan bersungguh-sungguh.
"Mudah-mudahan tidak ada tubuh khusus lagi" jawab Lei Tian dengan enteng.
"Gege" sentak Li Yifei dan Qin Qian bersamaan.
"Iya... Iya aku berjanji, tidak akan ada yang lain selain kalian" ucap Lei Tian sambil mengangkat jari telunjuk dan juga jari tengahnya.
"Bagus... Bagus, seperti itu bagus" ucap Qin Qian dengan wajah penuh kemenangan, sementara Li Yifei juga merekahkan senyum manisnya.
"Aish... Kalian ini benar-benar sudah mengerjai ku" ucap Lei Tian seperti orang yang teraniaya.
"Gege, bolehkah aku berkata jujur?" tanya Li Yifei di tengah keceriaan yang menyelimutinya.
"Hal ini berkaitan dengan Zhao Yusi" ucap Li Yifei dengan sedikit ragu.
"Wanita itu apa kabarnya?" tanya Lei Tian dengan polos.
Namun karena kepolosannya tersebut sebuah cubitan mendarat di perutnya, tangan halus Qin Qian memelintir perut Lei Tian yang bergelar pendekar keabadian tersebut.
"Aawww...." teriak Lei Tian dengan nada seperti orang kesakitan, namun ia juga sedikit kaget dengan ekspresi kecemburuan di wajah wanitanya tersebut.
__ADS_1
"Wanita itu adalah murid kesayangan Shio Mei, sekaligus menjadi anak angkatnya sesaat ia menguasai Istana Kekaisaran" ucap Li Yifei menjelaskan, kemudian ia menceritakan seluruh kejadian hingga dirinya terluka di tangan Zhao Yusi.
Lei Tian terdiam sejenak, bayangan wanita yang sempat hinggap di pikirannya tersebut membuatnya kembali terbang ke ingatan masa lalu. Zhao Yusi yang ia kenal sebagai pribadi wanita luhur dan berkarakter dalam mencintai dirinya tidak disangka akan berubah di bawah tipu daya Shio Mei.
Meski Lei Tian belum menerima Zhao Yusi untuk menjadi kekasihnya, tetapi wanita itu pernah berjanji untuk menunggunya datang di Ibukota. Andai saja perjalanan nasib tidak membawanya hingga bertemu Akong, maka seharusnya Lei Tian kembali ke Akademi Kekaisaran dan merajut kisah asmaranya dengan Zhao Yusi.
Memikirkan hal itu, Lei Tian tidak bisa berbuat apa-apa. Saat ini ia sudah memiliki dua orang wanita yang sudah sangat baik dan memenuhi standar tubuhnya untuk selalu meningkatkan kekuatan di masa depan. Jika dipikir-pikir maka ia akan sangat bodoh jika masih mengharapkan Zhao Yusi dan membuat kedua wanitanya terluka.
"Zhao Yusi adalah masa lalu yang belum sempat aku gariskan di batas perasaan ku, bahkan aku juga belum sempat memupuk rasa rindu untuknya. Hanya saja sekelumit kisah masa remaja kami di Gunung Batu membuat beberapa hal terukir manis pada awalnya. Namun Akademi Kekaisaran juga sudah memupuskan impian dan jalan cinta kami yang seharusnya bersatu" ucap Lei Tian menyikapi hubungannya dengan Zhao Yusi.
"Apakah Gege menyesal?" tanya Qin Qian sambil menggigit bibirnya.
"Menyesal? Tentu saja tidak, apalagi dengan memilikimu ternyata malah lebih bisa mendatangkan Fei'er" jawab Lei Tian sambil tersenyum lepas.
Li Yifei pun ikut tersenyum lepas, beban pikiran ini juga yang selama ini dikeluhkan oleh Qin Qian sebelumnya. Oleh karena itu dengan meminta Lei Tian berjanji setia maka hal ini juga akan membantu perasaan Qin Qian menjadi lebih baik.
Perjalanan yang kini sedang mereka lakukan tidak seperti sedang menjalankan rencana besar, Lei Tian yang begitu santai lebih terlihat seperti tuan muda yang kini sedang diapit oleh dua kecantikan.
Sementara para tetua Sekte Perisai Api sudah seperti pengawal pasukan elit yang tampak garang dengan kharisma pendekar tingkat dewanya.
Di dalam Istana Kekaisaran sendiri kini tengah dilangsungkan upacara pernikahan Zhao Yusi dengan Jenderal Yang Sheng. Acara pernikahan sederhana dilakukan sebelum perayaan yang sebenarnya, sudah menjadi budaya Istana jika setelah terjalin ikatan suci barulah terselenggara pesta perayaan yang meriah. Hal ini juga tentunya berguna agar kelancaran dan kesakralan acara sumpah setia dapat berjalan dengan mulus.
__ADS_1
Paras Zhao Yusi yang cantik serta kewibawaan Jenderal Yang Sheng membuat ribuan mata terkagum-kagum, mereka adalah kalangan terbatas yang datang serta iring-iringan atau parade pasukan dalam memberikan atraksi pada upacara pernikahan yang sudah terbiasa dilakukan oleh pihak Istana Kekaisaran. Terhitung hari ini, Zhao Yusi resmi melepas masa lajangnya dengan menjadi istri sah dari Jenderal Yang Sheng.
Tanpa Zhao Yusi ketahui adalah jika ia sudah termakan oleh tipu daya ibunya sendiri, ia juga sudah dibutakan oleh ambisi kultivasinya untuk menjadi kuat dengan mengabaikan hati nurani dan pemikiran yang sehat. Seharusnya ia bisa menerima masukan dari Li Yifei sebelumnya, meski sedikit informasi seharusnya ia juga bergerak untuk membuka celah agar tabir tersembunyi segera terungkap.