
4 hari telah berlalu, sekarang Wu Chen sudah sepenuhnya menguasai Teknik Pedang Penghancur Jiwa, namun dia hanya tak mempunyai tenaga dalam saja.
Dia menguasai Teknik itu karena memang itu adalah Teknik Pedang yang sering dia pakai di kehidupan sebelumnya, dia juga berhasil mempelajari Teknik untuk menyembunyikan atau memanipulasi kualitas tulang, tingkat pendekar dan tenaga dalam.
Menurutnya Teknik itu belum pernah dia lihat di kehidupan sebelumnya, namun hanya pernah mendengarnya lewat rumor yang beredar, karena itu adalah Teknik dari ayahnya sang Pendekar Topeng Surgawi.
Ayah nya bilang kepadanya, jika Teknik ini di sebut sebagai Teknik Pengubah Surgawi yang fungsinya memang untuk menyembunyikan atau memanipulasi kan orang yang mempelajari Teknik ini, bahkan menurut Wu Shang tampilan sang pengguna juga bisa di ubah jika tenaga dalamnya sudah banyak.
Wu Shang sendiri tidak mengubah tampilannya menjadi orang lain, karena dia sudah terlanjur di juluki sebagai Pendekar Topeng Surgawi, maka dari itu ketika dia bertarung atau menjalankan misi dia selalu memakai topeng.
Saat ini Wu Chen sedang berkemas untuk mempersiapkan perjalanan nya yang panjang, walaupun dia sudah yakin untuk mendaftar ke Sekte Pedang Awan namun perjalanan antara Desa Petani dan Sekte Pedang Awan memakan waktu setengah hari, dia juga akan ke sana sendiri karena tidak mau merepotkan orang tuanya.
Siang hari, Kediaman Wu Chen, Kamar Wu Chen.
"Chen'er, apa kau yakin akan ke sana sendiri??". Wu Hui sedang membantu Wu Chen mengemas pakaiannya di kamar Wu Chen.
"Aku sudah yakin Bu, akan ke sana sendiri". Jawab Wu Chen dengan mantap.
"Lalu apa kau sudah tau arah jalan ke sana?". Tanya Wu Hui.
"Ayah nanti akan memberi peta nya Bu, jadi aku tau". Jawab Wu Chen.
"Begitu ya". Kata Wu Hui.
Mereka pun mengemas pakaian dengan cepat, karena hari sudah hampir sore.
"Makanlah dahulu Chen'er, ibu memasakan mu banyak makanan hari ini agar kau tak capek di perjalanan dan bawalah beberapa bekal, perjalanan memang memakan waktu setengah hari tapi mungkin kau akan kelelahan di jalan nanti". Wu Hui telah selesai mengemas barang bawaan Wu Chen, dia juga menyuruh Wu Chen untuk makan siang dan membawa bekal untuk di jalan.
"Baiklah Bu, aku akan makan dan membawa bekal dari ibu". Jawab Wu Chen dengan senyum nya.
Mereka keluar dari kamar dan menaruh barang bawaan Wu Chen di ruang tamu, agar tak kelupaan.
Wu Chen dan Wu Hui jalan ke meja makan untuk makan siang, di sana sudah ada Wu Shang yang menunggu mereka.
"Chen, kau sudah mengemas barang mu sendiri??". Tanya Wu Shang.
"Sudah yah". Jawab Wu Chen singkat.
__ADS_1
"Sekarang makanlah dulu, perjalananmu nanti akan sangat melelahkan, dan ini juga akan menjadi perjalanan pertamamu yang panjang". Wu Shang juga menyuruh Wu Chen untuk makan, agar tak kelelahan di jalan.
Wu Chen hanya mengangguk dan duduk di kursi makan, mereka bertiga pun makan dengan lahap, Wu Chen juga makan dengan cepat karena dirinya tak ingin merasa lelah di esok hari.
Tak terasa Wu Chen sudah 6 hari dirinya ada di kehidupan sekarang, dia baru kemarin telah melewati rasa sakit seperti kematian.
Sekarang dia sudah kembali lagi dan akan mengubah semua keadaan untuk masa depan, dia bertekad akan menghentikan 'Kekacauan di Benua Timur' yang akan terjadi 10 tahun dari sekarang.
Dia harus menjadi lebih kuat dari kehidupan sebelumnya untuk menghentikannya, dia juga sudah berjanji di kehidupan sebelumnya untuk menikahi Mu Yue jika ada kehidupan lainnya, namun berkat cincin yang di berikan Mu Yue pada Wu Chen dia di kirim kembali ke masa lalu untuk mengubah semua yang belum dia ubah.
'Yue'er, tunggu aku di sana!! Aku janji akan menikah denganmu ketika kondisi di Benua Timur sudah stabil, bersabarlah!!'. Batin Wu Chen yang mengingat masa lalu nya yang suram, dia telah melewati hitam putih nya dunia.
"Chen'er, jangan melamun terus. Kau harus cepat cepat pergi ke Sekte Pedang Awan, jika tidak salah 2 hari lagi kan pendaftarannya??". Wu Hui melihat anaknya yang melamun, dia juga menanyakan jadwal pendaftaran Sekte Pedang Awan.
"Iya Bu, jika aku tidak salah dengar. Penduduk Desa banyak yang membicarakan Sekte Pedang Awan yang akan membuka pendaftaran 2 hari lagi". Jawab Wu Chen, dia sebenarnya memang mencari informasi dari warga sekitar.
"Kalau begitu, cepatlah makannya agar kau bisa istirahat sehari dan tidak lemas ketika kau mendaftar". Kata Wu Hui yang khawatir anaknya akan terlambat dan menjadi lemas saat datang ke Sekte Pedang Awan.
"Baik Bu". Jawab Wu Chen sambil memakan makanannya lagi dengan sangat cepat, itu seperti dia berbuat konyol.
Wu Shang hanya terdiam sejak tadi karena makanannya sudah habis, dia memilih untuk pergi ke ruang tamu.
Beberapa saat kemudian, Wu Chen telah selesai makan. Dia membereskan meja makan, lalu jalan ke ruang tamu untuk berpamitan.
Di ruang tamu sudah ada ayahnya, Wu Chen datang bersama Wu Hui di sebelahnya, dia sudah siap untuk berangkat ke Sekte Pedang Awan.
"Sudah kau siapkan bekalnya??". Wu Shang bertanya pada Wu Hui.
"Aku sudah menyiapkan bekalnya untuk perjalanan". Jawab Wu Hui.
"Nak, ini peta untuk pergi ke Sekte Pedang Awan di sana ayah sudah memperjelas jalan dan lokasi nya, sebelumnya ayah juga sudah mengajarkanmu untuk membaca peta". Wu Shang menyerahkan peta dari tangannya pada Wu Chen, dia juga menjelaskan bahwa beberapa hari yang lalu dia sudah mengajari anak nya membaca peta.
"Ayah tenang saja, aku sudah paham. Aku kan anak ayah yang melegenda, hehe...". Jawab Wu Chen dengan mengusap hidungnya.
"Bisa aja kau nak, kalau begitu hati hatilah di jalan!!". Kata Wu Shang.
Wu Chen dan kedua orang tuanya keluar dari rumah untuk mengantar Wu Chen di depan pintu, Wu Chen juga berpamitan.
__ADS_1
Sebelum Wu Chen pergi dia berhenti berjalan lalu menengok ke belakang, dia baru jalan beberapa langkah.
Dia merasa pengakuan ayahnya sebelumnya masih menggantung, jadi dia berhenti untuk jalan dan memilih untuk bertanya dahulu.
"Nak, kenapa kau berhenti? Pergilah, nanti kau terlambat!!". Wu Shang menyuruh anaknya untuk melanjutkan perjalanan.
"Ayah, aku masih bingung dengan pengakuan ayah sebelumnya". Kata Wu Chen dengan melihat ayahnya.
"Sudah ayah bilang, ayah akan menceritakan semuanya ketika kau sudah dewasa dan menjadi kuat". Wu Shang sebenarnya tidak mengerti apa yang anaknya pikirkan, sehingga dia selalu curiga padanya.
"Bukan itu yah, aku ingin bertanya beberapa hal pada ayah". Kata Wu Chen.
"Katakanlah". Kata Wu Shang yang mulai serius melihat anaknya.
Wu Chen yang melihat ayahnya serius menatapnya merasa enggan untuk mengutarakan pertanyaannya, namun dia memang masih ada yang mengganjal dalam pengakuan ayahnya sebelumnya.
"Ayah, kau bilang kau bukan berasal dari Benua Timur, aku tak ingin membahas ini karena ayah memang tak mau membahasnya. Ayah juga bilang, jika ayah adalah Pendekar Topeng Surgawi dari Sekte Pedang Surgawi yang namanya sudah melegenda sejak dulu. Aku hanya ingin bertanya, apa yang membuat ayah tinggal di Desa Petani?? Dan sekarang ayah sudah di tingkat pendekar apa??". Penjelasan Wu Chen sontak membuat kedua orang tuanya kaget, mereka tak menyangka bocah umur 8 tahun membahas hal yang sebenarnya tidak pantas untuk di bahas pada usianya.
"Haaaah.... Baiklah, ayah akan memberitahumu garis besarnya saja". Jawab Wu Shang dengan keluhan, lalu matanya kembali serius menatap anaknya.
~
Wu Shang, ayah dari Wu Chen akan menceritakan kejadian yang membuatnya tinggal di Desa Petani, seperti apa kelanjutan ceritanya?? Lanjuts.....😂😂
~
**Sampai sini dulu yah, ini adalah novel Author yang pertama. Seperti di sinopsis, novel ini terinspirasi dari karya kak Ron yang berjudul JTI dan LPN.
Selamat membaca yah, semoga seru dan menarik ceritanya. Jangan lupa Like setelah baca, Komen kirim kritik dan sarannya, Vote Koin atau Poin jika bisa, lalu klik bintang 5 untuk mendukung novel ini.
Author akan suka dan lebih bersemangat jika kalian melakukan itu, terima kasih telah berkunjung di novel pertama Author.
~
Follow IG Author yah:
@bayuoryuukun**
__ADS_1