Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Satu Lagi Binasa


__ADS_3

Tidak lama kemudian rombongan Kaisar Qin Lau telah tiba, sebelumnya ia mendengar suara dentuman yang sangat menakutkan di atas langit Akademi Kekaisaran. Ia khawatir dengan keadaan putrinya yang baru saja dikabarkan telah selamat tersebut.


"Qian'er...." teriak Kaisar Qin Lau saat melihat putrinya.


Qin Qian yang tengah serius memandang ke arah langit menjadi terkejut. Namun dengan cepat ia menyadari kedatangan ayahnya yang tengah tergopoh-gopoh menuju ke arahnya.


"Ayah.." sahut Qin Qian penuh kebahagiaan.


Pertemuan keduanya sejenak menjadi pusat perhatian, ratusan murid Sekte Belati Merah serta belasan Tetua dari Sekte Perisai Api pun ikut menyaksikan pemandangan penuh keharuan tersebut.


"Kekuatanmu?" tanya Kaisar Qin Lau kepada putrinya, kabar yang menyatakan tentang kekuatan putrinya ternyata memang bukan omong kosong.


"Nanti setelah semuanya selesai aku akan cerita, intinya saat ini ayahanda harus menyetujui calon suamiku" ucap Qin Qian sambil tersenyum.


"Baiklah, dimana lelaki yang menjadi pilihanmu?" Qin Lau tentu tidak bodoh, lelaki yang telah menyentuh putrinya adalah orang yang telah membangkitkan kekuatan terpendam Qin Qian.


"Dia masih di sana" jawab Qin Qian sambil menunjuk ke arah langit, dimana dua sosok tubuh tengah saling berhadapan.


"Apakah yang kau maksud adalah Lei Tian?" tanya Kaisar Qin Lau sambil mendongakkan kepalanya.


"Ya betul" jawab Qin Qian penuh kebanggaan.


Di atas langit, raut wajah Yang Mi tampak muram, ia tidak menyangka jika Lei Tian memiliki kekuatan sebesar itu. Ia telah meremehkan kekuatan pemuda yang baru berada di dunia keabadian.

__ADS_1


"Hemm... Aku akui teknik penyelamatan dirimu cukup baik, namun sayangnya kau tidak akan memiliki kesempatan lagi pada saat berikutnya" Lei Tian masih berkata dengan nada memprovokasi, meskipun tidak memakai benda pelindung Lei Tian yakin jika Yang Mi masih bisa tetap selamat.


Sebelumnya Lei Tian hanya mengeluarkan beberapa puluh persen saja energi tenaga dalamnya, sebagai langkah awal ia ingin mencoba kemampuan lawannya yang sudah berada pada tingkat yang sama dengannya. Lei Tian jelas merasakan jika Yang Mi baru saja selesai menerobos ke tingkat akhir, jadi Lei Tian masih memiliki peluang yang yang sangat besar untuk mengalahkannya.


"Bocah, kekuatan yang kau miliki memang cukup kuat. Namun aku juga belum mengeluarkan kemampuanku yang sesungguhnya" ucap Yang Mi dengan tatapan buas.


"Baiklah kalau begitu, mari kita buktikan tinju siapa yang lebih kuat"


Sorot mata Lei Tian juga mulai serius, wajah santainya perlahan memudar. Yang Mi adalah lawan yang akan ia jadikan acuan kemampuan pendekar keabadian saat ini, oleh karena itu ia tidak mau gegabah.


Bersamaan dengan itu Lei Tian memfokuskan pikirannya, dengan energi Qi yang ia miliki sebagai pendekar tingkat keabadian dan juga pengaruh tubuh khususnya. Kini kekuatan alam yang dahsyat telah tertarik ke sekitar arena pertarungan, Naga Petir yang berada di dalam tubuhnya seolah bangkit memanggil petir kebinasaan dari langit.


"Jddeer"


"Jddeer"


"Jddeer"


"Tinju Petir Membelah Langit"


Seru Lei Tian sambil melepaskan sebuah tinju yang bergemuruh ke arah Yang Mi. Seiring dengan pukulan yang dikeluarkan oleh Lei Tian, seketika kekuatan angin menerpa hingga udara yang di depannya tidak dapat menahan tekanan dan menyebabkan desisan yang memekakkan telinga.


Berbarengan dengan itu Naga Petir yang berada di dalam lautan kesadarannya bergejolak meraung dengan keras, energi yang dikeluarkan melonjak dengan kekuatan yang sangat dahsyat. Dari tinju yang dikeluarkan Lei Tian terdengar suara erangan naga yang cukup jelas terdengar di telinga Yang Mi.

__ADS_1


Ketika merasakan kekuatan pukulan yang begitu mencekam membuat pupil mata Yang Mi menyusut. Namun ia tidak memiliki pilihan selain meningkatkan kekuatannya hingga batas teratasnya, pertempuran ini harus segera ia akhiri.


"Boooommm"


Tinju keras Lei Tian beradu dengan tapak tangan Yang Mi di udara, suara dari bertumbuknya dua kekuatan itu menimbulkan suara yang memekakkan telinga seolah langit akan runtuh.


Setelah itu tubuh Lei Tian tampak mundur beberapa langkah di atas udara, namun sebaliknya kali ini Yang Mi tidak dapat menyeimbangkan diri dan tidak mampu mengendalikan hempasan gelombang energi sehingga tubuhnya kembali terjatuh ke tanah dengan ledakan membentuk cekungan yang cukup dalam.


"Baaamm"


Asap dan debu mengepul, area sekitar tempat jatuhnya Yang Mi memunculkan retakan mirip jaring laba-laba, dengan cepat retakan tersebut menyebar hingga beberapa meter.


Orang-orang yang berada di sekitar memperlihatkan ekspresi wajah penasaran, wilayah yang masih tertutupi asap membuat mereka ingin tahu siapa yang memenangkan pertarungan yang begitu dahsyatnya.


Beberapa saat kemudian asap perlahan menyusut lalu menghilang. Ketika orang-orang yang melihat pemandangan yang berada di cekungan lubang, mereka langsung menarik napas panjang menahan keterkejutan.


Terlihat sosok tubuh Yang Mi berusaha untuk bangkit, identitasnya yang begitu agung kini tampak sangat menyedihkan. Lengan kanannya terlihat bengkok tidak berbentuk akibat benturan dengan tinju Lei Tian sebelumnya.


Serangan tinju Petir Membelah Langit itu terlalu kuat. Sebelumnya Lei Tian sangat jarang mengeluarkan jurus penghancurnya tersebut, sehingga ia dikira adalah pendekar berpedang. Zu Kai dan juga Qin Zang benar-benar tertegun akibat kemampuan Lei Tian yang luar biasa tersebut, bahkan akibat energi petir yang dikeluarkan membuat kalung pelindung Yang Mi tidak berfungsi.


"Aku tidak menyangka bocah itu memiliki teknik mengerikan seperti itu, Akong benar-benar mengirim monster yang bisa dikatakan setara dengan dirinya" ucap Qin Zang dengan ekspresi rumit, seorang pemuda yang sudah bisa berada di ranah seperti itu bukanlah hal yang dapat dipikirkan secara logis.


Yang Mi hampir saja terbunuh dalam pertukaran pukulan tersebut, teknik andalannya tapak sutra tidak berdampak sama sekali di hadapan Lei Tian. Selain karena tingkat kekuatannya sama, tubuh Lei Tian juga sudah kebal dengan dampak pukulan tersebut. Sebelumnya ia pernah merasakannya lewat Shio Mei, atas bantuan ramuan dari Akong tubuhnya membentuk antibodi yang dapat memberikan kekebalan di masa depan.

__ADS_1


Lei Tian segera turun ke tanah, ia melihat Yang Mi sudah menyemburkan darah dari dalam mulutnya. Sementara tidak jauh dari tempat Yang Mi berada tubuh Shio Mei sudah gemetaran, denyut nadinya bergerak seolah menghitung sisa napasnya di dunia ini.


__ADS_2