Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Memasuki Ranah Pendekar Dewa


__ADS_3

Seketika ruangan menjadi hening setelah Penatua Mu Chen berkata seperti itu. Namun tanpa diduga suara seorang wanita terdengar dari arah belakang.


"Mohon maaf Patriark dan para Penatua. Kejadian ini berhubungan dengan kakak saya, Shui Niao" ucap Shui Qing yang sudah kembali tersadar seutuhnya.


Ia dan Shan Yuze jelas terkejut dengan semrawutnya kondisi aula pelatihan murid dalam, namun yang tidak mereka sangka adalah Lei Tian yang kini baik-baik saja setelah mendapatkan tekanan dari Penatua Mu Chen.


"Katakan apa yang terjadi" ucap Patriark Fang Yuan yang mengenali sosok kedua kakak beradik tersebut.


"Tadi pagi sewaktu Shui Niao sedang berlatih jurus rahasia, ia didatangi oleh Kang Tao Gwe. Murid dari Penatua Mu Chen tersebut hendak berbuat kurang ajar dengan cara ingin melecehkannya dan membunuhnya untuk menghilangkan jejak. Namun beruntung Lei Tian keburu datang dan menyelamatkan Shui Niao" ungkap Shui Qing dengan jujur.


"Jadi dalam hal ini saya dan kakak saya berani menjamin jika saudara Lei Tian tidak bersalah. Justru ia sudah berjasa dalam menyelamatkan nyawa Shui Niao" tambah Shui Qing yang kini membela Lei Tian.


"Apa? Jika itu adalah masalahnya, maka perbuatan Lei Tian tidak sepenuhnya dapat disalahkan" ucap Patriark Fang Yuan dengan tegas.


Mendengar cerita dari Shui Qing membuat ekspresi Penatua Mu Chen menjadi jelek, ia tidak menduga ada kejadian seperti ini. Dengan reputasi keluarga Shui di Provinsi Jianxi tentu mereka tidak akan bermain-main.


"Sekarang sudah jelas permasalahannya, muridmu sungguh bejat dan kini kau sudah bertindak barbar di sini" ucap Penatua Song Gui dengan tatapan tajam ke arah Mu Chen.


Penatua Mu Chen tampak sangat malu, pada saat ini wajahnya seperti dilempar kotoran sapi.


"Aku mohon maaf atas kejadian ini" ucap Penatua Mu Chen sambil melepaskan cincin penyimpanannya dan memberikannya kepada Penatua Song Gui.


Setelah mengatakan hal itu ia memohon pamit dengan wajah tertunduk malu. Dalam hatinya ia menyesal karena tersulut emosi.


"Kang Tao Gwe aku harus menghabisi mu" gumam Penatua Mu Chen di dalam hatinya.


Sementara itu kondisi Lei Tian yang sudah pada puncaknya terus memaksimalkan energi internalnya, dengan bantuan batu roh ia kembali menerobos dengan gila dihadapan Patriark dan para Penatua.

__ADS_1


"Boooommm"


Sebuah ledakan energi teredam terdengar di dalam tubuhnya, sementara suhu di sekitar ruangan menjadi panas akibat terdistorsi oleh pengaruh kekuatan tingkat Dewa.


"Hah!!"


"Bagaimana mungkin dia bisa menerobos dalam situasi seperti ini?"


Patriark dan para Penatua yang dapat merasakan fenomena seseorang yang menerobos ke ranah dewa jelas tersentak kaget. Tatapan mereka kini ke arah Lei Tian, seorang pemuda yang mengenakan seragam Sekte Belati Merah.


Kejadian ini sangat langka, seorang murid yang masih sangat muda sudah memasuki ranah Dewa di depan mata mereka. Jika mereka tidak menyaksikan secara langsung mungkin mereka akan gila jika mendengarnya, namun tetap saja pemandangan di hadapan mereka terlalu sulit untuk dijelaskan secara logika.


"Song Gui, ternyata apa yang kau sembunyikan selama ini terlalu mengejutkan, bahkan aku tidak pernah berpikir kau bisa menyembunyikan murid mu terlalu dalam" ucap Patriark Fang Yuan sambil menatap ke arah Penatua Song Gui.


Penatua Song Gui sebagai guru pribadinya hanya menggaruk kepalanya, meski tidak gatal namun ia bingung harus berbuat apa. Jangankan orang lain, bahkan dirinya saja selalu dikejutkan oleh bakat menentang langit yang ditunjukkan oleh Lei Tian.


Sejak pertama kalinya ia melihat Lei Tian di tepian sungai Paviliun murid luar, ia terus dikejutkan hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. Jika itu pada murid jenius saja seperti Shui Niao, ia akan memerlukan waktu setidaknya satu tahun untuk naik tingkat.


Adapun para murid seperti Shui Qing, Shan Yuze serta Yun Zixin yang juga hadir tidak bisa berkata-kata. Wawasan mereka benar-benar sangat dangkal untuk memahami momentum yang kini dialami oleh Lei Tian.


"Huh"


"Akhirnya aku bisa menerobos dengan lancar" ucap Lei Tian di dalam hatinya.


Setelah membuka matanya, ia melihat wajah gurunya dan beberapa orang lelaki tua yang sebaya dengan gurunya tersebut. Ia juga memperhatikan keberadaan sahabatnya yang tampak baik-baik saja, namun pada saat ini ia tidak menemukan Penatua Mu Chen di sekitarnya.


Lei Tian bangkit dan berjalan menghampiri gurunya, lalu berkata.

__ADS_1


"Hormat kepada guru dan para Penatua"


Patriark Fang Yuan tersenyum cerah, meskipun pada saat ini ia yakin jika Lei Tian tidak mengetahui identitasnya sebagai Ketua Sekte.


"Salam mu aku terima, perkenalkan ini adalah Patriark Fang Yuan dan yang berdiri di sampingnya adalah Penatua Luo Kang" ucap gurunya sambil memperkenalkan beberapa orang.


"Maafkan saya yang tidak mengenal Patriark" ucap Lei Tian dengan penuh rasa hormat.


"Tidak apa-apa, aku memakluminya dengan baik" ucap Patriark Fang Yuan dengan hangat.


Sebagai Patriark Sekte, jelas ia memandang Lei Tian sebagai aset yang sangat berharga. Bahkan Akademi Kekaisaran saja tidak memiliki murid yang sangat berbakat seperti dirinya.


"Ngomong-ngomong aku ingin melihat teknik tubuh ilusi yang katanya kau kembangkan. Guru mu selalu melebihkan dirimu di hadapan ku" ucap Patriark Fang Yuan dengan setengah bercanda.


"Itu ya..."


Tampak Lei Tian berkata dengan salah tingkah, namun detik berikutnya tubuhnya sudah menghilang di depan Patriark dan Penatua.


Lei Tian bergerak seperti hantu, kini sembilan bentuk tubuh yang menyerupai dirinya tampak terlihat di hadapan Patriark dan Penatua. Dengan aura kekuatan yang sama, kesembilan tubuh Lei Tian tampak terlihat sempurna.


Setelah menunjukkan keahliannya, tubuh Lei Tian kemudian bersatu kembali menjadi satu bagian seperti sebelumnya. Tidak ada yang menyangka jika kemampuan Lei Tian sudah sejauh ini, jika dihadapkan dengan Penatua Mu Chen kali ini, maka sudah jelas Lei Tian akan unggul telak.


"Luar biasa" puji Patriark Fang Yuan dengan tatapan kagum.


"Terimakasih Patriark" ucap Lei Tian dengan sopan.


"Bakat mu dalam memahami tubuh ilusi sangat baik, bahkan aku saja tidak mampu melakukan teknik tersebut dengan sehalus itu" puji Patriark Fang Yuan dengan tulus.

__ADS_1


"Patriark terlalu berlebihan, semua ini berkat arahan dan dukungan dari guruku" ucap Lei Tian.


Shan Yuze dan yang lainnya tercengang, kemampuan Lei Tian yang sudah diakui langsung oleh Patriark Sekte membuat pencapaiannya sungguh sangat luar biasa. Sangat sulit mendapatkan pengakuan dari Ketua Sekte yang dikabarkan jarang berada di Sekte, namun kini Lei Tian bisa dengan mudah berbicara dengan Patriark Fang Yuan.


__ADS_2