Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Bertemu Kembali Dengan Gong Dun


__ADS_3

Setelah selesai Lei Tian kemudian segera ke tempat makan yang berada di lantai satu penginapan. Ia ingin mencari informasi tentang paman Gong Dun serta Bibi Jian yang berada di pusat Kota Jianxi. Berdasarkan petunjuk sebelumnya, penginapan ini seharusnya menjadi titik terang untuk menemui paman Gong Dun.


Lei Tian kini menggunakan baju peninggalan ayahnya, ia juga menyembunyikan tingkat kultivasinya sehingga orang akan menyangka jika ia adalah tuan muda biasa. Lei Tian ingin menyelesaikan urusannya sebelum ia bergabung dengan Akademi Kekaisaran, bahkan ia juga berencana ke perbatasan dan menuju benteng pertahanan sebelum menghadap Kaisar Qin Lau.


"Paman, apakah anda mengenal Tuan Gong Dun?" tanya Lei Tian saat berada di rumah makan yang merupakan bagian dari penginapan juga.


"Hmmph.. Tentu saja aku mengenalnya, Tuan Gong Dun adalah kepala keamanan penginapan ini" ucap pelayan rumah makan tersebut.


"Owh benarkah?" tanya Lei Tian dengan gembira.


"Benar, mungkin sebentar lagi ia akan kemari karena ia sedang menunggu seseorang" ucap pelayan tersebut dengan ramah.


"Terimakasih paman atas informasinya" ucap Lei Tian dengan sopan.


"Sama-sama Tuan muda" jawab pelayan tersebut.


Setelah mendapatkan informasi, Lei Tian segera menuju sudut rumah makan dan memesan beberapa menu untuk sarapan pagi. Kebiasaan yang ia tinggalkan selama ia berada di Sekte kini ia temui lagi di Kota Jianxi.


Tidak lama berselang setelah ia memulai sarapan, dari kejauhan ia melihat dua sosok yang ia kenal lama dan terlihat familiar.


"Tuan muda.." teriak paman Gong Dun dengan penuh semangat.


Di belakangnya terlihat Bibi Jian mengikuti dan ikut menyapa Lei Tian.


"Paman.. Bibi Jian" ucap Lei Tian menyapa kedua orang yang memang sedang ia cari.


"Bagaimana kabar anda Tuan muda?" tanya Gong Dun.


"Aku baik-baik saja"

__ADS_1


"Bagaimana kabar kalian?" tanya Lei Tian.


"Kami juga baik-baik saja dan kami tinggal tidak jauh dari penginapan ini untuk menunggu tuan muda datang" jawab Gong Dun.


"Apakah dengan paman menjadi kepala keamanan di tempat ini?" tanya Lei Tian.


"Betul Tuan muda, semalam saya sudah melihat kedatangan Tuan muda. Hanya saja karena sudah larut saya tidak ingin mengganggu waktu istirahat Tuan muda, oleh karena itu aku meninggalkan pesan kepada beberapa orang di tempat ini" jawab Gong Dun.


"Tuan muda benar-benar mirip dengan Tuan besar" ucap Bibi Jian yang penuh dengan rasa haru.


"Terimakasih Bibi Jian" balas Lei Tian dengan hangat.


"Apakah kalian sudah sarapan pagi?" tanya Lei Tian kemudian.


"Sudah Tuan muda, kebetulan kami memutuskan untuk menikah dua tahun yang lalu" ujar Gong Dun.


"Tidak usah repot-repot Tuan muda, uang yang Tuan muda berikan sebelumnya sudah lebih dari cukup untuk kami bertahan hidup hingga beberapa tahun kemudian" ucap Gong Dun dengan penuh rasa syukur.


"Bagaimana dengan keadaan Tuan muda? Apakah Sekte memperlakukan Tuan muda dengan baik?" tanya Gong Dun yang sedikit khawatir.


"Semua berjalan dengan baik, bahkan aku akan menjadi utusan Sekte Belati Merah untuk menuju ke Ibukota Kekaisaran" ungkap Lei Tian sambil mengeluarkan token Akademi Kekaisaran yang ia miliki.


Pandangan mata Gong Dun menjadi berbinar saat melihat token yang berada di tangan Lei Tian, ia tentu mengetahui token yang kini dimiliki oleh Tuan mudanya tersebut.


"Tuan muda, benda itu adalah lambang Akademi Kekaisaran yang berarti kedudukan Tuan muda setara dengan Komandan pasukan kekaisaran" ucap Gong Dun dengan antusias.


"Komandan pasukan?" tanya Lei Tian dengan sedikit bingung.


"Apakah Sekte tidak menjelaskan hal tersebut?" tanya Gong Dun sedikit bingung.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya diminta menghadap Kaisar Qin Lau saja dengan menunjukkan token ini" jawab Lei Tian dengan jujur.


"Owh begitu.. Asal Tuan muda tahu saja jika token tersebut memang sejajar dengan Komandan pasukan kekaisaran, dimana Tuan muda berhak mengatur tiga puluh ribu pasukan yang bertanggung jawab kepada seorang Jenderal, tiap seorang Jenderal membawahi empat orang komandan pasukan. Itulah mengapa Akademi Kekaisaran menjadi ajang bergengsi antar Sekte, namun selama beberapa dekade Sekte Belati Merah belum menghasilkan seorang Jenderal besar" ucap Gong Dun dengan detail.


"Pantas saja guruku memberikan pelatihan khusus demi hal ini" ucap Lei Tian.


"Tentu saja itu adalah hal yang positif Tuan muda, kini dengan identitas Tuan muda sebagai bagian dari Akademi Kekaisaran maka status tuan muda sangat luar biasa, bahkan penguasa Kota Chengdu saja harus membungkukkan badan di hadapan Tuan muda" ucap Gong Dun penuh semangat.


Ia tidak menyangka jika Lei Tian akan mendapatkan prestasi tertinggi di Sekte Belati Merah hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun saja.


"Tuan muda, jika anda memiliki token bukankah berarti Tuan muda merupakan murid inti?" tanya Gong Dun yang baru menyadari kejanggalan.


"Aku adalah murid Penatua Song Gui" jawab Lei Tian meyakinkan Gong Dun.


"Apa? Penatua Song Gui adalah orang yang sulit memiliki murid tetapi Tuan muda berhasil membuatnya tertarik, luar biasa" ucap Gong Dun penuh keterkejutan.


"Itu hanya kebetulan saja paman, lalu bagaimana apakah ada kabar tentang perkembangan Klan Lei?" tanya Lei Tian.


"Sepertinya Klan Lei sekarang sudah dianggap sebagai bagian dari Sekte sesat, hal ini dikarenakan Patriark Lei Dong secara terang-terangan sudah mengakui berhubungan dengan Sekte Serigala Hitam. Sementara keadaan Kekaisaran Qin yang tengah dilanda konflik peperangan membuat Sekte sesat berbuat seenaknya, bahkan Sekte Pedang Emas seolah dibuat tidak berdaya dengan keberadaan Sekte Serigala Hitam yang kini sudah beraliansi dengan Sekte sesat lainnya" jawab Gong Dun dengan penuh kekecewaan.


"Apakah tidak ada yang menentang keputusan Patriark Lei Dong?" tanya Lei Tian lagi.


"Ada, mereka dipimpin oleh Lei Jun dan kini mereka sudah memisahkan diri dari Klan dengan keadaan yang menyedihkan. Mereka adalah orang-orang yang seperjuangan dengan ayah Tuan muda, sampai saat ini mereka masih memegang teguh prinsip meski mereka hidup penuh tekanan dan dikucilkan oleh warga Kota Chengdu" jawab Gong Dun.


Mendengar cerita dari Gong Dun membuat darah Lei Tian mendidih, aura kebenciannya meningkat dengan tajam hingga hampir saja kekuatannya berontak. Lei Tian memejamkan matanya sejenak sambil mengatur napasnya dengan baik, lalu berkata.


"Baiklah jika begitu, kita mulai dengan mengunjungi mereka dan akan aku jadikan sejarah Klan Lei yang baru meneruskan cita-cita ayahku" ucap Lei Tian penuh tekad.


"Baiklah jika begitu Tuan muda, kebetulan saya dan istri sudah bersiap untuk berangkat sekarang juga ke Kota Chengdu" ucap Gong Dun sambil memandang ke arah Bibi Jian.

__ADS_1


__ADS_2