
Lei Tian kemudian mengusap kepala Qin Qian dengan lembut, lalu menarik tangannya ke samping agar lebih dekat dengan Li Yifei. Selanjutnya ia maju beberapa langkah ke arah Shio Mei, mengabaikan keberadaan Zhao Yusi yang sangat terpukul.
"Hari ini akan menjadi hari terakhir mu, tidak akan ada persiapan sama sekali untukmu menuju alam kematian" ucap Lei Tian dengan dingin, aura di tubuhnya belum bergejolak namun energi tak kasat mata sudah menargetkan Shio Mei.
"Zlassshh"
Detik selanjutnya tubuh Shio Mei diam terpaku, tanpa bertanya lebih lanjut tiba-tiba sebilah cahaya berbentuk belati terbang menghantam kaki kanannya. Akibat dari sabetan tersebut kaki Shio Mei terputus dan terjatuh ke tanah begitu saja.
"Itu upah yang kau terima karena kau telah menyakiti Qian'er"
"Zlassshh"
Selanjutnya sebuah cahaya berbentuk belati kembali melesat dari celah kehampaan menebas lengan kiri Shio Mei.
"Itu adalah bayaran atas perbuatanmu membuat Fei'er menderita"
Pada saat ini Shio Mei hanya bisa melihat dan merasakan anggota tubuhnya lepas satu persatu, ia tidak bisa berteriak hanya suara lirihnya yang terdengar dengan enggan. Namun kini ia dapat merasakan bala bantuan yang sedari tadi ia nantikan.
"Kurang ajar.. Berani-beraninya kau berbuat kekacauan di tempat ku" terdengar suara berat dari seorang wanita tua, suaranya begitu nyaring membuat orang-orang merinding.
Tanah tempat Lei Tian berpijak pun langsung retak, dahsyatnya kekuatan pendekar keabadian tingkat akhir membuat rembesan energinya bergetar di lokasi Akademi Kekaisaran.
Setelah melihat kedatangan orang yang ia targetkan, tubuh Lei Tian bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi ke atas langit dan berada di depan Yang Mi hanya dalam sekejap.
__ADS_1
Namun saat melihat Lei Tian wajah bengis Yang Mi memancar bagai iblis, kedua telapak tangannya mengepal dan aura membunuh yang pekat mengalir dari dalam tubuhnya.
"Akhirnya kau datang juga, kau sudah membunuh adikku. Hari ini aku akan memenggal kepalamu dan menyiksa tubuhmu hingga ke seluruh tulangmu" ucap Yang Mi dengan tatapan membunuh, setiap kata yang keluar dari dalam mulutnya bagai pisau yang mengorek luka.
Namun Lei Tian mendengus cuek lalu melirik Yang Mi dengan tatapan kecewa sambil berkata.
"Kamu yang bernama Yang Mi? mulanya kukira kau sangat hebat, namun saat berjumpa denganmu malah kau tidak sehebat dugaanku"
"Dasar sombong"
Ketika Yang Mi mendengar ucapan Lei Tian, keinginan untuk membunuh pemuda tersebut semakin besar.
"Pantas saja kau memiliki kepercayaan yang tinggi dan mengacaukan keseimbangan kehidupan manusia biasa. Tetapi sayangnya kau terlalu percaya diri dengan kekuatanmu" ucap Lei Tian dengan nada memprovokasi.
Sementara itu di sebuah ruangan yang minim pencahayaan, tampak beberapa orang datang dengan mengendap-endap. Ruangan yang hanya berukuran dua meter persegi tersebut menjadi tempat beradanya Kaisar Qin Lau yang selama ini menjadi tawanan Shio Mei.
"Be..Benarkah?" Qin Lau membuka matanya, sejak beberapa hari ini ia selalu murung memikirkan anak dan istrinya.
Apalagi kabar tentang kematian istrinya di tangan Chen Kun membuat dirinya sudah tidak bersemangat untuk melanjutkan hidup. Tetapi pada saat ini ia mendapatkan kabar jika putri tercintanya masih hidup membuatnya seperti mendapatkan seteguk air di tengah dahaga.
"Tuan Putri ternyata ditolong oleh Lei Tian, pahlawan Kekaisaran Qin itu juga masih hidup dan sudah kembali ke Ibukota bersama Tuan putri Qin Qian" jawab pengawal tersebut dengan penuh semangat.
"Maksudmu Lei Tian murid Akademi Kekaisaran itu?" tanya Qin Lau dengan nada setengah tidak percaya.
__ADS_1
"Tentu saja yang mulia, pemuda yang sudah dikabarkan meninggal kini berdiri gagah menantang Shio Mei di depan Akademi Kekaisaran" ucap pengawal tersebut sambil membuka kunci ruang tahanan tersebut.
Setelah adanya pergerakan dari Lei Tian, kini orang-orang yang masih setia kepada mantan Kaisar Qin Lau bermunculan kembali seperti jamur di musim penghujan. Mereka kini jelas bisa menunjukkan sikap setelah kemunculan Lei Tian yang sangat luar biasa, kehancuran Shio Mei hanyalah tinggal menghitung waktu saja.
"Lalu bagaimana keadaan putriku sekarang?" tanya Qin Lau sesaat dirinya sudah dibebaskan.
"Tuan Putri sudah sangat berbeda sekarang, sepertinya ia memiliki kekuatan yang sangat luar biasa" jawab pengawal tersebut.
"Apa?" tanya Qin Lau dengan ekspresi terkejut.
"Benar yang Mulia, bahkan Chen Kun tewas di tangan Tuan Putri hanya dalam satu gerakan" ucap pengawal tersebut dengan suara bergetar.
Qin Lau terdiam, sebagai seorang ayah tentu ia menyadari potensi yang terdapat di dalam tubuh putrinya, jika hal ini sudah terjadi maka besar kemungkinan jika putrinya sudah menemukan lelaki pilihannya.
"Apakah putriku nampak dekat dengan seorang pria?" tanya Qin Lau penasaran, ia mulai menebak-nebak situasi kekuatan putrinya yang sudah dibangkitkan.
"Tuan Putri hanya terlihat bersama Lei Tian, hanya saja sikap Tuan putri terlihat begitu akrab dan sangat dekat dengan pemuda tersebut" jawab pengawal tersebut dengan jujur.
"Baiklah jika seperti itu, mari kita temui mereka" ucap Qin Lau dengan senyum mengembang.
"Baik Yang Mulia" jawab pengawal tersebut, beberapa pengawal lainnya juga sudah bersiaga setelah melumpuhkan orang-orang Shio Mei.
Qin Lau bersama para pengawal yang membebaskannya segera melangkah dengan cepat menuju Akademi Kekaisaran, di sepanjang jalan para prajurit sudah kembali memberi penghormatan kepadanya, meski tidak sedikit ada mayat dari beberapa orang prajurit lainnya. Mereka tentu saja orang-orang yang sebelumnya berada di pihak Shio Mei, dengan adanya momen kebangkitan Lei Tian kini para pengawal bersama ratusan murid dari Sekte Belati Merah menyisir area Istana Kekaisaran yang letaknya bersebelahan dengan Akademi Kekaisaran.
__ADS_1
Tidak hanya itu, bahkan para Tetua yang berasal dari gabungan Sekte Perisai Api dan juga Sekte Pedang Emas ikut mengepung area dalam Istana Kekaisaran. Dengan kekuatan belasan pendekar dewa membuat dua orang Jenderal Kekaisaran tidak bisa berkutik, bahkan pertarungan diantara mereka tidak bisa dihindarkan. Namun karena beda jumlah, maka Shen Hua dan Zhengzhou yang merupakan Jenderal kebanggan Kekaisaran Qin sebelumnya tewas tanpa perlawanan berarti. Dengan tewasnya para Jenderal menjadi titik mundur bagi seluruh kekuatan pasukan Kekaisaran, apalagi keberadaan murid Sekte Belati Merah berada di atas tingkatan prajurit biasa, hingga dalam waktu singkat Istana Kekaisaran sudah berada di bawah kendali Penatua Song Gui sebagai penanggung jawab.
Setelah menaklukan Istana Kekaisaran, kini mereka bergerak menuju Akademi Kekaisaran menyusul Lei Tian yang berencana akan berhadapan dengan Shio Mei dan yang lainnya. Kaisar Qin Lau dengan tatapan cerah melihat perubahan keadaan yang tiba-tiba dan berpihak kepadanya, ia menatap cahaya kehidupan kembali setelah sebelumnya ia merasakan putus asa berkepanjangan.