
Hari pun berganti dengan cepat, selama beberapa hari terakhir Lei Tian yang sudah memahami konsep teknik tubuh ilusi telah berhasil melatihnya ke tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Hal ini tentu tidak lepas pencerahan yang ia dapatkan dari liontin Naga Petir di dalam lautan kesadarannya.
Selama itu juga ia sudah berhasil membentuk bayangan yang mirip dengan tubuh aslinya. Meskipun demikian ia terus melatihnya ke tingkat ekstrim dimana bentuk bayangan tubuhnya tidak hanya mengikuti bentuk aslinya tetapi juga bisa ia gerakkan sesuai keinginannya.
Pada saat ini Lei Tian sedang memfokuskan kekuatannya untuk membentuk dua bayangan dirinya.
"Glup"
"Glup"
Dua bentuk tubuh ilusi muncul di samping tubuh Lei Tian, lalu kedua tubuh tersebut mengeluarkan energi yang sama untuk melakukan pukulan petir.
Meskipun tidak sekuat tubuh aslinya, tubuh ilusi tersebut tetap bisa memiliki aura mengerikan yang dapat mengelabui pihak lawan.
"Huh.. Akhirnya aku berhasil" gumam Lei Tian dengan senang.
Kendati ia tidak mencoba melakukannya dengan serangan langsung, ia cukup yakin dengan kekuatan barunya tersebut. Lei Tian tidak mau menimbulkan suara yang tidak perlu karena khawatir akan mengganggu konsentrasi dua orang rekannya yang tengah berkultivasi.
Matahari mulai tenggelam saat Yun Zixin dan Shan Yuze membuka mata mereka, bau ikan bakar di dekatnya telah membangunkan mereka dari kultivasinya.
"Harum sekali" ucap Yun Zixin dengan tatapan menahan lapar.
"Bagaimana perkembangan kekuatan kalian?" tanya Lei Tian yang berada tidak jauh dari mereka berdua.
"Hahaha.. Terimakasih berkat bantuanmu kini aku berhasil menerobos ke tahap Pendekar Praja Tingkat Menengah" ucap Yun Zixin.
"Aku juga mengalami hal yang sama" ucap Shan Yuze menyambung.
__ADS_1
"Baguslah, sebaiknya kalian makan dulu" ucap Lei Tian dengan ekspresi senang.
"Sepertinya besok pagi adalah waktunya pertandingan akan dimulai. Bagaimana dengan persiapan mu? tanya Yun Zixin kepada Lei Tian dengan penasaran.
"Semua sudah aku persiapkan dengan baik, kalian tidak usah khawatir" jawab Lei Tian sambil memberikan beberapa ikan bakar yang sudah masak.
"Baguslah kalau begitu, maafkan kami yang tidak sempat menemani kamu berlatih" ucap Yun Zixin dengan serius.
"Tidak apa-apa, aku sudah menyiapkannya dari jauh hari" ujar Lei Tian dengan santai.
"Sepertinya kau tidak asing dengan tempat ini" tanya Yun Zixin yang agak penasaran.
Dirinya saja tidak berani berada di sekitar tempat ini, konon diceritakan tempat ini sering didatangi oleh seorang Penatua. Jadi murid luar tidak berani mengusik atau takut mengganggu keberadaan penatua tersebut.
"Sejak aku belajar teknik yang aku dapatkan dari perpustakaan, aku sudah berada di sini untuk mempelajarinya" ungkap Lei Tian dengan jujur.
"Sebaiknya kalian cepat makan, sebentar lagi hari sudah gelap dan kita harus kembali ke kediaman untuk beristirahat" ujar Lei Tian.
"Iya, tentu saja" jawab kedua sahabatnya sambil menikmati ikan bakar dengan lahap.
Setelah mereka berbincang sebentar tentang pengalaman berkultivasi, kini ketiganya segera kembali ke tempat tinggalnya.
Di dalam Paviliun murid luar, keberadaan Lei Tian dan dua orang sahabatnya kini menjadi pusat perhatian. Apalagi hingga hari terakhir pendaftaran hanya ada sepuluh orang yang mendaftar, dan itu semua merupakan para murid yang selama ini bergelar sebagai murid teratas.
Hanya Tao Ming yang tidak ikut mendaftarkan diri, selama beberapa hari ia tidak keluar dari kediamannya karena mungkin ia sudah tidak memiliki wajah jika harus berhadapan dengan orang lain.
Hingga keesokan paginya hari yang dinantikan pun tiba, seluruh murid luar segera berkumpul di aula utama murid luar yang sudah dihiasi sebuah panggung besar untuk pergelaran pertandingan antar murid luar.
__ADS_1
"Ayo kita segera berangkat" ajak Yun Zixin dengan penuh semangat.
Diantara ketiga orang, hanya Yun Zixin yang memiliki antusiasme yang paling tinggi.
"Lei Tian, kamu jangan memaksakan diri. Pertandingan ini diikuti oleh dua orang Nona Shui, maka sudah dipastikan salah satu dari mereka yang akan memenangkannya. Hal itu juga yang membuat animo murid luar berkurang drastis. Belum lagi menghadapi kelompok Wu Cing yang terkenal licik dan kejam" keluh Yun Zixin kemudian.
"Iya benar, kamu harus hati-hati terhadap mereka" ucap Shan Yuze kemudian.
"Terimakasih atas perhatian kalian, aku akan bertindak sesuai kemampuanku, jadi kalian tidak perlu khawatir" sahut Lei Tian dengan rasa hangat.
"Baguslah jika begitu, kami akan selalu mendukungmu" ujar Yun Zixin sambil berjalan bersama.
Setibanya di Aula utama, mereka bertiga berpisah karena Lei Tian akan berada di sisi panggung bersama peserta lainnya. Sementara Yun Zixin dan Shan Yuze akan bergabung dengan para penonton yang sudah mulai memadati Aula utama murid luar tersebut.
Tidak lama kemudian, acara pun resmi dimulai dengan naiknya Penatua Fan Guo ke atas panggung. Karena pesertanya tidak banyak maka Penatua Fan Guo selaku penanggungjawab segera mengumumkan metode pelaksanaan pertandingan.
"Pada pertandingan kali ini peserta hanya terdiri dari sepuluh orang saja. Karena kebetulan juga, mereka yang mengikuti adalah mereka yang sebelumnya sudah memiliki gelar murid teratas maka metode yang diterapkan adalah tantangan terbuka" ucap Penatua Fan Guo dengan cukup keras.
"Setiap peserta diperbolehkan untuk menantang peserta lainnya untuk memperoleh kenaikan peringkat. Dalam hal ini peringkat ke sepuluh jika ingin naik tingkat maka ia harus menantang peringkat di atasnya. Namun peserta yang lebih tinggi peringkatnya tidak akan mengalami kenaikan tingkat jika menang melawan peserta yang berada di bawahnya" sambung Penatua Fan Guo menjelaskan peraturan pertandingan.
Seluruh penonton terdiam mendengarkan pengumuman yang disampaikan oleh Penatua Fan Guo, ini berarti Lei Tian akan berada di peringkat ke sepuluh menggantikan Tao Ming yang tidak ikut mendaftarkan diri pada kesempatan kali ini.
"Baiklah untuk mempersingkat waktu, pertandingan akan segera dimulai dan akan dipimpin oleh seorang petugas. Sedangkan peraturan pertandingan masih sama seperti sebelumnya, peserta tidak boleh saling bunuh atau menghancurkan basis kultivasi. Peserta akan dianggap gugur jika keluar dari panggung pertandingan atau menyerah" ucap Penatua Fan Guo didepan ratusan murid luar.
Setelah Penatua Fan Guo turun, seorang Diaken naik ke atas panggung untuk memperkenalkan sepuluh orang murid yang akan menjadi peserta pertandingan. Delapan orang pemuda gagah berani dan dua orang wanita yang terkenal memiliki kecantikan segera naik ke atas panggung dari kursi dimana mereka duduk sebelumnya.
"Pada pertandingan kali ini, seorang yang memenangkan pertandingan akan mendapatkan hadiah batu roh sebanyak lima ratus buah, selain itu akan mendapatkan akses masuk ke lantai tiga perpustakaan" ucap Diaken tersebut menyampaikan pengumuman.
__ADS_1
Segera suara tepuk tangan yang diikuti gemuruh dari para penonton menghiasi aula murid utama. Semua pasang mata kini tertuju kepada sepuluh orang murid yang tengah berdiri dengan gagah di atas panggung pertandingan.