Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Menyusun Rencana


__ADS_3

Lei Tian menganggukkan kepala pelan, ia cukup senang dengan keadaan yang sudah bisa dikendalikan.


"Paman, bagaimana dengan kelanjutan rencana pembelian lahan yang sebelumnya sudah direncanakan?" tanya Lei Tian lagi.


Sebelumnya ia sudah meminta bantuan kepada Gong Dun untuk mengatur tempat yang baru demi keberlangsungan Klan Lei yang berada di bawah perlindungan Lei Jun.


"Saya mohon maaf tuan muda, mengenai hal itu sedikit tertunda karena adanya perubahan situasi yang mendadak" ujar Gong Dun.


Lei Tian tentu saja paham dengan situasi yang dimaksud oleh Gong Dun, karena hal tersebut juga karena ulahnya sendiri sehingga penyerangan Sekte Serigala Hitam terjadi begitu cepat.


"Tidak apa-apa, justru aku merasa senang jika itu masih tertunda. Aku akan mengubah rencana, berhubung Klan Lei sudah kita kuasai kembali maka hal yang terpenting adalah perluasannya serta penambahan bangunan utama lainnya" ucap Lei Tian.


Lei Jun dan Gong Dun yang mendengarnya ikut senang, apa yang mereka pikirkan ternyata sejalan dengan pemikiran Lei Tian.


Lei Tian kemudian menambahkan sisa emas batangan peninggalan Klan Lei yang sudah diwariskan ayahnya kepada dirinya. Lei Tian ingin menggunakan harta tersebut untuk membangun kembali Klan yang sepertinya tidak mengalami perkembangan di bawah kepemimpinan Lei Dong.

__ADS_1


"Ini banyak sekali Tuan muda" ucap Lei Jun yang terkaget-kaget.


"Ini semua adalah harta yang ditinggalkan oleh ayahku untuk kemaslahatan Klan, aku hanya dititipkan saja dan kini sudah waktunya untuk digunakan. Adapun urusan lainnya paman bisa bekerja sama dengan Tuan Mu Xianji" kata Lei Tian.


"Baiklah jika begitu, aku akan segera menjalankan rencana ini dengan sebaik mungkin" ucap Lei Jun dengan bersungguh-sungguh.


Di mata Lei Jun, sosok Lei Tian adalah jelmaan Patriark Lei Yun Xi. Tidak hanya bentuk fisiknya yang mirip, namun sikap dan ketegasannya benar-benar serupa dan patut ditiru oleh segenap orang-orang di Klan Lei.


Setelah Lei Jun menjalankan rencana yang baru saja diputuskan, maka Lei Tian kini berkonsentrasi tentang rencana lainnya yang akan ia lakukan.


"Ini terlalu berharga Tuan muda" ujar Gong Dun dengan berat hati.


"Tidak masalah, benda tersebut aku tidak membutuhkannya" ucap Lei Tian dengan enteng.


Jika Lei Tian sudah berkata seperti itu maka tidak ada alasan bagi Gong Dun untuk menolaknya lagi, tidak cuma Lei Jun bahkan Gong Dun juga merasakan jika kepribadian Lei Tian mirip dengan mendiang Patriark Lei Yun Xi.

__ADS_1


"Oiya paman, apakah kau memiliki Peta wilayah Kekaisaran Qin? Atau setidaknya peta yang memuat wilayah perbatasan yang kini menjadi pusat konflik" ucap Lei Tian.


"Tunggu sebentar, saya akan mengambilnya untuk anda"


Gong Dun segera melangkah menuju ruang kerja di kediaman baru tersebut, sebelumnya ia sudah memeriksa segala sesuatunya yang terdapat di dalam kediaman itu.


Tidak lama kemudian Gong Dun sudah kembali di hadapan Lei Tian sambil menyerahkan sebuah gulungan.


Berikutnya Lei Tian segera menggelar gulungan tersebut pada sebuah meja yang terdapat di ruangan tersebut, dengan seksama ia memperhatikan garis yang saling berhubungan di dalam peta tersebut.


"Paman, bisakah kau membantuku untuk mengidentifikasi wilayah yang menjadi pusat konflik?" ucap Lei Tian sambil memperhatikan peta tersebut.


"Tentu saja tuan muda" jawab Gong Dun.


Selanjutnya Gong Dun segera menjelaskan beberapa wilayah yang terdapat di wilayah Kekaisaran Qin, terutama jalur yang harus ditempuh jika ingin ke Gerbang Timur yang sekaligus menjadi benteng pertahanan Kekaisaran Qin.

__ADS_1


__ADS_2