
Setelah memberikan tugas kepada pengawal pribadinya tersebut, Kaisar Qin Lau segera menemui istrinya.
"Istriku, segera bersiap dan kemasi barang-barang mu dan juga Qin Qian karena keadaan yang tidak kondusif" ucap Kaisar Qin Lau kepada istrinya dengan tergesa-gesa.
"Apa yang terjadi?" tanya Permaisuri dengan raut wajahnya yang terlihat cemberut.
"Malam ini akan terjadi pemberontakan besar di Istana, Akademi Kekaisaran di bawah perintah Jenderal Shio Mei berkhianat untuk menggulingkan kekuasaan" ungkap Kaisar Qin Lau dengan nada gusar.
Mendengar ucapan dari suaminya tersebut membuat Permaisuri sangat terkejut, ia tidak menduga jika Shio Mei yang selama ini terlihat loyal akan melakukan pemberontakan yang sudah tersusun rapi. Andai saja diberikan waktu, maka ia bisa meminta bantuan dari ayahnya yang juga seorang Tetua di Sekte Perisai Api, ayahnya juga memiliki pengaruh yang kuat.
"Sekarang segera kemasi barang-barang keperluan pribadi dan juga bekal untuk masa depan, keselamatanmu adalah yang utama, serta pikirkan juga tentang masa depan putri kita" ucap Kaisar Qin Lau kedua kalinya dengan nada tegas.
Mendengar perintah dari suaminya, Permaisuri sebenarnya ingin mengatakan sesuatu namun ia menahannya. Sambil menggigit bibirnya ia memikirkan nasib putri satu-satunya tersebut yang terkenal tidak berguna, Qin Qian tidak memiliki basis kultivasi. Sebagai putri mahkota keberadaan Qin Qian selalu diperlakukan secara khusus, hanya pelayan pribadinya yang biasa berhubungan dengan dirinya.
"Suamiku, apakah tidak ada jalan lain?" tanya Permaisuri dengan ekspresi serius.
"Sebagian besar pejabat Istana Kekaisaran sudah berkhianat, mereka berada dalam tekanan Akademi Kekaisaran. Saat ini aku juga masih belum tahu persis siapa saja yang masih setia dan siapa saja yang berkhianat" ungkap Kaisar Qin Lau sambil mengepalkan jari tangannya.
Segala kekesalan dan kemarahannya berbaur menjadi satu, pengkhianatan yang ia terima saat ini terlalu sulit untuk dia terima begitu saja, apalagi hal ini terjadi dengan tiba-tiba tanpa ia ketahui sebelumnya secara detail.
Tanpa menunggu istrinya bergerak, Kaisar Qin Lau segera membereskan barang-barang pribadi yang sekiranya akan dibutuhkan oleh putrinya. Barang pribadi dan harta terbaiknya segera ia kemas lalu ia masukkan ke dalam cincin penyimpanannya.
"Ayah, ada apa?" tanya Qin Qian yang tiba-tiba datang.
__ADS_1
"Kondisi Istana sedang tidak baik-baik saja, ayah meminta kepada Chen Kun agar membawamu pergi bersama ibumu" jawab Kaisar Qin Lau.
"Kenapa mendadak sekali?" tanya Xie Putri Qin Qian.
"Ayah juga mendapatkan berita ini begitu mendadak, sebaiknya kau segera bersiap untuk pergi. Jika semuanya sudah terkendali, maka ayah akan mencari kalian" jawab Kaisar Qin Lau dengan haru.
Tidak lama berselang, Chen Kun dan juga Xue Meilin sudah tiba di ruang pribadi Kaisar Qin Lau. Mereka berdua sudah bersiap membawa perlengkapan yang dibutuhkan untuk menjalani pelarian. Dengan sigap Xue Meilin segera mengambil barang-barang Permaisuri serta Putri Qin Qian yang sudah dirapikan. Sebagai orang yang sudah terbiasa mengasuh Qin Qian semenjak bayi, tentu saja Xue Meilin sangat akrab dan tidak menemukan kendala.
"Putriku, cepatlah menikah dan temukan lah pria yang dapat menjagamu di masa depan" ucap Kaisar Qin Lau sambil mengusap kepala putrinya tersebut.
Kaisar Qin Lau sangat mengharapkan putrinya bisa bertahan dan berkembang hingga ia menemukan jodoh yang tepat, dengan rahasia yang terdapat di dalam dirinya setidaknya ia bisa membangkitkan kekuatan yang selama ini menjadi misteri. Hanya Qin Lang yang mengetahui rahasia putrinya tersebut, sebagai Ketua Sekte Pedang Emas ia sudah memberitahukan hal tersebut kepada Qin Lau sejak putrinya remaja.
"Cepatlah kalian pergi sebelum ada yang mencurigai" ucap Kaisar Qin Lau sambil memeluk istri dan juga putrinya untuk yang terakhir kalinya.
"Cepatlah kalian masuk dan segera tinggalkan tempat ini" perintah Kaisar Qin Lau dengan ekspresi rumit.
"Permaisuri, Tuan Putri, mari kita segera pergi" ucap Xue Meilin selaku pelayan kepercayaan.
Permaisuri masih merasa berat berpisah dengan suaminya, dengan berlinang air mata akhirnya ia terpaksa menuruti kemauan suaminya tersebut.
Tidak lama kemudian pintu rahasia tersebut kembali tertutup, meninggalkan Kaisar Qin Lau seorang diri. Setelah memastikan keselamatan istri dan anaknya, Kaisar Qin Lau memanggil beberapa penjaga lainnya untuk bersiap. Sebagai seorang Kaisar ia juga masih memiliki pasukan penjaga yang masih loyal kepadanya.
Namun hal yang tidak disadari oleh Kaisar Qin Lau adalah pengkhianatan sesungguhnya yang datang dari orang kepercayaannya, Chen Kun. Tanpa pernah disadari oleh Kaisar, pengawal pribadinya tersebut adalah orang yang berasal dari Akademi Kekaisaran yang diutus oleh Jenderal Shio Mei secara rahasia, Chen Kun juga yang telah mengatur rencana pemberontakan malam hari ini bersama Jenderal Shio Mei.
__ADS_1
"Akhirnya aku menemukan akses rahasia Istana Qin" gumam Chen Kun di dalam hatinya dengan perasaan gembira.
Hanya saja Chen Kun masih berpura-pura menjalankan perannya, ia menunda aksinya karena ingin mengetahui kemana ujung lorong ini membawa mereka keluar. Selain itu Chen Kun tidak mau gegabah, ia sudah menyusun rencana ini dengan matang sehingga ia tidak mau mengalami kegagalan. Jika gagal maka nyawanya yang akan menjadi taruhan, kekejaman Jenderal Shio Mei tidak pernah ia ragukan.
Setelah berjalan sekitar satu jam lebih, mereka menemukan ujung jalur pelarian dari lorong rahasia Istana Qin. Lorong tersebut ternyata mengarah ke salah satu bagian terluar Istana yang selama ini dikenal sebagai tanah terlarang Kota Miayang.
"Rupanya di sini pintu keluarnya" ucap Chen Kun sambil memutar gagang pintu yang terbuat dari kayu tersebut.
Permaisuri yang sedikit menaruh kecurigaan terhadap gerak-gerik Chen Kun selama di lorong rahasia, ia mulai menjaga jarak putrinya yang kini sedang digandeng oleh Xue Meilin.
"Ha ha ha... Akhirnya aku menemukan akses rahasia tanah terlarang" ucap Chen Kun dengan seringai kejam.
"Apa maksudmu?" tanya Permaisuri yang semakin waspada.
"Hahaha.. Tentu saja akses rahasia Istana Qin, karena sebentar lagi aku akan menguasainya"
Setelah mengatakan hal itu, Chen Kun segera melemparkan jarum perak ke arah Putri Qin Qian yang sedang dalam posisi tidak terlindungi. Jarum tersebut merupakan senjata rahasia Chen Kun yang merupakan murid dari Sekte Teratai Ungu.
'Woossh"
"Woossh"
Tanpa disadari oleh Xue Meilin dan juga Permaisuri, dua buah jarum beracun yang sudah disiapkan sebelumnya kini mendarat tepat di tubuh Putri Qin Qian.
__ADS_1