Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Identitas Ibunya Zhao Yusi


__ADS_3

Sementara itu di Ibukota Provinsi Sichuan, tepatnya di Kota Miayang dimana terdapat sebuah Akademi Kekaisaran yang merupakan tempat dibentuknya para petinggi dan calon pejabat kekaisaran Qin. Zhao Yusi yang beberapa hari lalu mencari identitas ibunya kini sudah berhasil bertemu dengan ibunya, meski Shio Mei mengakui Zhao Yusi namun identitas Zhao Yusi hanya sebagai murid khusus yang dibawa Shio Mei.


Ibu Zhao Yusi sendiri merupakan seorang Penatua di Akademi Kekaisaran sekaligus merupakan Jenderal wanita yang dingin. Identitas Zhao Yusi ditutup rapat sebagai anak kandungnya, meski demikian Zhao Yusi tidak punya pilihan lain demi menjadi seorang kultivator serta dapat menemui ibunya secara langsung.


Sebagai murid dari Shio Mei sekaligus ibu kandungnya, Zhao Yusi menjalani sandiwara kehidupan demi keberlangsungan karir ibunya yang memang bukan wanita biasa. Dengan kekuatan Pendekar Dewa Semesta tingkat Awal, bisa dibilang kekuatan ibunya sudah sejajar dengan Patriark Sekte.


Di dalam Akademi Kekaisaran Qin, kekuatan tingkat Dewa bukanlah hal yang langka. Mengingat pihak Kekaisaran Qin dan Kekaisaran Wei sering berkonflik maka persaingan keduanya sangat terasa dalam hal kekuatan Pendekar Tingkat Ahli. Bahkan dalam kalangan tertentu, terdapat kekuatan rahasia di atas tingkat Dewa yang dimiliki oleh beberapa orang sesepuh atau pelindung wilayah. Namun keberadaan mereka sangat tersembunyi sebagai pilar pelindung kekaisaran.


Akademi Kekaisaran sendiri merupakan tempat yang bergengsi dimana hanya murid-murid dari Sekte yang terpilih yang akan berkesempatan untuk bergabung, mereka semua adalah talenta yang paling berbakat yang terdapat di Kekaisaran Qin.


Di dalam sebuah kamar, Shio Mei dan putrinya yang baru saja ia temukan tengah asyik berbicara mengenai beberapa pengaturan.


"Kamu hanya perlu bekerja keras dan tingkatkan basis kultivasi mu" ucap Shio Mei saat berdua dengan Zhao Yusi.


"Baik ibu, aku akan berlatih dengan sungguh-sungguh" jawab Zhao Yusi dengan semangat.


"Kehadiranmu akan menutupi kesalahan di masa laluku, meski demikian kamu harus bisa menjaga sikap ketika berada di luar" ujar Shio Mei dengan nada yang tegas.


"Baik" jawab Zhao Yusi dengan singkat.


Walau bagaimanapun juga, Zhao Yusi sangat senang berada di lingkungan yang baru. Selain mendapatkan perhatian dan kebutuhan yang layak, Zhao Yusi juga memiliki waktu untuk berkultivasi dengan lebih baik sehingga kekuatan terpendamnya dapat terus terasah sebagaimana yang ibunya harapkan.


Sebagai seorang murid Penatua dari Akademi Kekaisaran, Zhao Yusi kini diizinkan tinggal di tempat khusus di dalam Akademi Kekaisaran dengan status murid pribadi. Sementara ayahnya, Zhao Feng sudah kembali bergabung kepada keluarga utamanya untuk memulai kehidupan baru.


Di sisi Shio Mei ia juga tidak menutupi diri dengan keberadaan Zhao Yusi, meskipun kehadiran Zhao Yusi adalah sebuah kecelakaan di masa lalu yang diakibatkan oleh seseorang, Shio Mei berusaha tegar untuk menerima takdirnya. Peristiwa itu juga yang membuatnya menjadi dingin dan krisis kepercayaan kepada orang lain, hanya saja ia masih memiliki rencana besar untuk berada di puncak kekuasaan. Bahkan ia akan melatih Zhao Yusi dan menjadikannya sebagai kultivator wanita terkuat bersama dengan dirinya, menghancurkan orang yang sudah merusaknya di masa lalu.


*************


Setelah tiga hari berkultivasi di dalam kamar pribadinya, kini Lei Tian sudah membuka kedua matanya dan merasakan kekuatannya sudah kembali pulih. Seiring meningkatnya kultivasi dalam dirinya, kebutuhan akan sumberdaya juga semakin besar. Dengan lima ratus batu roh yang baru saja ia serap, tidak begitu saja dapat menaikkan ranah kultivasinya.

__ADS_1


"Akhirnya kau keluar juga" ucap Yun Zixin yang menyapa Lei Tian sesaat setelah keluar dari kamarnya.


"Ada apa?" tanya Lei Tian dengan bingung.


"Dua hari yang lalu seseorang dari Aula pengembangan bakat datang untuk mencari mu" ujar Yun Zixin dengan wajah senang.


"Ada masalah apa?" tanya Lei Tian dengan ekspresi heran.


"Ternyata benar dugaanku orang yang kamu maksud sebelumnya adalah Penatua Song Gui pemimpin Aula pengembangan bakat" ucap Yun Zixin memberi penjelasan.


Mendengar penjelasan dari sahabatnya, Lei Tian hanya mengangguk ringan kemudian dia berkata.


"Dimana Shan Yuze?" tanya Lei Tian kemudian.


"Sepertinya ia sedang berada di perpustakaan" jawab Yun Zixin.


Mendengar kata perpustakaan mengingatkan Lei Tian akan salah satu hadiah yang ia dapatkan.


"Ayo kita berangkat bersama saja" ajak Yun Zixin dengan penuh semangat.


Lantas keduanya jalan menuju perpustakaan murid luar yang berjarak tidak begitu jauh dari tempat tinggal mereka. Di sepanjang jalan, tampak para murid yang melihat Lei Tian menyapa dengan hormat. Dari tatapan mereka penuh kekaguman saat Lei Tian juga membalas sapaan mereka satu persatu.


"Bagaimana kabar mereka yang terluka?" tanya Lei Tian saat dalam perjalanan.


"Beberapa dari mereka masih dalam perawatan, termasuk Wu Ching yang paling serius" jawab Yun Zixin.


"Lalu bagaimana dengan kedua Nona Shui?" tanya Lei Tian lagi.


"Pagi ini kedua wanita tersebut sudah bergabung dengan murid dalam di bawah pengawasan Penatua Mu Chen" ucap Yun Zixin.

__ADS_1


"Owh.."


Lei Tian tidak heran dengan kabar Shui Qing dan Shui Niao yang kini bergabung dengan Paviliun murid dalam, walau bagaimanapun kakak beradik tersebut adalah sosok murid jenius. Jika saja Lei Tian tidak memiliki Liontin Naga Petir maka ia juga belum tentu bisa mendapatkan pencapaian besar dalam hidupnya.


Adapun sebuah tanda yang ditinggalkan saat ia disambar petir masih menjadi misteri baginya, yang ia tahu tanda tersebut memiliki kekuatan ajaib dalam melakukan penyembuhan di dalam dirinya saat ia terluka dalam maupun mengalami luka luar.


Tidak lama kemudian keduanya tiba di perpustakaan yang sama, tempat dimana pertama kali Lei Tian mendapatkan teknik Tubuh Ilusi serta teknik Tinju Api.


"Salam senior, kami ingin mengunjungi lantai tiga" ucap Yun Zixin penuh percaya diri.


"Hmmph"


Seorang Diaken yang sudah mengenal sosok Yun Zixin tersebut langsung melirik ke arah pemuda yang berada di sampingnya.


"Selamat atas kemenangan mu, aku tidak menyangka jika kau mampu menguasai teknik sulit yang kau pilih saat itu" ucap Diaken tersebut kepada Lei Tian.


"Terimakasih senior" ucap Lei Tian dengan sopan.


"Kamu bisa memasuki lantai tiga, adapun waktu yang kau boleh lalui adalah dua jam" ujar Diaken tersebut.


"Baik, terimakasih senior" jawab Lei Tian.


"Aku akan menunggumu di sini, kebetulan aku akan mencari Shan Yuze di dalam" ujar Yun Zixin yang masih berada di antara mereka.


Lei Tian kemudian menuju lantai tiga, kitab-kitab yang terdapat di dalamnya lebih sedikit ketimbang yang terdapat di lantai pertama. Beberapa rak buku yang terlihat rapi menandakan jarang sekali murid yang bisa mengakses lantai ini.


Lei Tian dengan teliti mencari beberapa kitab yang akan ia pilih untuk menambah tekniknya. Sebagai Sekte yang menggunakan belati, kitab-kitab yang berada di atas rak buku kebanyakan memuat teknik berpedang.


Teknik-teknik tersebut beberapa diantaranya sudah ia pelajari melalui gerakan yang ditunjukkan oleh Shui Niao saat bertarung dengannya.

__ADS_1


"Sepertinya Shui Niao termasuk orang yang rajin membaca, hanya saja kesombongannya terlalu tinggi" gumam Lei Tian dalam hati.


Lei Tian juga menemukan teknik lanjutan tubuh ilusi, namun ada beberapa perbedaan dengan pemahaman yang Lei Tian sempurnakan sendiri saat ia mendapatkan pencerahan dari Naga Petir yang berada di dalam lautan kesadarannya.


__ADS_2