Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Musnahnya Sekte Serigala Hitam


__ADS_3

Lei Tian menggunakan dua teknik sekaligus, dengan menggunakan strategi tersebut ia berhasil melukai Patriark Chi Luk Bha dengan serius. Namun ia masih merasakan fluktuasi Qi di dalam tubuhnya masih belum stabil. Meski telah membagi dengan dua tubuh ilusi, pergolakan energi Lei Tian dari kekuatan liontin air abadi terus bergolak seperti aliran sungai yang sangat besar.


"Sepertinya aku harus bisa menahan efek dari kekuatan liontin air abadi ini" gumam Lei Tian yang masih berusaha mengendalikan kekuatan dahsyat di dalam tubuhnya.


Basis kultivasi Lei Tian memang berada di bawah kekuatan Patriark Chi Luk Bha, namun dengan dukungan energi liontin air abadi ledakan kekuatannya hampir melebihi kemampuan Patriark Chi Luk Bha. Efek dari tulang Naga juga terus dimaksimalkan dengan menyerap kekuatan tersebut hingga ke sumsum tulang, menyimpannya sebagai cadangan energi yang akan digunakan di masa mendatang.


Di sisi lain Patriark Bho Chah menatap penuh keterkejutan, dirinya saja tidak mudah melukai Chi Luk Bha yang kekuatannya berada pada tingkat yang sama dengannya. Hanya saja ia sedikit berpikir tentang benda yang ditelan oleh Lei Tian sebelumnya, bisa saja benda tersebut berhubungan dengan peningkatan kekuatan Lei Tian yang sangat signifikan.


"Mengerikan"


Gumam Patriark Bho Chah yang memperhatikan pertarungan dari jarak dekat tersebut, sebagai seorang Patriark ia merasa malu dengan kemampuannya saat ini, bahkan ia berpikiran jika Sekte Belati Merah yang selama ini berada di bawah Sekte Pedang Emas telah menyimpan monster jenius dengan sangat rapi.


Tidak hanya Patriark Bho Chah yang terkejut, melainkan ribuan pasang mata yang terdiri dari dua bagian Sekte yang saling bertikai, mereka tidak menyangka jika hasil akhirnya akan seperti ini. Sosok pemuda yang muncul secara tiba-tiba telah memainkan peran yang sangat menentukan, bahkan karena dirinya lah pertempuran ini bisa diarahkan.


"Sepertinya kau memiliki cara khusus untuk meningkatkan kekuatanmu, namun aku yakin kau memiliki batas waktu untuk menggunakannya" ucap Patriark Chi Luk Bha sambil mencoba bangkit setelah menelan sebutir pil penyembuhan.


Patriark Chi Luk Bha adalah orang yang berpengalaman, meski keadaannya sangat memperihatinkan namun ia masih memiliki teknik khusus untuk mempertahankan hidupnya. Itulah mengapa banyak orang yang bergabung ke dalam Sektenya, banyak kekuatan yang menurut kebanyakan orang mustahil namun tidak bagi Sekte Serigala Hitam.


Menurut perhitungan Patriark Chi Luk Bha, dirinya hanya perlu menahan waktu sedikit agar pengaruh dari benda khusus yang digunakan oleh Lei Tian berlalu dengan sendirinya. Penggunaan benda terlarang akan berefek yang sangat fatal bagi penggunanya, biasanya setelah menggunakannya maka akan terjadi kondisi yang mengerikan hingga kematian akan menyertainya.

__ADS_1


Berdasarkan hal tersebut, Patriark Chi Luk Bha kembali bangkit menghiraukan lengannya yang putus. Meski terlihat pucat dan darah yang terus menetes, Patriark Chi Luk Bha masih memiliki kepercayaan diri. Ia menggunakan kekuatan maksimalnya untuk melindungi dirinya, yang ia butuhkan hanyalah sedikit waktu untuk bertahan.


Namun hal yang tidak ia duga adalah bahwasannya kekuatan Lei Tian tidak seperti yang orang lain pikirkan. Lei Tian tersenyum menyeringai saat memandang Patriark Chi Luk Bha lalu berkata.


"Kau sudah menyia-nyiakan seluruh hidupmu, hari ini adalah hari terakhirmu. Klan Lei yang kau remehkan tidak sesederhana yang kau pikirkan, hari ini kau adalah orang pertama yang merasakan kekuatan tersembunyi dari leluhurku"


Setelah mengatakan hal tersebut, Lei Tian tanpa ragu bergerak ke arah Chi Luk Bha dengan kekuatan maksimalnya, ia tahu jika Chi Luk Bha akan menggunakan lapisan pelindung untuk menghalau serangannya.


"Jurus Tebasan Kematian"


Aura pedang yang dahsyat menyelimuti pedang spiritualnya, bergerak bagai petir menebas ke arah Patriark Chi Luk Bha.


Pada saat ini seluruh kekuatan di tubuh Lei Tian meledak, bahkan Naga Petir yang berada di dalam lautan kesadarannya juga mendobrak batas kekuatannya hingga mengkondensasi di sekitar tubuhnya.


Sementara itu sambil memegangi lengannya yang terputus, Patriark Chi Luk Bha menatap Lei Tian dengan serius. Baru saja ia menganggap remeh kekuatan lawan, namun hanya dalam beberapa saat ia harus menelan kekalahan yang sangat memalukan. Kini ia sudah bersiap dengan kekuatannya menghalau serangan dahsyat yang kini sedang tertuju kepadanya.


"Boooommm"


Benturan energi yang dahsyat kembali terjadi dan lebih besar dari sebelumnya. Tanah bergetar, debu dan bebatuan kecil beterbangan membentuk pusaran angin yang mengguncang dengan hebat.

__ADS_1


Akibat dari ledakan tersebut, gerbang utama Sekte Pedang Emas menjadi luluh lantah, serta para Tetua Sekte Serigala Hitam yang sudah kepayahan tewas di tempat.


Patriark Chi Luk Bha tidak seperti sebelumnya, kini ia tidak dapat lagi menahan serangan dari Lei Tian. Akibat benturan tersebut, Qi lapisan pelindung yang melindungi tubuhnya kini hancur berantakan menjadi serpihan kecil energi yang terbuang.


"Kraakk"


Lapisan energi pelindungnya hancur dan tebasan pedang Lei Tian terus bergerak hingga membelah tubuhnya menjadi dua bagian.


Lei Tian yang merasakan energi di tubuhnya masih tersisa banyak menatap Chi Luk Bha dengan penuh kepuasan, orang yang bertanggungjawab atas kematian ayahnya sudah berakhir di tangannya sendiri.


Sambil merasakan pusaran energi di tubuhnya Lei Tian melangkah maju ke depan tubuh Chi Luk Bha yang sudah tidak utuh tersebut, ia mengambil cincin penyimpanannya lalu memasukkannya ke dalam sakunya. Lei Tian yakin, di dalam cincin penyimpanan seorang Patriark Sekte mengandung harta yang sangat banyak.


"Apa yang kau tabur telah kau tuai, mulai hari ini Sekte Serigala Hitam sudah tamat riwayatnya dan akan dihapus dari catatan sejarah Kota Chengdu" ucap Lei Tian dengan nada dingin.


Ada perasaan haru yang tidak dapat ia gambarkan, bayangan penderitaan ibunya yang sakit-sakitan di sepanjang hidup telah ia tuntaskan hari ini. Meski ibunya tidak melihat, namun Lei Tian merasakan ketenangan pada saat ini.


"Ayah, Ibu... Kalian sudah bisa beristirahat dengan tenang, aku sudah membalaskan dendam kalian. Urusan lainnya akan aku selesaikan setelah ini.." ucap Lei Tian di dalam hatinya.


Lei Tian kemudian berbalik dan berjalan selangkah demi selangkah bagaikan dewa kematian yang sedang menatap calon korbannya. Dengan pedang yang masih tergenggam, membuatnya benar-benar terlihat sangat mengerikan.

__ADS_1


"Patriark dan para Tetua kalian sudah aku bunuh, apakah kalian masih ingin bertarung denganku?" tanya Lei Tian dengan nada penuh mengintimidasi.


Mendengar ucapan Lei Tian mereka semua kehilangan semangat juang yang sebelumnya menggelora. Mereka tidak lagi berani bersuara, pedang yang berada di tangan mereka perlahan jatuh ke tanah, satu persatu gerakan mereka mulai merata terlihat.


__ADS_2