
Di Sekte Perisai Api kini Lei Tian baru saja keluar dari kamar belajar yang terdapat di kediaman Qin Qian, setelah dirasa cukup ia segera melangkahkan kakinya menuju ruang tengah. Di sana sudah ada Qin Qian dan juga kakeknya, Zu Sanfeng.
"Salam Kakek" sapa Lei Tian sesaat dirinya tiba.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Zu Sanfeng.
"Sangat baik, hanya saja merindukan cucu kakek yang sangat cantik ini" jawab Lei Tian sambil tersenyum ke arah Qin Qian.
"Segeralah kalian menikah, kakek sangat mendukung hubungan kalian" ucap Zu Sanfeng sambil tersenyum, ia juga dapat merasakan kebahagiaan cucunya yang memang sangat mencintai Lei Tian.
"Setelah tiba di Ibukota, maka kami akan menikah. Terutama setelah membereskan Shio Mei dan mengembalikan tahta Kekaisaran" ujar Lei Tian dengan ekspresi cukup serius.
"Bagus jika begitu, jaga dirimu dan ingat jangan sampai cucuku menjadi janda sebelum menikah" ucap Zu Sanfeng sambil berkelakar.
"Huh.. Kakek.." keluh Qin Qian sambil menahan wajah malunya.
"Lalu kapan rencananya kamu akan menuju Ibukota?" tanya Zu Sanfeng kemudian.
"Seharusnya beberapa hari lagi setelah semuanya siap, setidaknya dalam beberapa hari ini juga persiapan pembentukan calon Tetua sudah selesai. Apakah Kakek sudah menyiapkan kandidat yang aku maksudkan sebelumnya?" Lei Tian bertanya, dalam pikirannya ia sudah menyiapkan formula yang dibutuhkan untuk membuat ramuan penambah tenaga dalam.
Meskipun ia belum pernah mencobanya namun ia memiliki keyakinan yang tinggi, berdasarkan petunjuk dari kitab tak bernama yang ia pelajari seharusnya ia tidak memiliki kesulitan. Apalagi selama dua hari ini ia juga sudah menghayati teori-teori yang terdapat dalam kitab tersebut.
"Seperti yang kau minta, aku sudah menyiapkan beberapa talenta. Ada sepuluh murid senior yang sekiranya layak, mereka semua sudah terbiasa membantu tugas para Tetua. Hanya saja mereka masih berada di ranah Pendekar bumi, dari sepuluh orang hanya dua orang saja yang memiliki ranah Pendekar Langit" Zu Sanfeng berkata tanpa daya, mencari pendekar tingkat langit sangat sulit karena biasanya hanya jenius saja yang berada pada ranah tersebut.
__ADS_1
"Bukankah Bibi Xue Meilin berada pada ranah Pendekar Langit juga?" ucap Lei Tian dengan serius.
"Iya benar, bukankah ia harus menemani Qian'er?" tanya Zu Sanfeng dengan hati-hati.
"Tidak masalah, setidaknya berikan ia kesempatan untuk berkembang"
Lei Tian bukanlah orang yang tidak peka terhadap orang-orang yang mengikutinya, apalagi Xue Meilin sudah mengurus Qin Qian dari masih kecil. Setidaknya dengan memberikan kesempatan kepada Xue Meilin untuk meningkatkan kekuatannya, maka jika suatu saat ia ingin mengabdikan diri di Sekte sudah ada bekal yang cukup.
"Baiklah jika begitu, aku sudah menyiapkan mereka semua untuk menunggu di Aula utama Sekte" ucap Zu Sanfeng.
"Qian'er tolong bawakan aku perlengkapan untuk menulis" pinta Lei Tian.
"Baik Gege" jawab Qin Qian dengan patuh sambil segera berlalu ke ruang belajar.
Lei Tian dengan cekatan segera menulis beberapa bahan herbal, selain itu ia juga meminta disiapkan beberapa peralatan yang biasa digunakan untuk meramu obat.
Zu Sanfeng dan Qin Qian terkejut melihat bentuk tulisan Lei Tian, sebagai seorang kultivator tulisannya sangat indah bahkan sastrawan Istana Kekaisaran saja tidak sebagus itu dalam menulis. Pola yang digunakan oleh Lei Tian menggunakan aksara yang hanya bisa digunakan oleh kalangan cendekiawan, bakat seperti ini saja sudah jarang dimiliki oleh kaum intelektual masa kini.
"Kakek, tolong siapkan bahan-bahan ini. Jika sudah lengkap bisa menghubungiku kembali" ucap Lei Tian sambil memberikan dua lembar catatan dengan lengkap.
"Tidak kusangka kau mengerti ilmu pengobatan juga?" tanya Zu Sanfeng dengan takjub.
"Tidak juga, aku baru kali ini mencobanya" jawab Lei Tian dengan jujur.
__ADS_1
Sementara di dalam pemahaman Zu Sanfeng yang sudah berumur tidak sepenuhnya percaya dengan ucapan Lei Tian barusan, menurutnya Lei Tian hanyalah merendah saja. Dalam pemahaman Zu Sanfeng, tidak mungkin seseorang yang baru belajar ilmu pengobatan bisa dengan lancar menulis bahan herbal begitu saja. Apalagi bahan-bahan yang ditulis oleh Lei Tian adalah jenis langka dan bermutu tinggi. Bahkan dengan jelas Zu Sanfeng merasa asing dengan beberapa bahan herbal yang terdapat dalam daftar, hal ini menunjukkan jika pemahaman Lei Tian berada jauh di atasnya.
Sambil membaca catatan yang menyerupai karya sastra tersebut, beberapa kali Zu Sanfeng memicingkan kedua bola mata tuanya. Bahan-bahan ini memang tergolong langka, pantas saja Lei Tian bilang baru beberapa hari lagi menuju Ibukota.
"Tian'er, sepertinya ada beberapa bahan yang sulit didapatkan" ucap Zu Sanfeng dengan kebingungan.
Menghadapi situasi seperti ini tentu Lei Tian sudah menduganya, oleh karena itu ia segera memberikan solusi untuk membantu Zu Sanfeng.
"Kakek, tolong kirimkan seorang Tetua yang dapat dipercaya menuju Kota Chengdu. Datanglah ke Paviliun Ungu, temui Tuan Mu Xianji dan tunjukkan benda ini" ucap Lei Tian sambil memberikan Pedang Spiritual yang merupakan benda pusaka Lei Tian.
"Baiklah jika begitu" jawab Zu Sanfeng dengan tangan gemetaran, ia tahu jika benda yang diberikan oleh Lei Tian adalah barang pusaka yang sangat berharga.
"Oh iya kakek, tolong rahasiakan hal ini dari siapapun dan sampaikan juga jika aku menunggu Tuan Mu Xianji di tempat ini" ucap Lei Tian memberi pesan.
"Baik, tentu saja Kakek akan menjaga rahasia ini" ucap Zu Sanfeng.
"Selain itu, aku juga akan merepotkan kakek lagi" ucap Lei Tian sedikit sungkan.
"Katakan saja, aku akan senang jika bisa membantumu" Zu Sanfeng berkata dengan sungguh-sungguh, terlibat dalam urusan Lei Tian adalah suatu anugerah baginya.
"Hal ini terkait Sekte Belati Merah, tolong kirimkan juga seorang Tetua ke Gunung Bishou agar menyampaikan jika aku meminta dua ratus orang murid dalam untuk tiba di Ibukota Kekaisaran lima hari lagi" ujar Lei Tian sambil mengeluarkan Belati Merah.
"Tunjukkan juga benda ini kepada Patriark Fang Yuan ataupun guruku, penatua Song Gui. Maka mereka akan mengerti dengan apa yang akan aku sampaikan" lanjut Lei Tian dengan santai.
__ADS_1