
Sementara itu Shui Qing yang penasaran dengan apa yang disampaikan oleh kakaknya, kini sedang menuju Paviliun Aula pengembangan bakat untuk memastikan keberadaan Lei Tian.
Namun alangkah kagetnya ia ketika melihat Penatua Mu Chen yang memasuki tempat pelatihan murid Aula pengembangan bakat dengan langkah cepat, nampak ekspresi kemarahan terpampang di wajahnya.
Di dalam tempat pelatihan, tampak Lei Tian dan kedua sahabatnya yang sedang mengobrol terkait kemajuan kultivasi masing-masing dan juga tentang situasi Sekte selama Lei Tian tidak berada di kediamannya.
Melihat kedatangan Penatua Mu Chen, tampak keterkejutan di wajah Yun Zixin dan juga Shan Yuze.
"Salam hormat kepada Penatua Mu" ucap Yun Zixin dan Shan Yuze.
Lei Tian juga tidak kalah cepatnya menyesuaikan situasi untuk memberi salam kepada seorang lelaki tua yang menggunakan jubah merah marun tersebut.
Penatua Mu Chen tidak menjawab salam dari mereka, ia melihat dengan sinis ke arah Lei Tian dan para sahabatnya.
"Diantara kalian siapa Lei Tian?"
Mendengar namanya disebutkan, Lei Tian yang baru pertama kali bertemu dengan Penatua Mu Chen segera maju ke depan dan berkata dengan penuh kewaspadaan.
"Salam Penatua, ada hal apa yang membuat Penatua mencari saya"
Penatua Mu Chen melihat ke arah Lei Tian dengan tatapan merendahkan.
"Apa yang telah kau lakukan terhadap muridku, Kang Tao Gwe?"
__ADS_1
Lei Tian sudah menduga di dalam hatinya jika kedatangan Penatua Mu Chen berhubungan dengan Kang Tao Gwe. Mengingat peristiwa tadi pagi, Lei Tian menyadari jika tindakannya menghancurkan basis kultivasi Kang Tao Gwe akan menimbulkan masalah, namun Lei Tian adalah lelaki yang sudah mempertimbangkan hal ini secara matang-matang. Jadi ia sendiri sudah memikirkan jika Penatua Mu Chen akan membalaskan dendam muridnya tersebut.
"Aku hanya memberi pelajaran kepada orang yang sudah bertindak kurang ajar tersebut, jika ia bukan murid Sekte yang sama denganku maka aku akan membunuhnya" jawab Lei Tian dengan santai.
Shan Yuze dan Yun Zixin yang mendengarnya menatap ke arah Lei Tian penuh ketidakpercayaan, hal yang baru saja ia dengar dari mulut Lei Tian adalah sesuatu yang di luar pemahamannya.
Sementara Shui Qing yang saat ini juga baru tiba di dalam tempat pelatihan murid dalam tersebut menjadi terdiam. Jantungnya berdetak dengan kencang, apa yang sudah dikatakan oleh kakaknya ternyata bukan isapan jempol. Lebih dari itu ia juga sangat terkejut dengan kedatangan Penatua Mu Chen yang berhubungan dengan hal tersebut.
"Nyali mu sangat besar, bahkan setelah melakukan kesalahan fatal kau masih tidak memiliki penyesalan" ucap Penatua Mu Chen.
"Berlututlah, hari ini aku akan membalaskan perbuatan yang telah kau lakukan terhadap muridku" lanjut Penatua Mu Chen dengan nada yang mengancam.
Lei Tian masih dengan tenang, ekspresinya sama sekali tidak terpengaruh dengan ancaman Penatua Mu Chen. Ia pun berkata dengan santai kepada Penatua Mu Chen.
Shan Yuze dan yang lainnya tercengang mendengar ucapan dari Lei Tian yang berani mengajari Penatua Mu Chen, hal ini tentu saja sama dengan mencari mati.
"Aku tidak butuh ocehan mu, hari ini aku akan membungkam mulut sombong mu agar kau tahu bagaimana seharusnya bertindak" ucap Penatua Mu Chen sambil mengerahkan kekuatannya.
Aura membunuh yang kental keluar dari tubuh Penatua Mu Chen, ia sangat marah dengan tindakan seorang murid yang menurutnya sangat berani dan tidak menghormati dirinya.
Menyadari situasi yang sangat gawat, Yun Zixin segera berlari ke luar mencari Tang Chisan untuk melaporkan apa yang saat ini terjadi. Sementara Shui Qing dan Shan Yuze yang sedari tadi berada di sana cukup tertekan dengan aura yang dikeluarkan oleh Penatua Mu Chen.
Sorot mata Lei Tian penuh dengan kewaspadaan, ia segera memaksimalkan seluruh energi Qi nya dan melepaskan aura Pendekar Langit tingkat akhir. Ia tidak bisa menganggap enteng masalah yang kini berada di hadapannya.
__ADS_1
"Apa??" Di dalam hatinya Penatua Mu Chen sangat terkejut, lalu berkata.
"Owh.. Pantas saja kau bersikap arogan, rupanya kau sudah berada di ranah Pendekar Langit. Penatua Song Gui terlalu dalam menyembunyikan dirimu. Namun meskipun demikian, hari ini aku akan menghabisi basis kultivasi mu"
Setelah Penatua Mu Chen selesai berbicara, energi yang lebih kuat segera meletup dengan maksimal. Shan Yuze dan Shui Qing yang menyaksikan hal tersebut segera ambruk jatuh dan tak sadarkan diri. Kekuatan tingkat Dewa yang dikeluarkan oleh Penatua Mu Chen bukanlah sesuatu yang mampu dihadapi oleh murid biasa.
Di ruangan tersebut kini menyisakan Lei Tian dan juga Penatua Mu Chen yang saling bersiap untuk melakukan serangan. Aura permusuhan dari keduanya tampak jelas, bahkan Penatua Mu Chen lebih mengisyaratkan ekspresi membunuh di wajah tuanya.
Sementara itu Lei Tian masih berdiri dengan kokoh, sesekali ia melirik ke arah sahabatnya yang tidak sadarkan diri.
"Aku kira kekuatan pendekar tingkat dewa itu sangat menakutkan, ternyata hanya seperti ini saja dan hanya bisa menekan murid yang lemah" ucap Lei Tian yang kini sudah tidak menahan diri.
Lei Tian yang memiliki tubuh tulang Naga tentu tidak akan terpengaruh dengan aura penindasan dari Penatua Mu Chen. Ia melangkah maju lebih dekat ke depan Penatua Mu Chen lalu berkata.
"Karena masalah sudah sampai di titik seperti ini, maka sebaiknya kita bertarung di atas arena agar lebih berkelas. Aku secara terbuka menantang dirimu, apapun yang terjadi setelah pertempuran ini aku tidak akan menyesalinya. Bahkan jika guruku ikut campur aku tidak akan meminta perlindungannya"
Setelah mengatakan hal tersebut tubuh Lei Tian sudah berada di atas panggung pertandingan. Bagi Lei Tian ini adalah kedua kalinya ia berada di atas arena pertandingan. Sebelumnya ia pernah menghajar seorang murid dalam yang bernama Yang Guang.
"Ha ha ha Dasar sombong, baiklah jika begitu" ucap Penatua Mu Chen sambil melompat ke atas panggung pertandingan.
Kini keduanya sudah berada di atas panggung pertandingan, secara peraturan jika seseorang berduel di atas panggung pertandingan yang terdapat di Aula pengembangan bakat , maka orang lain tidak bisa ikut campur begitu saja meskipun itu orang-orang yang berasal dari Aula Kedisiplinan.
Di atas panggung, Penatua Mu Chen memandang dingin ke arah Lei Tian, jika lawannya adalah murid biasa maka ia tidak akan mau menurutinya. Namun kini yang berada di depannya adalah murid yang tingkat kekuatannya sudah setingkat dengan seorang Penatua paviliun murid luar, jadi sudah sepantasnya ia tidak menahan diri lagi.
__ADS_1