Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Sahabat Sejati


__ADS_3

Seperti mendengar suara petir di siang bolong, ucapan Penatua Fan Guo begitu tegas dan penuh kekesalan saat memandang ke arah Lei Tian.


"Penatua, tolong maafkan kawan saya" suara Yun Zixin memecah kesunyian.


"Sebaiknya kau tidak usah membelanya atau aku akan membuat hukuman yang sama pada dirimu" ucap Penatua Fan.


Awalnya dengan kedekatannya dengan Penatua Fan Guo membuat Yun Zixin memiliki wajah, namun perkataannya barusan membuat Yun Zixin terdiam. Sebagai orang yang sudah lama berada di Sekte Belati Merah, tentu Yun Zixin mengetahui maksud dari kata merenung yang diucapkan oleh Penatua Fan Guo.


Di seberang bukit Paviliun murid luar terdapat sebuah Gua bekas tambang yang dijadikan tempat untuk menghukum para murid, tempat tersebut sangat ditakuti oleh para murid luar. Bukan hanya tempatnya yang gelap dan sempit tetapi juga ada sebuah mustika penekan gravitasi.


Lei Tian merasa kagum dengan sikap sahabatnya itu, meski tidak berhasil membujuk Penatua Song namun sikapnya yang tanpa pamrih tersebut membuat Lei Tian akan mengingatnya selamanya.


Hanya kelompok Wu Ching yang merasa senang dengan hal yang diderita oleh Lei Tian, ia menatap Li Chin dan mengangkat jari jempolnya sebagai bentuk apresiasi.


Wu Ching merasa puas karena sekali lempar dua target terjatuh. Dalam hal ini, selain Lei Tian dipermalukan di depan para murid tetapi juga ia akan dihukum oleh Aula Disiplin tanpa repot-repot membuat aduan.


Shui Niao dan Shui Qing hanya saling memandang, lalu keduanya mengangkat bahu.


Dalam hati mereka tindakan Lei Tian barusan hanyalah tindakan yang konyol.


Sementara ratusan murid lainnya juga menganggap tindakan Lei Tian barusan hanyalah tindakan berlebihan yang tidak perlu dilakukan. Hanya Shan Yuze yang mengetahui jika Lei Tian telah didorong oleh murid luar lainnya.


Tindakan kesengajaan dari murid tersebut telah membekas di dalam ingatannya, kelak ia akan memberi tahukan Lei Tian jika kondisinya sudah tenang. Saat ini ia hanya bisa terdiam, melihat Yun Zixin yang diabaikan tentu ia tidak bisa berbuat lebih.


Tidak lama berselang beberapa orang petugas dari Aula Kedisiplinan tiba, mereka adalah anak buah Penatua Luo Kang.

__ADS_1


"Salam Penatua Fan" sapa beberapa Diaken dengan hormat.


"Tolong kalian bawa anak baru ini ke tempat perenungan agar di masa depan ia bisa belajar menjadi lebih bijak" ucap Penatua Fan sambil menunjuk ke arah Lei Tian.


"Baik Penatua" jawab mereka dengan kompak.


Setelah berkata demikian mereka segera membawa Lei Tian untuk menjalankan sanksi yang dimaksud.


"Tunggu, apakah kalian tidak berusaha menyelidiki dulu?" ucap Lei Tian sesaat dirinya hendak dibawa.


"Apa lagi yang harus diselidiki? Kami juga sudah mendapatkan laporan jika kau sebelumnya sudah membuat keributan dan melukai murid. Apapun alasannya, perbuatan tersebut sangat dilarang di Sekte Belati Merah" ucap salah seorang dari Diaken tersebut.


"Kalian hanya memandang dari sudut pandang berbeda, apakah selama ini kalian tidak melihat jika kumpulan murid teratas hanyalah segerombolan pemeras?" ujar Lei Tian dengan nada yang keras.


Mendengar perkataan Lei Tian wajah Wu Ching dan yang lainnya terlihat buruk. Mereka tidak menduga jika mulut anak baru tersebut begitu berani berkata hal yang tabu.


"Aku akan melapor dan aku sering menjadi korban pemerasan dari Tao Ming" ucap Shan Yuze yang kini bersuara lantang membela Lei Tian.


Melihat Shan Yuze yang maju bergerak membelanya, tatapan Lei Tian kian hangat. Rekan yang selama ini terdiam kini bersuara kembali dengan lantang.


"Selain itu Lei Tian juga tidak bersalah, sebelumnya saat Penatua Fan sedang menyampaikan pelajaran seseorang telah mendorong tubuh Lei Tian dengan keras" ungkap Shan Yuze.


Seketika Aula murid luar menjadi hening saat mendengar pengakuan dari Shan Yuze, namun seorang Diaken dari Aula Kedisiplinan berkata.


"Apakah kau memiliki saksi atau bukti atas perkataanmu?"

__ADS_1


Shan Yuze menatap ke arah para murid untuk memberikan kesaksian, namun setelah sekian waktu mereka tetap bergeming. Hanya Yun Zixin yang kemudian maju menemani Shan Yuze.


"Owh.. Kalau tidak salah kalian adalah teman satu tempat tinggal, oleh karena itu kalian membela murid baru ini" ucap Diaken tersebut sambil menatap dengan serius ke arah Lei Tian.


"Sudahlah cepat bawa murid itu" ucap Penatua Fan Guo.


"Baik Penatua Fan" jawab Diaken tersebut setengah membungkuk.


Kini Lei Tian hanya bisa pasrah dibawa oleh petugas yang berasal dari Aula Misi tersebut menuju tempat hukuman. Namun sebelum dibawa pergi ia sempat menitipkan dua buah kitab yang ia pinjam dan sudah waktunya untuk ia kembalikan.


"Yun Zixin, Shan Yuze terimakasih atas perhatian kalian. Maaf aku harus merepotkan kalian kembali" ucap Lei Tian sambil menyerahkan dua buah kitab beladiri yang sebelumnya ia pinjam di perpustakaan.


"Baik, tidak masalah" ucap Yun Zixin dengan tatapan penuh kekhawatiran.


Shan Yuze juga mengangguk pelan sesaat tubuh Lei Tian yang mulai menghilang meninggalkan Aula utama murid luar.


Setelah kepergian Lei Tian, Aula utama murid luar kembali melakukan kegiatannya. Penatua Fan benar-benar tidak terpengaruh atas peristiwa yang terjadi barusan. Dengan tenang, ia kembali melanjutkan pengajarannya.


Di hati beberapa orang nama Lei Tian kini terukir sebagai target yang harus dihabisi, sementara di hati banyak murid luar lainnya nama Lei Tian dikenal sebagai sosok yang terkenal dengan aksi beraninya yang menyebut peringkat murid teratas sebagai gerombolan pemeras.


Shui Niao dan Shui Qing sedikit tidak nyaman dengan julukan yang baru saja dilontarkan oleh Lei Tian. Walau bagaimanapun ia berbeda dengan yang lainnya, peringkatnya ia peroleh dengan kerja keras dan pelatihan yang serius.


Menjadi murid baru yang dihukum oleh Aula Disiplin membuat nama Lei Tian melejit. Aula disiplin merupakan bagian paling dihindari di Sekte Belati Merah, Penatua Luo Kang terkenal dengan tindakan kejamnya. Jika ada murid yang terbukti melakukan pelanggaran dan jatuh ke tangannya, maka ia akan menghukum orang itu sesuai dengan kesalahannya bahkan bisa berkali lipat dari semestinya dengan penambahan pemberatan tuntutan.


Pada saat ini di bawah pengawasan tiga orang Diaken, Lei Tian berjalan ke arah sebuah bukit dimana terdapat sebuah Gua yang dikhususkan untuk menghukum para murid. Gua tersebut berjarak tidak jauh dari tempat di mana Lei Tian berkultivasi di dekat sungai.

__ADS_1


Di dalam Gua tersebut terdapat beberapa ruangan yang disekat dengan menggunakan bahan khusus yang sangat tebal. Ada aura penuh penekanan seolah tubuh mereka ditimpa benda yang sangat berat.


__ADS_2