Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Tubuh Khusus Li Yifei


__ADS_3

"Mati... Akhirnya berakhir, satu orang dari kita sudah mati. Untungnya saat itu aku tidak memprovokasi bocah itu" ucap Zu Kai sambil menggelengkan kepala, ternyata apa yang ada dipikirannya benar.


Qin Zang tersenyum canggung, perubahan Kekaisaran Qin yang diusungnya kini tengah memasuki masa yang kurang kondusif. Namun walau bagaimanapun ia masih berharap jika pemuda yang tiba-tiba muncul ini adalah bagian dari pendukungnya, meskipun ia ragu karena pengaruh Akong akan begitu kuat terhadap pemuda yang berada di bawah asuhannya.


Sementara Yang Mi masih berada dalam pelatihan tertutupnya, ia juga bisa merasakan kepergian Hu Yitian untuk selama-lamanya. Dengan penuh kekesalan ia terus menahan amarah di dalam dirinya, mengendalikan energi internalnya yang sedikit mulai kacau akibat perasaannya yang tidak menentu.


Dengan seulas senyum dingin, Lei Tian meninggalkan lokasi dimana Sekte Teratai Ungu pernah berjaya. Rencananya untuk menghancurkan Sekte tersebut sudah ia lakukan, sisanya adalah menunggu waktu untuk berkunjung ke Ibukota Kekaisaran yang sudah ia rencanakan dari beberapa hari yang lalu.


Saat malam hari telah tiba, Lei Tian pun sudah berada kembali di Sekte Perisai Api. Ia sudah tidak sabar ingin melihat hasil dari ramuan buatannya, jika berhasil maka ke depannya ia akan mengembangkan Sektenya untuk menjadi lebih baik di masa depan. Keberadaan Pendekar Dewa akan ia tingkatkan guna mempertahankan kehidupan yang lebih baik, menciptakan kultivator yang berbudi pekerti mulia dalam menjaga wilayah Kekaisaran.


"Gege, dari mana saja? Aku mencarimu.." Qin Qian berkata dengan panik, seolah takut kehilangan pria yang sangat dicintainya.


"Maaf aku baru saja keluar karena ada urusan" jawab Lei Tian mencari alasan.


"Tapi kenapa tidak bilang sebelumnya?" keluh Qin Qian.


"Kupikir kamu akan lama bersama dengan nona Li Yifei, jadi dari pada aku merasa bosan sebaiknya aku pergi sebentar" jawab Lei Tian dengan sedikit rasa bersalah.


"Aku juga mencarimu berkaitan dengan kondisi Nona Li Yifei" ujar Qin Qian menjelaskan, ada nada kekhawatiran yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


"Ada apa? Seharusnya ia baik-baik saja kan?" tanya Lei Tian sambil mengerutkan dahinya.


"Mulanya memang seperti itu, namun setelah meminum ramuan dari Gege ia mengalami kondisi yang aneh. Suhu badannya menjadi dingin dan bahkan makin lama semakin dingin" ucap Qin Qian kembali menjelaskan.


"Apakah ini berhubungan dengan kondisi tubuh khususnya?" gumam Lei Tian mencoba memprediksi, jika hal ini berkaitan dengan hal tersebut maka akan sedikit berbeda penanganannya.


"Baiklah, aku akan memeriksanya sebentar" Lei Tian juga mengkhawatirkan kondisi Li Yifei, ia juga khawatir keliru terkait ramuan yang baru saja ia buat untuk pertama kalinya.


Kemudian Qin Qian membawa Lei Tian menuju kamar tempat dimana Li Yifei sedang beristirahat, suhu dingin menyeruak saat pintu kamarnya dibuka dan suhu ruang yang berubah dengan ekstrim tersebut mengagetkan Qin Qian.


"Ini..." batin Lei Tian merasakan kekuatan karekteristik es yang keluar dari tubuh Li Yifei.


Di atas ranjang tampak tubuh seorang wanita yang sedang duduk sila, rambutnya yang terlihat memutih dengan wajah pucat terlihat lirih sambil mengeluarkan suara rintihan menahan sakit.


"Tidak lama setelah ia meminum ramuan yang kuberikan" jawab Qin Qian merasa bersalah.


Lei Tian kemudian berjalan menghampiri Li Yifei, tanpa sungkan ia segera memberikan pertolongan dengan mengalirkan tenaga dalamnya kepada wanita tersebut. Hingga beberapa saat, tubuh pucat Li Yifei mulai terlihat membaik seperti sedia kala namun kondisinya terlihat sangat lemah.


Berkat bantuan tenaga dalam yang disalurkan oleh Lei Tian, suhu tubuh Li Yifei juga perlahan menjadi normal namun terlihat Lei Tian dengan ekspresi rumit, rambutnya yang masih memutih membuat penampilannya berbeda dari yang sebelumnya.

__ADS_1


"Ada apa Gege?" tanya Qin Qian penasaran, ia melihat kondisi Li Yifei yang masih lemah ada rasa kasihan yang terbersit.


Keinginan untuk sembuh dari cedera dentian yang sudah ia alami begitu membuatnya sangat tertekan, tetapi melihat akhir dari upaya wanita tersebut mau tidak mau membuat Qin Qian menggelengkan kepalanya. Menurutnya jalan seorang kultivator begitu keras, tidak menghiraukan kondisi tubuhnya asal ia bisa memiliki kekuatan yang luar biasa.


"Nona Li Yifei memiliki kondisi khusus sama sepertimu. Aku tidak bisa mengalirkan tenaga dalam secara terus menerus karena saat ini ia tidak memiliki basis kultivasi. Jika hal itu tetap kulakukan maka dantiannya justru akan hancur dan ia juga akan kehilangan nyawanya" Lei Tian menjelaskan keadaan yang sesungguhnya, melihat kondisi Li Yifei yang seperti itu tidak mungkin juga ia tutupi di depan kekasihnya.


"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Qin Qian dengan perasaan khawatir.


"Aaakkhh" bersamaan dengan itu terdengar suara Li Yifei yang sudah mulai kembali kesadarannya.


"Kondisi khusus bagaimana?" tanya Li Yifei yang sempat mendengar percakapan antara Lei Tian dengan Putri Qin Qian.


Mendengar perkataan dari Li Yifei, membuat Qin Qian gugup. Jelas ia mengetahui kondisi demikian, karena hal itu pula lah ia bisa bersama dengan Lei Tian hingga hari ini.


"Itu.. Itu kondisi tubuh mu yang luar biasa" jawab Qin Qian dengan hati-hati, beberapa hal liar pun mulai terbersit di dalam pikirannya.


Lei Tian hanya terdiam, ia tidak terlalu mendengarkan percakapan diantara dua wanita yang berada di dekatnya. Saat ini ia sedang berfokus pada salah botol ramuan yang ada di atas meja, kemudian ia mengangkat botol tersebut dan memeriksanya.


"Apakah kau menghabiskan ramuan ini sekaligus?" tanya Lei Tian kepada Li Yifei, menurutnya Li Yifei telah melakukan kesalahan.

__ADS_1


"Iya benar, sebelumnya aku merasakan efeknya sudah mulai bekerja meski lambat. Namun aku berpikiran jika komposisinya kurang, sehingga aku melanjutkannya dengan meminum sisanya" jawab Li Yifei dengan jujur.


Lei Tian hanya menggelengkan kepala, ramuan yang semestinya dihabiskan untuk beberapa kali minum namun Li Yifei menghabiskannya hanya dalam sekali kesempatan. Memikirkan hal itu, Lei Tian juga merasa bersalah karena ia secara spesifik tidak memberitahukan kepada Qin Qian sebelumnya. Pada waktu sore tadi ia tidak memberitahukan dosis yang seharusnya diminum, memikirkan masalah Sekte Teratai Ungu telah membuatnya lalai dalam urusan hal lain.


__ADS_2