Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Murid Inti Terlemah


__ADS_3

"Kami tidak tahu harus berkata apa, namun kami tidak akan mengecewakanmu di masa depan" ucap Yun Zixin kemudian.


Sementara Shan Yuze dengan tatapan penuh keharuan juga menganggukkan kepala. Sama seperti yang dirasakan oleh Yun Zixin, ia juga merasakan hal yang sama.


"Sudahlah kalian tidak usah sungkan, seperti yang sebelumnya aku bilang sebagai sahabat kita hanya perlu saling dukung" ucap Lei Tian dengan santai.


"Aku akan ke kediaman ku, besok siang kita akan bersama lagi untuk bertemu dengan senior Tang Chisan" ujar Lei Tian sambil undur diri.


"Baiklah jika begitu, terimakasih kami ucapkan sekali lagi" kata Shan Yuze dengan serius.


Setelah Lei Tian pergi, kedua sahabat tersebut mulai menghitung dan membagi Batu Roh dengan adil. Mereka berdua bertekad mulai malam ini akan berkultivasi dengan serius, dengan dukungan sumberdaya yang berkecukupan mereka yakin akan mengalami peningkatan kekuatan.


Lei Tian kemudian beristirahat di kediaman barunya, seperti anak yang dicintai langit ia tidak habis-habisnya bersyukur pada saat ini. Meskipun ia baru saja memberikan seluruh Batu Roh yang ia miliki, dirinya tidak merasa kekurangan sama sekali. Dengan teknik kultivasi Naga Petir dirinya merasa jika semuanya akan berjalan dengan baik-baik saja.


Apalagi Lei Tian berencana menunda melakukan terobosan kultivasi, ia akan mengembangkan teknik penguatan tubuh untuk mendukung kekuatannya di masa depan. Meskipun menjadi kuat itu penting, namun pondasi tubuh yang kuat juga adalah suatu keharusan.


Bagi sebagian orang, berkultivasi dilakukan hanya pada saat duduk bersila dan memejamkan mata. Namun Lei Tian menganggap hal tersebut lebih condong kepada suatu proses untuk menyerap kekuatan. Sedangkan teknik kultivasi sendiri ia aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengaturan napas yang baik serta menjaga sirkulasi Qi dalam tubuh menjadi lebih stabil.


Seperti pada saat ini, meski dalam posisi membaringkan tubuhnya Lei Tian tetap menerapkan teknik kultivasi Naga Petir dalam menjaga aliran napasnya.


Di sisi lain, tampak dua orang lelaki tua tengah berbincang dengan santai seperti dua orang sahabat lama.


"Apakah kamu sudah yakin dengan pilihanmu?" tanya Fang Yuan yang sekaligus Patriark Sekte Belati Merah.

__ADS_1


"Tentu saja aku yakin dengan bakat yang aku pilih" jawab Penatua Song dengan mantap.


"Waktu penyelenggaraan pertandingan antar Sekte tinggal dua tahun lagi. Dengan batas waktu tersisa apakah kamu akan mengandalkan anak itu?" tanya Fang Yuan sekali lagi.


"Benar, hanya anak itu yang aku andalkan. Sementara yang lainnya akan tetap berjalan seperti biasa, memberikan hak yang sama pada bakat muda Sekte kita" ujar Penatua Song kemudian.


"Hmmph.. Cukup menarik. Apakah anak itu juga memiliki karakteristik langka sehingga kau begitu tertarik?" ucap Fang Yuan.


"Sepertinya ia memiliki dua karekteristik, angin dan petir" jawab Penatua Song dengan santai.


"Apa? Bagaimana bisa seseorang memiliki dua karekteristik sekaligus?" ucap Patriark Sekte sambil membelalakkan bola matanya.


"Aku juga awalnya tidak percaya, namun kecepatan dan kekuatan pukulannya mengandung dua karekteristik tersebut. Dalam dua tahun ini aku akan menggali potensi anak tersebut ke tingkat maksimal" ungkap Penatua Song.


"Berbicara tentang batu energi, aku merasa anak itu memiliki kemampuan yang sangat besar dalam menyerap energi dari batu roh. Oleh karena itu aku akan meminta bagianku untuk beberapa tahun ke depan dan akan kuberikan kepadanya" ucap Penatua Song Gui dengan yakin.


"Apakah kau sudah gila? Hal itu terlalu beresiko untuk pengembangan dirimu di masa depan" ucap Patriark Sekte dengan nada serius.


"Kau tidak usah khawatir, sebagai kakak seperguruan kau pasti sudah mengenal sifatku" jawab Penatua Song Gui.


"Ya sudahlah aku percaya padamu" ucap Fang Yuan dengan sedikit pasrah.


Walau bagaimanapun keduanya sudah memiliki kedekatan dan mengetahui sifat masing-masing, dalam hal ini tentu Patriark Sekte Belati Merah tersebut hanya bisa menyerahkan urusan pencarian bakat kepada Penatua Song.

__ADS_1


Keesokan paginya, Lei Tian sudah bangun, namun ia tidak segera bangkit dari tempat tidurnya. Tidak seperti dengan Yun Zixin dan Shan Yuze yang sudah sibuk berlatih di pagi hari, Lei Tian seperti sedang merasakan suasana baru yang lebih nyaman.


Fasilitas yang cukup nyaman membuatnya sedikit terlena dan ingin merasakan kenikmatan suasana Paviliun murid dalam, wajar saja karena selama ia berada di Paviliun murid luar ia mendapatkan perlakuan yang berbeda.


"Tinggal di sini begitu nyaman, bahkan sambil tiduran pun aku merasakan udara yang sejuk dan begitu murni" gumamnya dalam hati.


Meskipun ia terlihat bermalas-malasan, namun di dalam ingatannya sedang merelaksasi teknik pembentukan tubuh yang sebelumnya ia dapatkan di perpustakaan. Dalam berbagai persepsi, Lei Tian terus mengerahkan berbagai metode untuk memecahkan rahasia teknik pembentukan tubuh.


Ia tidak berpikir jika teknik tersebut sesederhana membentuk otot dan tulang melalui latihan fisik. lebih dari itu ia sedang memadukannya dengan teknik pernapasan Naga Petir.


Seiring berjalannya waktu, siang pun akhirnya tiba. Hari ini ia sudah berjanji akan bertemu kembali dengan senior Tang Chisan di Aula pengembangan bakat.


Lei Tian segera beranjak dari tempat tidurnya untuk menuju kamar mandi yang terletak terpisah dari tempatnya istirahat. Bangunan yang ia tempati kini berisi satu kamar tidur, satu kamar latihan untuk berkultivasi, kamar mandi serta ruang tengah yang cukup besar.


Di dalam kamar mandi terdapat sebuah kolam yang cukup untuknya berendam, dengan air yang berasal dari mata air langsung membuatnya sangat menyegarkan saat bersentuhan dengan kulit.


"Luar biasa, ternyata Sekte Belati Merah benar-benar cukup mampu untuk memanjakan murid-muridnya" gumam Lei Tian dalam hati.


Padahal fasilitas seperti ini hanya dimiliki oleh para murid inti yang tidak lebih dari empat orang saja. Selain Penatua Song, ada juga Penatua Mu Chen, Penatua Luo Kang dan juga Penatua Zuo Lang.


Masing-masing murid inti sendiri memiliki persaingan yang sangat ketat, bahkan pada saat ini hanya Lei Tian yang terlemah diantara empat orang murid inti yang ada. Rata-rata dari mereka sudah berusia dua puluh dua tahun dan memiliki ranah Pendekar Bumi tingkat menengah.


Sementara itu kabar tentang bergabungnya Lei Tian di Paviliun murid dalam sudah menyebar. Bahkan statusnya sebagai murid inti dari Penatua Song Gui juga dengan cepat merebak ke seluruh murid dalam.

__ADS_1


"Kak, sepertinya kita akan sulit untuk membalaskan perbuatan anak baru itu" ujar Shui Qing yang saat ini juga berada di Paviliun murid dalam.


__ADS_2