
"Gege sekarang bagaimana?" tanya Qin Qian dengan cemas, melihat kondisi Li Yifei membuatnya tidak berdaya.
"Sepertinya aku harus mengalirkan kembali tenaga dalam, hanya saja dengan kondisinya yang masih sangat lemah aku khawatir akan membahayakan jaringan meridiannya yang belum pulih benar. Setidaknya tunggu dua atau tiga hari lagi untuk pulih" jawab Lei Tian.
"Sepertinya aku tidak akan sanggup untuk menunggu selama itu" ucap Li Yifei yang masih merasakan hawa dingin di dalam tubuhnya.
Jika itu di masa lalu maka ia bisa dengan mudah mengatasi gejala seperti ini, namun dengan basis kultivasinya yang sudah merosot jauh ia benar-benar pesimis meski untuk melewati malam ini.
"Sudahlah, walau bagaimanapun aku cukup puas dengan sudah bertemu kalian di akhir hidupku. Setidaknya rasa bersalahku terhadap saudara Lei Tian juga sudah terlepas, aku bisa melewatinya dengan tenang" Li Yifei berkata dengan pasrah, memang benar apa yang dikatakannya tidak lah keliru.
"Kamu tidak boleh berkata seperti itu, semuanya masih belum terlambat, biarlah aku mengalah untukmu karena aku juga tidak mau kehilangan teman seperti dirimu begitu saja" ucap Qin Qian mencoba menenangkan Li Yifei, melihat kondisi seorang jenius di masa lalu membuatnya merasa iba.
Jika dibandingkan dengan Li Yifei, maka Qin Qian adalah kultivator yang beruntung. Hanya dengan mengandalkan tubuh khususnya saja ia sudah melakukan kegemparan di dunia kultivator, bahkan kondisi ini hanya beberapa orang terdekatnya saja yang tahu.
"Apa maksud tuan Putri?" tanya Li Yifei dengan heran.
Pada saat ini lapisan tenaga dalam yang menahan hawa dingin di dalam tubuhnya mulai menipis, benar apa yang disampaikan oleh Lei Tian sebelumnya jika pondasi kekuatan tubuhnya masih belum stabil dan jika diberi aliran tenaga dalam yang besar juga akan menghancurkan jaringan meridiannya dan akan membuatnya meregang nyawa.
"Sebenarnya aku pernah mengalami kondisi sama sepertimu, bahkan aku sudah berada di gerbang kematian. Untung saja waktu itu Gege Tian menyelamatkan diriku dari hal menakutkan tersebut, tidak hanya selamat dari kematian tetapi seperti yang kau lihat kekuatanku yang tidak masuk akal pun muncul di diriku" jawab Qin Qian penuh keyakinan, ia membuka rahasia pribadinya kepada orang lain.
__ADS_1
Dengan kondisi Li Yifei seperti itu, tentunya Qin Qian juga merasa tidak tega. Apalagi ia tahu jika Li Yifei hanyalah yatim piatu yang dibesarkan oleh Sekte Teratai Ungu, rasa permusuhan yang sama terhadap Shio Mei juga telah membawa kondisi dimana ia merasa sepenanggungan dengan Li Yifei.
Oleh karena itu, Qin Qian merasa tidak keberatan jika harus memberikan kesempatan yang pernah ia miliki kepada wanita yang kini sedang tidak berdaya tersebut. Selain itu ia juga ingin menjadi wanita yang bisa menghargai kekuatan Lei Tian yang memang sudah di luar batas nalar tersebut, memiliki lebih dari satu orang wanita bukankah bentuk kesalahan, apalagi pada situasi seperti ini yang berhubungan dengan keselamatan seseorang.
Menyadari jika ada hal yang ganjil, Lei Tian cepat-cepat berkata.
"Qian'er jangan katakan jika kau memintaku untuk melakukan hal yang sama terhadap mu seperti di waktu itu"
Menyikapi perkataan dari Lei Tian, Qin Qian tersenyum jahil. Meskipun dihatinya ia juga sedikit tidak rela namun demi kesembuhan Li Yifei ia harus merelakan kebahagiaannya untuk berbagi, apalagi ia juga sudah merasa nyaman bersahabat dengan Li Yifei. Selain itu, seharusnya dengan kondisi tubuh khusus yang dimiliki oleh Li Yifei juga secara tidak langsung akan membantu perkembangan kultivasi Lei Tian di masa depan seperti yang pernah dikatakan oleh Kakek Akong.
"Sudahlah seharusnya kau sebagai seorang pria merasa senang dengan memiliki lebih dari satu wanita, apalagi Li Yifei adalah sosok langka dengan tubuh khususnya. Bukankah itu juga akan berpengaruh dengan perkembangan kultivasi Gege di masa depan?" Qin Qian berkata dengan jujur, meskipun hal itu sangat berat baginya.
"Jika hal itu tidak berguna bagimu maka lakukanlah demi menyelamatkan nyawanya" pinta Qin Qian dengan berat hati, mulanya ia menyangka jika kekasihnya akan mudah tergoda dengan pesona tubuh Li Yifei.
Lei Tian kembali berada dalam posisi sulit, sebelumnya ia pernah melakukan kesalahan terhadap Qin Qian. Namun kini ia dihadapkan masalah yang sama kembali, keberadaan tubuh khusus benar-benar membuatnya sakit kepala.
Melihat Lei Tian yang sedang berpikir, Qin Qian segera menghampiri Li Yifei dan membisikkan beberapa kalimat yang sangat serius.
Mendengar perkataan dari Qin Qian yang sulit diterima oleh akal sehat membuat Li Yifei tersentak kaget, namun ia juga tidak bisa menolak fakta keadaan Qin Qian yang berubah menjadi drastis hanya hitungan hari.
__ADS_1
"Apakah aku akan menjadi wanitamu juga?" ucap Li Yifei kepada Lei Tian yang masih terdiam.
"Entahlah, situasi seperti ini cukup rumit bagiku. Bahkan menghancurkan Sekte Teratai Ungu dan membunuh sesepuh Hu Yitian tidak membuatku ragu dalam bertindak" ucap Lei Tian sedikit berkeluh kesah.
"Jadi urusan yang Gege maksud barusan adalah hal itu?" tanya Qin Qian dengan penuh keterkejutan.
"Iya" jawab Lei Tian sambil mengangguk pelan.
Qin Qian dan juga Li Yifei saling pandang, sebelumnya mereka juga sempat membahas masalah ini bahkan secara khusus Qin Qian sudah meminta Li Yifei untuk menemani Lei Tian. Namun siapa kira ternyata masalah tersebut selesai begitu saja dengan sangat mudah.
"Gege, kau benar-benar sangat luar biasa" ucap Qin Qian penuh dengan kekaguman.
Sementara Li Yifei masih dalam kondisi syok, sebagai orang yang pernah dibesarkan di Sekte tersebut tentu ia mengetahui kebesaran Sekte yang selama ini sangat ia banggakan. Apalagi jika itu mengenai sesepuh Hu Yitian yang merupakan legenda Pendekar Pedang kekaisaran Qin, rasanya sangat tidak mungkin jika dua hal besar tersebut musnah hanya dalam sekejap mata.
Memikirkan hal tersebut membuat tubuh Li Yifei tidak stabil, energi tenaga dalam yang membungkus kekuatan karekteristik es di dalam tubuhnya semakin menipis. Aura dingin mulai ia rasakan kembali dan mulai menjalar dengan cepat ke sekujur tubuhnya, gejala khusus ini sudah sangat ia pahami betul di sepanjang latihannya.
"Gege..." ucap Qin Qian sambil menunjuk ke arah Li Yifei.
Sebagai seseorang yang sudah berada di ranah Pendekar Dewa tentunya Qin Qian juga bisa merasakan gejolak ketidakstabilan energi di dalam tubuh Li Yifei. Ada perasaan takut kehilangan seorang teman yang saat ini dirasakannya, rasa ini juga sudah ia rasakan sebelumnya saat tubuh Li Yifei mengalami kontraksi energi.
__ADS_1