Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Lei Tian Bertemu Shui Qing Lagi


__ADS_3

Lei Tian memperhatikan tulisan namanya dengan lekat, ia mencoba menebak siapa yang sudah mendaftarkan namanya tanpa sepengetahuan dirinya. Apalagi dalam waktu sebulan terakhir ia berada di bawah pengawasan Aula Kedisiplinan, setidaknya orang ini sudah memperhatikan dirinya sejak lama.


“Kita akan bertemu di pertandingan antar murid luar, ku harap kau tidak mengecewakanku seperti yang terakhir kali di Aula utama murid luar” ucap seorang wanita muda yang kini sudah berada di samping Lei Tian.


“Owh.. Apakah kau juga akan ikut”? tanya Lei Tian dengan santai.


Shui Qing sedikit terperanjat, aura yang ia keluarkan benar-benar tidak berefek pada sosok pemuda yang berdiri di sampingnya.


“Namamu terlalu sayang untuk dilewatkan, setidaknya sebelum aku ke Paviliun murid dalam akan sedikit memberikan hadiah perpisahan” ujar Shao Qing sambil meningkatkan aura penindasan.


“Hahaha.. Semenarik itukah diriku? Aku khawatir justru kamu yang tidak akan mau beranjak ke Paviliun murid dalam karena selalu memikirkan diriku” ujar Lei Tian ambil berlalu pergi meninggalkan Shui Qing.


“Kurang ajar.. Bagaimana bisa ia tidak terpengaruh sama sekali atas tekanan yang aku berikan” gumam Shui Qing dengan rasa jengkel.


“Tunggu..” teriak Yun Zixin dan juga Shan Yuze kemudian.


“Cepatlah, aku sudah lapar” ujar Lei Tian santai.


Sebelumnya Yun Zixin dan Shan Yuze tidak berani bereaksi apapun saat kedatangan Shui Qing yang memiliki gelar murid luar terbaik nomor dua. Apalagi dengan aura yang dipancarkan oleh Shui Qing membuat keduanya benar-benar tidak berdaya.


“Kita akan kemana?” tanya Shan Yuze.


“Sebaiknya kalian ikuti aku saja” ujar Lei Tian sambil melangkah cepat.


“Hmmph.. Baiklah” jawab Yun Zixin dengan semangat.


Setelah menyaksikan pemandangan barusan di ruang Aula Misi, ia bertambah yakin dengan kekuatan tersembunyi yang dimiliki oleh sahabat barunya itu. Yun Zixin dengan jelas bisa melihat dengan jelas jika Lei Tian tampak tenang sekali saat berbicara dengan Shui Qing, hal yang tidak bisa diikuti oleh yang lainnya, bahkan Wu Ching sendiri yang paling arogan diantara murid luar tidak berani bersuara jika di depan Shui Qing.


“Aku akan mengajak kalian ke tepian sungai, kebetulan aku lapar sekali” ucap Lei Tian sebelum dirinya bergerak dengan cepat ke arah bebatuan terjal yang berada di sekitar Paviliun murid luar.

__ADS_1


“Baiklah, kami akan mengikuti mu” jawab Shan Yuze yang dengan semangat mengikuti Lei Tian.


Beberapa orang murid luar lainnya tampak terkagum-kagum dengan ketiganya, terutama dengan sosok Lei Tian yang belakangan namanya mulai dikenal luas di kalangan murid luar karena aksi heroiknya menggagalkan rencana Tao Ming.


Sementara di kediaman Wu Ching, tampak terjadi perdebatan yang cukup sengit antara dirinya dengan Tao Ming yang kembali gagal dalam menjalankan tugas.


“Kenapa harus gagal lagi?” tanya Wu Ching dengan nada tinggi.


“Anak baru itu muncul kembali setelah selamat dari hukuman” jawab Tao Ming.


“Apakah kau tidak bisa melawannya, apalagi kau pergi tidak sendri” ujar Wu Ching dengan kesal.


“Kekuatan anak itu sudah meningkat pesat, maafkan aku yang tidak bisa diandalkan” jawab Tao Ming yang tampak tidak berdaya.


Tao Ming lebih memilih disemprot habis-habisan oleh Wu Ching ketimbang ia menyinggung Lei Tian sebelumnya.


“Dasar tidak berguna” maki Wu Ching.


Baik disadari ataupun tidak, situasi seperti ini sudah berlangsung lama. Di mana yang kuat akan berkuasa dan yang lemah akan ditindas.


“Mulai sekarang kau bukan lagi kelompok kami, pergilah! Aku sudah muak melihatmu” ucap Wu Ching sambil mengusir Tao Ming.


Tao Ming hanya tersenyum kecut, lalu ia dan pengikut-pengikutnya memilih pergi untuk meninggalkan kediaman Wu Ching.


"Bukankah ini hanya akan mengurangi kekompakan kita" ujar salah seorang murid berperingkat lainnya.


"Kita tidak membutuhkan orang yang hanya bisa membuat malu, biarkan saja dia pergi dan setelah pertandingan antar murid selesai kita dengan mudah mencari penggantinya" ujar Wu Ching tampak tidak mempermasalahkan sama sekali atas kepergian Tao Ming.


Di sisi lain meskipun mendapatkan umpatan dan makian, Tao Ming tidak marah justru ia merasa jika hal tersebut lebih baik. Walau bagaimanapun ia sudah merasakan sendiri bagaimana menakutkannya kekuatan Lei Tian saat ini, bahkan Tao Ming menebak jika kekuatan Lei Tian sendiri sudah berada pada ranah Pendekar Kaisar.

__ADS_1


"Hai, apa yang akan kita lakukan di sini?" tanya Yun Zixin pada Lei Tian ketika mereka sudah berada di sebuah batu besar.


"Seperti yang kubilang tadi, aku sangat lapar sekali. Aku akan mencari ikan di sekitar sini" ucap Lei Tian sambil melemparkan beberapa kantung batu roh.


"Apa yang harus kami lakukan dengan batu roh ini?" tanya Shan Yuze dengan ekspresi bingung.


"Kalian berkultivasi lah di sana dan serap batu roh tersebut semampu kalian, aku akan menjaga kalian di sini" ucap Lei Tian sambil menunjuk ke arah batu berbentuk lingkaran yang sebelumnya ia gunakan untuk berkultivasi.


Shan Yuze dan Yun Zixin saling pandang, namun di hati mereka sangat gembira. Jika dihitung dengan jatah mereka, kini mereka memiliki masing-masing lima puluh batu roh. Jumlah tersebut cukup banyak untuk ukuran orang seperti mereka berdua.


"Baiklah jika begitu, kami akan berkultivasi di tempat ini" jawab Yun Zixin dengan senang.


Setelah mengatakan hal itu, Ia dan Shan Yuze segera mengambil posisi kultivasi pada batu melingkar yang sebelumnya ditunjuk oleh Lei Tian.


Sementara itu Lei Tian yang sudah curiga dengan maksud seseorang yang mendaftarkan dirinya di Aula misi, kini ia dengan santai menangkap ikan dengan teknik melempar menggunakan batu.


Dengan kekuatannya kini, tentu hal tersebut sangat mudah untuk dilakukannya. Dalam waktu singkat ia sudah mendapatkan beberapa tangkapan dalam jumlah besar, satu bulan selama menjalani hukuman ia belum makan.


Salam waktu singkat setelah membersihkan dan membuat perapian, ia mulai membolak-balikkan ikan tersebut di atas panggangan.


"Kau hanya mengurangi jatah makan siangku saja" ucap seseorang yang tiba-tiba muncul menghampiri Lei Tian.


"Salam kakek Song" sapa Lei Tian dengan hormat.


"Tak kusangka ternyata kau juga pintar menebak keadaan" ucap Penatua Song sambil tersenyum.


"Mohon maaf kakek, apakah Kakek yang mendaftarkan diriku di Aula misi untuk mengikuti pertandingan antar murid luar" ucap Lei Tian dengan sopan.


"Benar" jawab Penatua Song dengan singkat.

__ADS_1


"Bukankah itu hanya akan menunjukkan bakatku di depan umum?" tanya Lei Tian dengan ekspresi bingung.


__ADS_2