Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Sikap Keras Kepala


__ADS_3

Mengabaikan semua pemikiran yang aneh, Lei Tian segera berpikir jernih. Ia tidak ingin dianggap sebagai pria yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dalam ingatannya ia teringat dengan teknik akupuntur yang terdapat dalam kitab tak bernama, teknik khusus yang digunakan untuk mengontrol energi berlebih pada seorang kultivator.


Namun lagi-lagi hal yang harus diperhatikan oleh Lei Tian adalah Li Yifei yang nyatanya adalah seorang wanita. Teknik akupuntur yang akan ia terapkan sekalipun tetap harus membuat Li Yifei melepaskan pakaiannya, sudah menjadi hal yang umum jika jarum akupunktur tidak boleh terhalangi oleh satu helai benang sekalipun.


"Nona Li, apakah kau memiliki jarum perak?" tanya Lei Tian memecah perhatian.


Sebagai murid Sekte Teratai Ungu semestinya Li Yifei memiliki benda semacam itu sebagai senjata rahasianya.


"Ada.." jawab Li Yifei singkat.


Meski ia tidak mengerti dengan tujuan Lei Tian namun ia mengeluarkan benda tersebut dari dalam cincin penyimpanannya tanpa bertanya lebih jauh.


Lei Tian segera memeriksa jarum perak tersebut untuk mensterilkan dari racun atau hal lainnya. Setelah diperiksa dengan seksama memang tidak ada yang membahayakan dan benda tersebut siap digunakan untuk keperluan pengobatan Li Yifei.


"Segera lepaskan pakaian mu!" ucap Lei Tian kemudian kepada Li Yifei.


Qin Qian yang masih berada di dalam kamar menjadi terkejut, ia tidak menyangka jika Lei Tian akan melakukan kultivasi ganda di hadapannya.


"Gege... Apakah aku harus menyaksikan perbuatan kalian di depan mataku?" tanya Qin Qian dengan ekspresi terkejut.


"Apa maksudmu? Apakah aku serendah itu?" ucapa Lei Tian dengan sedikit marah.


"Lalu apa yang akan Gege lakukan?" tanya Qin Qian dengan polosnya.

__ADS_1


"Tentu saja mengobatinya dengan teknik akupuntur" jawab Lei Tian menjelaskan.


Dengan teori pengobatan yang sudah ia pelajari dari kitab tak bernama, seharusnya pengobatan terhadap Li Yifei bisa ia lakukan dengan optimal tanpa harus melakukan jalan pintas.


"Oh seperti itu, maafkan atas ketidaktahuan ku" ucap Qin Qian merasa bersalah.


"Tolong bantu aku, mudah-mudahan belum terlambat" ucap Lei Tian.


"Baiklah Gege" ucap Qin Qian yang sedikit merasa bersalah.


"Tunggu, sebelumnya aku pernah berjanji dalam hidupku jika aku harus melakukan hal ini terhadap pria yang akan menjadi suamiku" ucap Li Yifei yang merasa sungkan dengan tindakan yang akan diambil oleh Lei Tian kepada dirinya.


Menghadapi situasi seperti ini Lei Tian terdiam, ia juga tidak bisa berbuat seperti itu kepada wanita yang masih asing dalam hidupnya. Meskipun alasannya untuk menyelamatkan nyawanya namun jika ia tidak berkenan juga maka akan percuma.


Li Yifei jelas merasakan kondisi terburuk tubuhnya, energi dingin yang tidak bisa ia kendalikan begitu menyiksanya hingga berasa nyeri hingga ke tulang dan membuat kondisinya semakin tidak stabil.


Lei Tian terdiam namun akhirnya ia membalikkan badannya meninggalkan kamar dimana Li Yifei dan Qin Qian berada. Tugasnya hanya membantu, namun jika itu mengenai prinsip maka Lei Tian juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Menyaksikan Lei Tian yang sudah meninggalkan ruangan membuat Qin Qian terkejut, ia tidak mengira jika Lei Tian lebih membiarkan Li Yifei menderita ketimbang harus menerimanya menjadi pasangannya.


Di sisi lain, hawa dingin yang terus menyeruak mulai menggetarkan tubuh Li Yifei kembali dan membuat Qin Qian semakin merasa serba salah. Ia juga heran dengan sikap keras Li Yifei yang tidak mau bagian tubuhnya dilihat oleh sembarang orang, bahkan demi mempertahankan hal itu ia juga rela menderita dan bahkan mati.


"Kenapa kalian pada keras kepala?" ucap Qin Qian dengan kesal.

__ADS_1


Sementara itu Lei Tian tidak terlalu berpengaruh lagi terhadap situasi yang baru saja terjadi, ia kini dengan santainya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah memusnahkan Sekte Teratai Ungu ia belum sempat membersihkan diri karena langsung menangani situasi Li Yifei.


Sementara itu, kabar tentang kehancuran Sekte Teratai Ungu mulai menyebar dari mulut ke mulut. Dalam tempo waktu yang singkat berita itu menyebar secara liar hingga ke beberapa pihak penguasa wilayah. Sebagai Sekte yang mendukung Kekaisaran ratu Shio Mei, berita tersebut juga tiba di Istana dengan cepat. Mengandalkan giok informasi, berita itu diterima oleh Shio Mei dengan perasaan gundah gulana.


Walau bagaimanapun beredarnya nama Lei Tian sebagai sosok dibalik kehancuran Sekte Teratai Ungu adalah hal yang sangat mustahil baginya, bahkan desas desus tewasnya sesepuh Hu Yitian juga bukanlah perkara sederhana yang bisa dipercaya begitu saja.


Hal lain yang justru tengah ia perhatikan adalah pergerakan ratusan murid inti Sekte Belati Merah yang tengah mengarah ke Ibukota Kekaisaran, meski sedikit heran namun belum ada konfirmasi resmi mengenai tujuan kedatangan mereka ke Ibukota. Hanya saja kedatangan mereka ditemani juga oleh seorang Tetua yang justru berasal dari Sekte Perisai Api, hal ini menandakan adanya hubungan kerjasama antara kedua Sekte tersebut.


Shio Mei berpikir keras, jika keduanya bekerjasama untuk memberontak terasa janggal. Seharusnya jika hal itu terjadi pun akan melibatkan Sekte Pedang Emas yang justru paling menderita atas pengalihan kekuasaan kepada dirinya. Di sisi lain, justru pihak Sekte Pedang Emas justru tampak biasa saja dan terkesan menutup diri atas kekalahan Kaisar Qin Lau sebelumnya, dari mata-mata yang terdapat di Sekte tersebut tidak ada tanda-tanda pergerakan balas dendam yang akan digulirkan oleh Qin Lang selaku pemimpin Sekte tersebut.


Pada saat ini di ruang kerja pribadi Shio Mei terdapat Chen Kun dan juga Jenderal Yang Sheng sedang melaporkan perkembangan yang baru saja terjadi di beberapa Provinsi. Dua kabar terakhir berasal dari dua orang kepercayaan Shio Mei, membuat Shio Mei mengerutkan dahinya dalam-dalam.


"Jangan sampai nama Lei Tian kembali terdengar ke Istana atau tepatnya jangan sampai Zhao Yusi mendengarnya" Shio Mei berpesan dengan tegas kepada Jenderal Yang Sheng, lelaki yang didapuk akan menikahi Zhao Yusi.


"Baik Yang Mulia Ratu" jawab Yang Sheng dengan patuh, ia juga tidak mau rencana pernikahannya akan terganggu akibat adanya berita yang masih simpang-siur tersebut.


"Untuk orang-orang dari Sekte Belati Merah, jika mereka sudah terbukti ingin memberontak segera sampaikan kepada Jenderal Zhengzhou untuk menghabisi mereka semua" ucap Shio Mei kepada Chen Kun.


"Baik Yang Mulia" jawab Chen Kun dengan patuh.


"Apakah kau sudah bertemu dengan Shi Ziyu?" tanya Shio Mei, semenjak ditugaskan menghabisi Li Yifei ia belum mendengar kabar tentang pesuruhnya tersebut.


"Berkaitan dengan Shi Ziyu, ia ditemukan telah tewas bersama beberapa orang prajurit yang menyamar" jawab Chen Kun memberikan laporan.

__ADS_1


"Apa? Bukankah murid itu sudah tidak berguna? Bagaimana bisa memberikan perlawanan?" tanya Shio Mei dengan nada terkejut.


__ADS_2