
"Mohon maaf telah merepotkan semua pihak, aku terpaksa melakukannya karena selain aku memiliki rencana dengan para murid dalam Sekte Belati Merah, aku juga ingin memastikan seluruh Istana Kekaisaran bisa ditaklukkan dengan lancar" ucap Lei Tian disela-sela percakapan mereka.
"Tidak masalah, justru dengan seperti itu kami merasa lebih berarti" ucap Penatua Mu Chen yang bersuara, setelah hubungannya sempat salah paham akibat ulah Kang Tao Gwe kini Penatua Mu Chen akan menunjukkan ketulusannya.
"Terimakasih Penatua Mu" balas Lei Tian dengan hormat.
Orang-orang yang melihat sikap Lei Tian terhadap seorang Penatua begitu hormat menjadi takjub, kepribadian dan sikapnya yang tulus telah mengajarkan banyak hal kepada orang-orang.
Di tengah-tengah kesibukannya Lei Tian juga dengan jelas memperhatikan keberadaan Liu Shuwan dan juga Shui Niao yang sedari tadi tampak murung. Sebelumnya ia mendapatkan informasi dari Mu Xianji terkait perkembangan selama dirinya dianggap meninggal. Dengan jaringan yang dimiliki oleh Paviliun Ungu maka banyak informasi yang diterima oleh Lei Tian, termasuk kesedihan yang dialami oleh dua wanita tersebut.
"Kalian kemarilah, aku tidak mau kehadiran ku membawa kesedihan bagi orang lain" ucap Lei Tian merujuk kepada dua orang wanita yang sudah tidak asing baginya, terutama Liu Shuwan.
"Saudara Tian, bagaimana kabarmu?" tanya Liu Shuwan yang terlihat akrab.
Sementara Shui Niao masih terdiam, antara percaya dan tidak dirinya masih diliputi rasa ketidakpercayaan.
"Aku baik-baik saja, hanya merindukan pemandangan Kota Chengdu. Sesuai janjimu maka kau harus menemaniku dan juga istriku kelak. Kamu sudah kuanggap keluarga, jadi kau jangan pernah bersedih" ucap Lei Tian sambil memeluk Liu Shuwan.
"Nona Shui, kamu juga kemarilah" ucap Lei Tian sambil memeluk kedua wanita itu secara bersamaan.
Qin Qian dan Li Yifei segera berubah ekspresi, apa yang sebelumnya dijanjikan oleh Lei Tian kini berubah setelah ia bertemu dengan dua orang wanita lain.
__ADS_1
"Qian'er, Fei'er kalian juga kemari" ucap Lei Tian.
Li Yifei dan Qin Qian saling pandang sebelum akhirnya menuruti keinginan Lei Tian.
"Aku tidak menyangka jika anak itu bisa memiliki empat orang wanita cantik sekaligus" pikir Penatua Song Gui sambil tersenyum.
Orang-orang yang melihat pemandangan ini menjadi semakin iri kepada Lei Tian yang memiliki empat orang wanita sekaligus.
"Kalian jangan salah paham, aku menyadari jika kalian adalah wanita baik. Oleh karena itu aku ingin mengangkat kalian menjadi saudara-saudara ku. Di masa depan siapapun yang mengganggu kalian maka dengan nyawaku sebagai taruhannya aku akan membela kalian, aku tidak memiliki adik perempuan dan juga kakak perempuan sehingga keberadaan kalian akan melengkapi kehidupan ku" ucap Lei Tian dengan sungguh-sungguh, ia tidak mungkin menerima wanita lagi untuk menjadi istrinya.
Kehadiran Li Yifei dan Qin Qian sudah lebih dari cukup, apalagi Shui Niao dan Liu Shuwan hanyalah gadis biasa yang tidak memiliki tubuh khusus. Lei Tian khawatir mereka juga tidak akan sanggup berkultivasi ganda dengan dirinya, bahkan jika itu hanya akan menyakiti mereka juga akan percuma. Menjaga mereka dengan hubungan persaudaraan tentu lebih baik, apalagi di dalam hatinya Lei Tian berencana akan menjodohkan mereka dengan Shan Yuze dan Yun Zixin.
"Terimakasih saudara Tian" jawab Shui Niao dan juga Liu Shuwan, meski mereka bersedih namun sudah dianggap saudara oleh Lei Tian adalah anugerah yang luar biasa.
Setelah mendengar perkataan dari Lei Tian, kini Li Yifei dan Qin Qian ikut bergabung dalam satu pelukan besar dimana Lei Tian sebagai pusatnya.
Orang-orang yang semula mengira jika Lei Tian akan menambah wanita, kini hanya tersenyum bangga jika pria tersebut masih berbaik hati kepada laki-laki lain untuk memiliki dua keindahan yang tersisa. Apalagi dengan statusnya sebagai saudara Lei Tian, maka siapapun laki-laki akan berusaha dengan keras untuk memperlakukan Shui Niao dan Liu Shuwan dengan sebaik mungkin.
Setelah selesai membereskan urusan wanita, Lei Tian segera membuat pengaturan lainnya.
"Guru, mohon perkenannya untuk memimpin para murid serta para Tetua untuk menuju Istana Kekaisaran dan menyelamatkan Kaisar Qin Lau" ucap Lei Tian dengan hormat.
__ADS_1
"Baiklah tidak masalah, aku akan bertanggungjawab atas hal itu" ucap Penatua Song Gui sambil tersenyum cerah.
Setelah berkata demikian Penatua Song Gui segera membawa ratusan murid serta belasan Tetua yang ikut bergabung dalam gerakan pembebasan Istana.
Tidak lama setelah rombongan Penatua Song Gui berangkat, Shio Mei dan juga anak buahnya tiba di Gerbang Akademi Kekaisaran. Barusan ia masih melihat pergerakan orang-orang yang memiliki kekuatan besar ke arah Istana Kekaisaran yang baru saja ia tinggalkan.
"Kurang ajar" seru Shio Mei sambil mengangkat pedangnya.
Namun tiba-tiba pandangan Shio Mei tertuju pada seseorang yang tidak asing. Shio Mei tercengang, bukanlah karena adanya pendekar tingkat dewa yang merupakan sebagai pimpinan Sekte Pedang Emas dan juga Zu Sanfeng yang mengalami peningkatan kekuatan, melainkan sosok pemuda yang membuat pedang di tangannya bergetar.
Melihat keberadaan pemuda tersebut membuat Shio Mei mundur beberapa langkah dengan ekspresi kengerian. Jika sebelumnya ia begitu mendominasi berniat mengancam orang-orang yang berasal dari gabungan beberapa Sekte, kini hanya melihat Lei Tian saja ia sudah gugup bukan kepalang.
Bagi Zhao Yusi pun yang melihat kehadiran Lei Tian bersama dengan Li Yifei dan juga Putri Qin Qian, membuat dirinya tersadarkan jika kini ia berada pada pihak yang berseberangan. Apalagi aura pendekar dewa yang dipancarkan oleh Li Yifei dan Putri Qin Qian begitu terasa, membuat dua kecantikan itu menjadi pusat perhatian mengalahkan dirinya yang kini seperti bukan apa-apa.
"Ka.. Kamu masih hidup?" ucap Zhao Yusi dengan langkah kaki yang berat, usia pernikahannya yang baru beberapa jam kini membuatnya berada dalam posisi sulit.
Tatapannya yang terfokus pada pria di masa lalunya tersebut telah mengguncang alam bawah sadarnya, apa yang selama ini ia sebut sebagai pencapaian kini menjadi harapan semu dengan mimpi kosong.
"Kuharap kau bisa membuka matamu, apa yang pernah ku sampaikan padamu bukanlah kebohongan. Aku yang semula bersimpati kepadamu, kini akhirnya harus bersyukur karena bisa hidup dan bersama dengan orang yang pernah kau kagumi" Li Yifei berkata dengan puas, kekesalannya di masa lalu kini dibayar lunas dengan melihat Zhao Yusi yang menelan kekecewaan.
Jauh dari apa yang diperkirakan oleh Li Yifei, kini hati Zhao Yusi bagai diserang oleh ribuan jarum. Tulangnya bagai dikikis oleh pisau yang sangat tajam, dengan lirih ia menatap kehadiran Lei Tian yang selama ini selalu ia kenang.
__ADS_1
Tubuh Zhao Yusi jatuh ke lantai, kecantikannya serta keagungannya yang seperti Permaisuri kini hancur lebur bersama impiannya. Dirinya yang sudah tidak suci lagi serta status dirinya yang baru saja menjalani pernikahan membuat langit seperti runtuh dan menghimpitnya secara bertubi-tubi.