
"Masuklah" ucap Diaken tersebut sesaat mereka tiba di dalam Gua.
"Klik"
Lei Tian membuka ruangan yang mirip bilik tersebut, ukurannya sangat sempit sehingga tepat jika disebut sebagai tempat untuk merenung. Ia dapat merasakan kekuatan penuh penekanan yang terdapat di ruangan tersebut. Meskipun kekuatan asli Lei Tian berada pada pendekar Raja tahap akhir, namun ia tetap masih merasakan tekanan yang seolah berpusat di sekitar tubuhnya.
"Aku akan kembali satu bulan kemudian, bertahanlah jika kau masih kuat untuk bertahan" ucap salah seorang Diaken dengan angkuh sambil mengunci ruangan tersebut dari luar.
Setelah tiga orang petugas aula kedisiplinan itu pergi, Lei Tian sedikit bingung dengan tindakan Aula Kedisiplinan yang menurutnya berlebihan. Menghabiskan waktu selama satu bulan di tempat ini akan membuatnya kehilangan kesempatan untuk berlatih.
Namun memikirkan kata berlatih membuatnya kehilangan semangat, membayangkan sikap Penatua Fan Guo yang tidak bersahabat membuatnya putus harapan.
"Tetapi setidaknya aku tidak akan mengecewakan Kakek Song, ia sudah memintaku untuk menjadi murid dalam dan itu berarti aku harus menjadi kuat" gumam Lei Tian dalam hati.
Segera setelah memikirkan Kakek Song yang masih misterius, ia segera duduk sila dan melakukan kultivasi menggunakan teknik Naga Petir. Lei Tian juga mengeluarkan kantong Batu Roh yang sebelumnya diberikan oleh Penatua Song.
"Terimakasih Kakek Song" gumam Lei Tian saat sepuluh kantong Batu Roh sudah berada di depannya.
Dengan bantuan Batu Roh sebanyak ini, setidaknya ia dapat bertahan meskipun tidak makan dan tidak minum.
"Sepertinya suatu saat aku harus menyiapkan makanan di dalam cincin ruangku atau setidaknya aku harus memiliki Batu Roh yang lebih banyak, keadaan seperti ini setidaknya bisa membuatku bertahan lebih lama" gumam Lei Tian dalam hati.
Dalam sekejap aura penuh tekanan masuk ke dalam tubuh Lei Tian berubah menjadi untaian Qi yang sangat murni.
"Hahaha.. Sepertinya dewa telah mengirim ku ke tempat yang terbaik" gumam Lei Tian yang kini berubah menjadi senang.
__ADS_1
Sementara itu di dalam lautan kesadarannya, liontin Naga Petir terus menyerap dengan ganas energi yang tampak mengintimidasi tersebut.
"Bagaimana menurutmu?" tanya seorang Diaken yang tadi mengantar Lei Tian.
"Sepertinya anak baru itu benar-benar akan mengalami mimpi buruk, jika tidak gila maka ia akan kehilangan basis kultivasinya" jawab salah satu Diaken tersebut.
"Bukankah kita hanya perlu menghukumnya selama satu minggu saja?" ucap Diaken lainnya
"Seharusnya seperti itu, tetapi murid baru tersebut telah menyinggung Wu Ching dan kelompoknya. Jika ia dibebaskan pun sudah dipastikan hidupnya akan sama menderita. Selain itu dengan menghukumnya seperti tadi maka kita akan mendapatkan kredit poin dari Penatua Luo Kang" ucap Diaken yang paling senior tersebut.
"Baiklah jika demikian, murid baru tersebut juga bukan siapa-siapa, jadi tentu saja tidak akan ada yang mencarinya" ucap Diaken lainnya.
Tanpa terasa waktu pun berlalu dengan cepat, kabar dihukumnya Lei Tian sampai juga di telinga Penatua Song Gui. Namun tanpa sepengetahuan orang lain ia tetap memperhatikan perkembangan Lei Tian yang berada di dalam Gua tempatnya dihukum.
Penatua Song Gui merasakan jika kemampuan Lei Tian sangat tidak di masuk akal pada remaja seusianya, mulanya Penatua Song Gui ingin membebaskan Lei Tian karena hukuman yang ia dapatkan sangat tidak adil dan sudah berindikasi untuk mencelakakan dirinya secara permanen.
Namun alangkah terkejutnya ia saat mengetahui kemampuan Mustika Bumi yang semakin berkurang dan justru terserap ke dalam tubuh Lei Tian. Siapapun murid tahu jika Aula Kedisiplinan memiliki mustika bumi yang berfungsi untuk menghukum para murid, bahkan semakin murid itu melawan maka gaya yang ditimbulkan dari tekanan tersebut akan semakin besar mengenai tubuh murid tersebut.
Secara khusus Penatua Song Gui akhirnya menemui Penatua Fan untuk menyikapi hukuman yang telah diterima oleh Lei Tian.
"Aku tidak pernah memperdulikan hubungan mu dengan Mu Chen, namun sekarang aku baru paham ternyata kau memang benar-benar bodoh" ucap Penatua Song Gui.
"Maksud Penatua Song?"
"Murid yang kau hukum sebelumnya adalah intan berlian yang seharusnya kau rawat. Tetapi kau terlalu bodoh untuk menyia-nyiakannya" ungkap Penatua Song Gui.
__ADS_1
"Owh.. Murid pembuat onar itu" jawab Penatua Fan Guo yang kini mengerti arah pembicaraan Penatua Song Gui.
"Aku akan memberikan tantangan terbuka padamu, pada pertandingan murid luar aku akan mengandalkan dirinya untuk menjadi yang terbaik bahkan jika kedua Nona Shui diikutsertakan maka hasilnya akan sama saja" ucap Penatua Song dengan santai.
"Bagaimana jika ia kalah?" tanya Penatua Fan Guo.
"Hahaha.. Kau boleh menggantikan posisiku dan aku juga akan menjadi penatua murid luar untuk selamanya. Selain itu seribu batu roh adalah sarat mutlak" ucap Penatua Song Gui dengan yakin.
"Satu hal lagi, setelah ia selesai memenangkan kompetisi maka ia akan menjadi murid pribadiku dan tinggal bersamaku" sambung Penatua Song Gui.
"Sepakat jika begitu" ucap Penatua Fan Guo.
Setelah terjadi kesepakatan diantara keduanya, Penatua Song Gui kembali ke tempat sekitar Lei Tian menjalani hukuman. Pada saat seperti ini, ia tidak ingin ada yang mengganggu proses pembentukan penyerapan energi spiritual yang dilakukan oleh Lei Tian.
Alih-alih menjalani hukuman, Lei Tian justru mendapatkan keberuntungan yang sangat luar biasa.
Di sisi lain Penatua Fan Guo tersenyum cerah seusai kepergian Penatua Song Gui. Sebelumnya Penatua Fan Guo sudah melihat catatan Lei Tian yang hanya merupakan murid bawaan dari seorang mantan murid dalam. Selain itu, tingkat kekuatan Lei Tian masih berada di pendekar praja, jadi kali ini ia akan untung besar pada pertaruhan kali ini.
"Namun untuk mengunci kemenangan, aku harus melibatkan nona Shui untuk ikut serta. Meskipun agak berlebihan, aku tidak mau lengah dengan rencana Penatua Song" gumam Penatua Fan dalam hatinya.
Sebagai seseorang yang berada di ranah Pendekar Langit Tingkat Akhir ia belum menyadari jika Lei Tian menggunakan teknik penekan kultivasi yang di peroleh dari Gong Dun. Kitab Kaisar Kehampaan yang dipelajari oleh Lei Tian tidak hanya mampu menekan tingkat kultivasi bahkan bisa menghilangkan hawa keberadaannya.
Penatua Fan Guo tidak pernah memberikan kesempatan kepada Lei Tian untuk membuktikan dirinya tidak bersalah, ia juga dengan mudah memandang permasalahan hanya dari sudut luarnya saja tanpa mau menyelidiki lebih dalam.
Hal itu juga yang menjadi kelemahannya selama ini, sehingga ia hanya bisa memandang ke atas terhadap pencapaian orang-orang di sekitarnya. Seperti hubungannya yang kurang harmonis dengan Penatua paviliun murid dalam yang bernama Mu Chen.
__ADS_1