
Waktu pun berlalu dengan cepat, Lei Tian masih berada di dalam bilik perenungan. Kabar angin yang mengatakan jika dirinya sudah berakhir pun mulai beredar luas di Paviliun murid luar, sebab kemampuan rata-rata murid untuk bertahan hanyalah satu minggu.
"Sepertinya murid baru itu sudah benar-benar berakhir" ucap Li Chin kepada kelompoknya.
Sementara Tao Ming yang sudah pulih dari luka-lukanya ikut tersenyum bahagia. Sebelumnya ia merasa malu jika bertemu dengan murid lainnya akibat peristiwa penindasan Lei Tian terhadap dirinya.
"Padahal aku masih ingin membalaskan dendam ini" ujar Tao Ming dengan basa-basi.
Hampir sebulan lamanya ia membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka luar dan tenaga dalamnya. Ia juga butuh waktu yang lama untuk menstabilkan mentalnya yang sudah hancur akibat dipermalukan oleh Lei Tian.
Kini waktu sudah berjalan selama satu bulan, pengumpulan sumberdaya Batu Roh juga akan dilakukan pada siang ini, jadi Tao Ming akan kembali muncul untuk memulihkan harga dirinya.
"Lakukan tugasmu dengan baik, kejadian yang lalu jangan sampai terulang kembali" ucap Wu Ching penuh penekanan.
"Baik, kamu tidak usah meragukan hal itu" jawab Tao Ming dengan mantap.
Hal berbeda justru terjadi di dalam kediaman Lei Tian, dua sahabatnya tampak sangat khawatir atas apa yang sudah menimpa Lei Tian.
"Semoga kabarmu baik-baik saja" ucap Yun Zixin dengan wajah murung.
Begitu juga dengan Shan Yuze yang mengingat jika hari ini adalah sudah satu bulan Lei Tian memasuki tempat hukuman. Hari ini juga ia dan Yun Zixin akan menuju Aula perbendaharaan untuk mengambil jatah sumberdaya seperti biasa, sepuluh buah Batu Roh.
"Shan Yuze, apakah menurutmu kawan kita akan selamat" tanya Yun Zixin.
"Aku rasa ia akan baik-baik saja. Perasaan ku mengatakan jika ia memiliki kekuatan yang berbeda dengan kita semua" ucap Shan Yuze.
"Aku juga berpikir demikian, satu bulan yang lalu ia dengan mudah mengalahkan Tao Ming. Bahkan jika itu Wu Ching sekalipun akan membutuhkan beberapa usaha untuk melumpuhkan Tao Ming" ujar Yun Zixin seolah mengerti banyak hal.
"Sepertinya juga demikian" ucap Shan Yuze yang kini mulai banyak berbicara.
"Sepertinya kau sudah banyak berubah semenjak kedatangan Lei Tian" sindir Yun Zixin.
__ADS_1
"Anak itu sama seperti kita, hanya saja ia lebih berani menghadapi ketidakadilan. Namun aku masih memiliki pertanyaan besar terkait dua teknik bela diri yang ia pelajari dari kitab di perpustakaan" ucap Shan Yuze.
"Kau betul, aku sedikit curiga jika gerakan yang ia lakukan saat menghajar Tao Ming adalah seni Tubuh Ilusi" ucap Yun Zixin.
"Itulah.. Aku merasa anak itu sangat luar biasa. Di Sekte Belati Merah ini hanya beberapa yang bisa menguasai Teknik Tubuh Ilusi, apalagi jika ia juga sudah mampu menguasai teknik Tinju Api, bukankah itu sangat mengerikan?" ucap Shan Yuze.
"Sayangnya kita tidak memiliki kesempatan untuk melihat aksinya, namun aku yakin jika ia menyembunyikan kekuatannya dari kita semua" ucap Yun Zixin dengan penuh percaya diri.
Sementara itu di dalam bilik perenungan yang berukuran satu kali satu meter, tubuh Lei Tian masih tenggelam dalam kultivasi. Di dekatnya ratusan Batu Roh telah berubah menjadi debu, ditambah esensi energi alam yang bersumber dari Mustika Bumi membuat Lei Tian tidak menghiraukan waktu.
Setelah beberapa saat lamanya, Lei Tian merasakan Fluktuasi Qi di sekitar tubuhnya sangat padat. Hampir satu bulan ini ia gunakan untuk berkultivasi dan menyerap lima ratus Batu Roh, kini energi di dalam tubuhnya semakin kuat.
Liontin Naga Petir yang berada di dalam lautan kesadarannya kini dapat merespon dengan baik, tidak hanya menyerap Qi melalui teknik pernapasan yang Lei Tian lakukan tetapi Naga Petir tersebut telah terbentuk wujudnya serta menembakkan energi Qi ke dalam jaringan meridian tubuh Lei Tian. Jika sebelumnya ia seperti parasit yang menumpang dari inangnya, sekarang sudah bisa menghasilkan tenaga cadangan kepada Lei Tian.
Merasakan adanya perubahan, Lei Tian memasuki alam kesadarannya, namun alangkah kagetnya saat ia melihat cahaya ungu yang berkumpul dan menyelimuti tubuh seekor Naga Petir yang mengambang dan mengeluarkan kilauan petir yang berkilau.
"Akhirnya kau terlihat berguna juga" ujar Lei Tian dalam hati.
Segera setelah itu energi cahaya berwarna ungu menyelimuti tubuhnya, keadaan yang dialami oleh Naga Petir di dalam lautan kesadarannya kini dapat ia rasakan juga di alam nyata.
"Dhhuuaarr"
"Dhhuuaarr"
Dua ledakan teredam terdengar di dalam tubuhnya menandakan ia kembali menerobos. Hawa panas dalam tubuhnya membuat kepulan asap tipis yang keluar dari badannya.
"Ranah Kaisar Tingkat Menengah" gumam Lei Tian dengan senang.
Segera ia mengatur napasnya dan merasakan energi penekanan di sekitarnya sudah sangat lemah bahkan bisa dikatakan ia sudah tidak bisa merasakan sama sekali jika tidak menggunakan persepsi spiritualnya.
Setelah semuanya berjalan dengan baik, Lei Tian kembali menekan kekuatannya ke tingkat praja seperti sedia kala.
__ADS_1
"Tap"
"Tap"
"Tap"
Lei Tian dapat mendengar dari kejauhan derap langkah dua orang yang kini sedang mengarah kepadanya.
"Apakah murid baru tersebut masih bisa bertahan?" ucap seorang Diaken yang sama ketika membawa Lei Tian.
"Kurasa tidak. Walau bagaimanapun tempat tersebut hanya kuburan baginya. Bahkan aku yang sudah berada di ranah Pendekar Kaisar merasa kesulitan ketika berada di dalam ruangan seperti itu" jawab salah satu Diaken lainnya.
"Kamu benar" ujar kawannya sambil menyalakan penerangan.
"Aneh kenapa hawa di sini terasa biasa saja, tidak sama seperti saat kita datang ke tempat ini" ujar Diaken tersebut sambil membuka bilik perenungan.
"Klik"
Bersamaan dengan hal itu seorang Diaken membelalakkan matanya tanda tidak percaya.
"Kau masih hidup?" tanya Diaken tersebut dengan wajah tidak percaya.
"Apakah saya seperti hantu?" balas Lei Tian dengan santai.
"Apa yang terjadi?" tanya Diaken di belakangnya yang penasaran.
"Entahlah, setelah kalian pergi seluruh tekanan di ruangan ini menghilang. Saya pikir kalian menghilangkan tekanan tersebut karena merasa kasihan kepada diri saya" ucap Lei Tian mengalihkan perhatian.
"Berarti selama satu bulan ini kau tidak merasakan apa-apa?" tanya Diaken tersebut dengan tidak percaya.
"Tidak, selama dalam masa hukuman saya hanya memanfaatkan waktu sambil berkultivasi saja" jawab Lei Tian dengan enteng.
__ADS_1
"Kau benar-benar beruntung sekali, seharusnya kau sudah berakhir jika dalam kondisi normal di tempat ini. Sudahlah sebaiknya kau segera bersihkan dirimu, bau tubuhmu membuat hidung ku sakit" ucap Diaken tersebut sambil menutup hidungnya.