
"Terimalah cincin penyimpanan ini, anggap sebagai kompensasi dari Penatua Mu Chen sebelumnya" ucap Penatua Song Gui.
"Apakah tidak sebaiknya guru saja yang menyimpannya?" ucap Lei Tian dengan sopan.
"Semua ini milikmu, aku tidak berhak menerimanya" kata Penatua Song Gui.
"Baiklah jika begitu" ucap Lei Tian.
"Ingatlah gunakan tenaga Qi mu untuk merusak segel darah yang terdapat dalam cincin penyimpanan tersebut, lalu teteskan darahmu untuk mengidentifikasi sebagai pemilik baru" ucap Penatua Song Gui memberi penjelasan.
"Baik guru, terimakasih" ucap Lei Tian.
"Karena semuanya sudah selesai, sebaiknya aku pergi. Selamat atas penerobosan mu, sebelum kau pergi ke Akademi Kekaisaran temui aku terlebih dahulu" kata Patriark Fang Yuan.
"Terimakasih Patriark, saya pasti akan menemui Patriark" ucap Lei Tian dengan hormat.
Setelah mengatakan hal tersebut, Patriark, Penatua Song Gui dan juga Penatua Luo Kang segera pamit, sementara di ruangan tinggal Lei Tian dan kedua sahabatnya. Sementara Shui Qing juga ikut pamit sesaat setelah kepergian Patriark dan kedua orang Penatua.
"Ayo kita kembali ke kediaman ku, sudah lama aku tidak beristirahat dengan tenang" ujar Lei Tian dengan santai.
"Iya tentu saja.." sahut Yun Zixin dan juga Shan Yuze bersamaan.
Sementara itu Penatua Mu Chen yang benar-benar merasa kesal kini tiba di kediaman pribadi Kang Tao Gwe. Dengan dua orang murid dalam yang mendampinginya ia menuju kamar kang Tao Gwe.
"Guru, bagaimana dengan situasinya apakah Lei Tian sudah diberi hukuman?" tanya Kang Tao Gwe dengan ekspresi sedih.
"Katakanlah sejujurnya, kenapa kau berbohong dengan menutupi perbuatan bejat mu?" tanya Penatua Mu Chen dengan tatapan ganas.
Mendengar pertanyaan dari gurunya, Kang Tao Gwe tidak bisa menjawab. Ia tidak menyangka jika kebenaran akan terungkap begitu saja, padahal menurut perhitungannya Penatua Mu Chen adalah orang yang tidak mudah menerima penjelasan.
"I..Itu.." ucap Kang Tao Gwe yang kebingungan.
Dengan sikap muridnya yang seperti itu, jelas Penatua Mu Chen menjadi yakin jika apa yang dikatakan oleh Shui Qing sebelumnya adalah suatu kebenaran.
__ADS_1
"Aku sangat menyesal telah membesarkan binatang seperti mu. Mulai hari ini kita sudah tidak ada hubungan murid dan guru lagi" ucap Penatua Mu Chen dengan tegas.
"Patahkan kaki dan tangannya lalu buang ia ke luar, dia bukan lagi murid Sekte Belati Merah" perintah Penatua Mu Chen kepada dua orang murid dalam yang sejak tadi berjaga.
"Baik Penatua" jawab keduanya dengan patuh.
Setelah mengatakan hal tersebut Penatua Mu Chen pergi meninggalkan kediaman Kang Tao Gwe, hari ini ia benar-benar merasa dipermainkan.
Pertarungannya dengan Lei Tian tadi membuatnya berpikir banyak hal, sebagai seorang Penatua ia benar-benar merasa konyol jika kekuatannya bisa ditandingi oleh seorang murid.
"Bagaimana bisa anak itu begitu kuat?" gumam Penatua Mu Chen yang terus meratapi pertarungannya.
Sementara Shui Qing yang kini baru saja tiba di kediamannya segera menemui kakaknya, ia sudah tidak sabar ingin segera menceritakan tentang Lei Tian.
"Kenapa kau tergesa-gesa begitu" tanya Shui Niao.
"Aku baru saja kembali dari Aula pengembangan bakat, di sana aku berbarengan dengan Penatua Mu Chen yang kebetulan mencari Lei Tian" ucap Shui Qing.
"Apa?" Wajah Shui Niao tampak terkejut.
"Penatua Mu Chen membuat perhitungan dengan Lei Tian, bahkan dengan aura penindasan dari Penatua Mu Chen saja aku sampai tidak sadarkan diri" ucap Shui Qing.
Mendengar perkataan dari Shui Qing, tak terasa air mata Shui Niao menetes. Ia membayangkan jika nasib buruk telah menimpa Lei Tian yang telah menolongnya.
"Kenapa kau menangis?" tanya Shui Qing yang belum selesai bercerita.
"Aku hanya kepikiran nasib siap yang diderita oleh Lei Tian" ucap Shui Niao dengan jujur.
"Rupanya ada yang sedang jatuh cinta" ujar Shui Qing dengan nada bercanda.
"Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu? Aku hanya sedih karena ia mengalami nasib sial gara-gara menyelamatkan ku" ungkap Shui Niao.
"Kau terlalu cepat mengambil keputusan sebelum aku selesai bercerita" ucap Shui Qing sambil menahan tertawa.
__ADS_1
"Orang jika sedang jatuh cinta memang terlihat bodoh ya.." ucap Shui Qing kemudian.
"Kamu.." ucap Shui Niao sambil melotot.
Rasa sedihnya segera berganti dengan kekesalan akibat dikerjai oleh adiknya tersebut. Sebagai seorang wanita ia tetap memiliki hati nurani, ia telah diselamatkan dari bahaya pemerkosaan dan pembunuhan maka sudah sepatutnya ia berterima kasih kepada penolongnya. Namun memikirkan jika Lei Tian sudah memiliki tunangan membuatnya sedih, entah mengapa perasaan itu hadir begitu saja tanpa ia tahu sebabnya.
"Sepertinya lelaki penolong mu sungguh sangat luar biasa, bahkan Patriark Sekte sampai memujinya secara langsung" ucap Shui Qing kemudian.
"Hah? Bagaimana bisa?" tanya Shui Niao dengan wajah penuh penasaran.
Shui Qing kemudian bercerita tentang apa yang baru saja ia alami di Aula pengembangan bakat, dari mulai kedatangan Penatua Mu Chen hingga peristiwa penerobosan Lei Tian di depan Patriark dan Penatua.
Mendengar cerita dari adiknya, Shui Niao benar-benar terkejut. Jika sebelumnya saja ia sudah terkejut saat Lei Tian mampu menghajar Kang Tao Gwe tanpa kesulitan, kini Penatua Mu Chen sendiri yang berhasil imbang melawan Lei Tian.
Memikirkan hal tersebut, segala kesombongan Shui Niao benar-benar hancur. Apalagi ia menyadari jika Lei Tian juga masih muda, usianya yang sebaya dengan adiknya sangat potensial untuk meraih kesuksesan di masa depan.
"Sepertinya ia tidak lama lagi Lei Tian akan pergi meninggalkan Sekte" ucap Shui Qing di tengah percakapan.
"Maksud mu?" tanya Shui Niao dengan serius.
"Ia akan ke Akademi Kekaisaran di Ibukota" jawab Shui Qing.
"Owh.. Ternyata ia memang orang yang bertalenta khusus, sudah sepantasnya ia mendapatkan kesempatan seperti itu" ujar Shui Niao dengan pasrah.
Lei Tian yang saat ini tengah bersama dua orang sahabatnya tampak berbincang, mereka bertiga membicarakan banyak hal tentang kemajuan kultivasi masing-masing. Namun secara khusus Lei Tian tidak memberitahukan perihal teknik Naga Petir yang ia gunakan.
"Tidak lama lagi aku akan pergi dari Sekte, kuharap kalian tidak merindukanku" ucap Lei Tian dengan santai.
"Kami akan melepas mu dengan bangga, walau bagaimanapun Akademi Kekaisaran adalah pelabuhan terakhir para murid untuk menjadi kultivator handal di Kekaisaran Qin" ucap Yun Zixin dengan semangat.
"Huh.. Kupikir kalian akan sedih atau berkata apa, tapi kalian malah senang jika melepas ku" ucap Lei Tian memasang ekspresi sedih.
"Ngomong-ngomong kenapa aku tidak bisa merasakan kekuatan mu?" tanya Shan Yuze yang sedari tadi memperhatikan sahabatnya.
__ADS_1
"Owh itu karena aku menggunakan teknik khusus" jawab Lei Tian dengan jujur.