Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Bertemu Shio Mei


__ADS_3

Buah apel hitam yang dinikmati oleh Lei Tian benar-benar memberikan asupan nutrisi energi yang sangat besar. Energi yang sudah ia keluarkan saat melakukan penerobosan barusan dengan cepat tergantikan, dalam waktu singkat kekuatannya sudah bisa dikatakan stabil.


Dengan naiknya kemampuan kultivasinya, ia dapat merasakan kekuatan Pendekar Tingkat Dewa lainnya yang sejajar dengan Patriark Sekte Pedang Emas. Orang itu tentu saja Jenderal wanita yang bernama Shio Mei, wanita terkuat di Kekaisaran Qin yang merupakan ibu kandung Zhao Yusi.


"Lapor Tuan, mohon izin untuk menyampaikan informasi keberangkatan menuju ke medan pertempuran utama" ucap salah seorang prajurit yang berdiri di depan kemah Lei Tian.


Lei Tian sedikit terkejut dengan apa yang baru saja disampaikan oleh prajurit tersebut, sebagai orang yang baru saja tiba maka ia tidak tahu tentang rencana yang sudah ditetapkan sebelumnya.


"Masuklah, ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan" ucap Lei Tian dengan santai dari dalam kemah.


Meskipun agak ragu-ragu namun prajurit tersebut memberanikan diri menghadap secara langsung.


"Coba jelaskan kepadaku tentang hal apa saja yang sudah direncanakan sebelumnya" ucap Lei Tian bermaksud menggali informasi.


"Jadi begini Tuan, dengan kedatangan Tuan berarti kini ada tiga puluh enam pasukan elit yang akan berhadapan langsung dengan pihak musuh dengan cara menembus pertahanan musuh, pertarungan tingkat atas ini akan menentukan jalan bagi kami yang berada di pasukan pemukul untuk bergerak maju. Sementara pasukan lainnya bersiap di bawah Komando Jenderal Zhengzhou untuk memberikan serangan penutup" ucap prajurit penjaga tersebut menyampaikan rencana yang sudah diatur oleh Jenderal Shio Mei.


"Oh seperti itu pengaturannya, terimakasih atas informasi yang kau sampaikan" ucap Lei Tian dengan sopan.


"Tidak perlu sungkan Tuan, anda adalah Komandan kami dan sudah sepantasnya kami melayani Tuan. Apakah ada hal lainnya yang dapat saya bantu Tuan?" ucap prajurit tersebut dengan hormat.


"Tolong kirimkan beberapa orang untuk menjaga pamanku yang sedang beristirahat" ucap Lei Tian yang menunjuk ke arah Gong Dun.


Tanpa disadari oleh Gong Dun, dirinya terlalu larut dalam kultivasinya. Dengan bantuan Batu Roh ia perlahan mulai mengendalikan kekuatan yang masuk ke dalam tubuhnya, metode penyerapan Batu Roh baru lagi ia lakukan sehingga ia membutuhkan konsentrasi khusus.

__ADS_1


"Baik Tuan, kami akan menjalani perintah anda dengan sebaik mungkin" jawab prajurit tersebut dengan patuh.


Lei Tian sengaja meninggalkan Gong Dun di dalam kemah dan membiarkannya berkultivasi dengan tenang. Menurut perhitungannya, Gong Dun juga akan menerobos dalam waktu singkat, oleh karena itu Lei Tian memerintahkan prajurit untuk menjaganya di waktu krusial tersebut.


Lei Tian kemudian keluar dari kemahnya, dengan pedang spiritual yang menggantung di punggungnya ia terlihat begitu gagah. Pemandangan serupa juga terlihat dari orang-orang di sekitarnya, mereka adalah senior Lei Tian yang di Akademi Kekaisaran.


"Hai.. Apakah kau berasal dari Sekte Belati Merah?"


Pada saat ini Lei Tian disapa oleh seorang lelaki yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun. Sambil berjalan menuju tempat berkumpul, keduanya tampak melakukan perbincangan.


"Ya benar, saya berasal dari sana" jawab Lei Tian dengan jujur.


"Baguslah kalau begitu. Aku juga berasal dari Sekte Belati Merah, bagaimana dengan kondisi terakhir di Sekte?" tanya lelaki itu dengan hangat.


"Hemm.. Sepertinya kau adalah talenta berbakat. Tidak mudah Penatua Song Gui mengangkat murid pribadi. Perkenalkan namaku adalah Mu Jiao, murid sekaligus kerabat dari Penatua Mu Chen" ucap Mu Jiao.


"Salam senior Mu, tampaknya keluarga Mu banyak melahirkan pendekar jenius" ujar Lei Tian dengan tulus.


"Apakah kamu sudah bertemu dengan keluargaku yang lainnya?" tanya Mu Jiao.


"Ya, kebetulan aku mengenal Tuan Mu Xianji beberapa waktu lalu sebelum tiba di tempat ini" ungkap Lei Tian dengan nada yang lebih bersahabat.


Walau bagaimanapun keluarga Mu sudah ia anggap bagian dari lingkarannya, oleh karena itu ia sangat menghargai Mu Jiao yang nyatanya memang bersikap ramah terhadapnya.

__ADS_1


"Wah.. Kau memang hebat bisa bertemu dengan pamanku itu... Terkait kebijakan gunung Bishou yang merupakan markas utama Sekte Belati Merah akan ditentukan setelah pertempuran ini, hal itu terkait dengan keberadaan pendekar yang dikirim oleh Sekte dalam membantu pihak Kekaisaran" jawab Mu Jiao berterus terang.


"Oh seperti itu, apakah selama ini tidak ada perhatian khusus dari Kaisar?" tanya Lei Tian penasaran.


"Tidak, selama ini prestasi dan dukungan lebih banyak diberikan oleh orang-orang Sekte Pedang Emas dan juga Sekte Teratai Ungu, sedangkan Sekte Belati merah tidak terlalu mencolok. Empat orang Jenderal besar tidak satupun berasal dari Sekte kita, bahkan Kaisar Qin Lau tidak terlalu memperhatikan Sekte kita karena leluhur Sekte yang tidak mau terlibat dengan urusan kekaisaran" ungkap Mu Jiao dengan detail.


Mendengar cerita dari seniornya, Lei Tian sedikit heran. Tidak ada informasi yang ia miliki terkait leluhur Sekte Belati Merah, semua yang ia dapatkan hanyalah sebatas Akademi Kekaisaran yang merupakan pilar pendukung utama Kaisar Qin.


"Kalian cepatlah atau Jenderal Shio Mei akan marah besar" ucap seorang lainnya yang sedang bergegas mendahului Lei Tian dan Mu Jiao.


"Ayo kita juga bergerak lebih cepat" ajak Mu Jiao yang tidak dapat membayangkan kemarahan Shio Mei.


Lei Tian kemudian melangkahkan kakinya lebih cepat bersama Mu Jiao, beberapa orang lainnya juga tampak bergerak dengan cepat secara bersama.


Di sebuah lapangan kecil, tampak Jenderal Shio Mei yang sudah berdiri dengan tatapan dingin. Sebagai seorang yang memiliki kekuatan serta jabatan tertinggi, ia memiliki aura yang membuat nyali orang-orang ciut.


Lei Tian yang baru pertama kali melihat Jenderal Shio Mei sedikit tertegun, wajahnya seolah tidak asing dengan seseorang yang pernah ia kenal.


Shio Mei yang merasakan tatapan Lei Tian sedikit membulatkan matanya tanda tidak senang. Dalam sekejap aura ganas penuh niat membunuh tertuju ke arah Lei Tian, namun dengan santainya Lei Tian mengabaikan kekuatan yang dikeluarkan oleh Jenderal wanita tersebut.


Menyadari jika tekanannya tidak berhasil, membuat Shio Mei tersentak kaget. Dengan kekuatan yang barusan ia tujukan seharusnya bisa membuat pemuda tersebut berlutut, bahkan kedua Jenderal lainnya juga akan memiliki reaksi yang hebat.


"Siapa pemuda itu? Kenapa begitu kuat" gumam Shio Mei dengan penasaran.

__ADS_1


Lei Tian yang baru saja mendapatkan perhatian dari Shio Mei segera berbaris di dekat Mu Jiao, di lingkungan yang baru ia membutuhkan seseorang seperti Yun Zixin saat Lei Tian pertama kali bergabung di Sekte Belati Merah.


__ADS_2