Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Teknik Penguatan Tubuh


__ADS_3

"Hmmph.. Sepertinya menarik" gumam Lei Tian setelah menemukan sebuah kitab beladiri.


"Teknik Penguatan Tubuh"


Lei Tian memperhatikan sebuah kitab yang tampak sederhana dan tidak terawat, bahkan menurutnya sering diabaikan oleh para pengunjung. Dengan seksama ia membaca sebuah teknik yang terdapat dalam kitab tersebut, sepintas memang tidak ada yang menarik namun entah mengapa Lei Tian merasakan jika teknik yang ia baca saat ini berhubungan dengan kultivasi Naga Petir di dalam tubuhnya.


"Baiklah aku akan pilih kitab ini saja" gumam Lei Tian dengan yakin.


Kurang dari satu jam akhirnya Lei Tian turun dari lantai tiga perpustakaan, dengan santai ia kemudian menuju petugas perpustakaan untuk mendaftarkan buku yang akan ia pinjam.


"Apakah kau tidak salah?" tanya Diaken tersebut dengan sedikit bingung.


Seharusnya dengan kekuatannya kini ia bisa memilih teknik yang kuat untuk menunjang kultivasinya yang sudah berada di ranah Pendekar Kaisar. Sedangkan kitab yang dipilih oleh Lei Tian saat ini terlalu biasa, bahkan kitab tersebut akan diturunkan ke lantai pertama karena tidak ada yang pernah tertarik pada kitab tersebut.


"Tidak, aku yakin dengan pilihanku" jawab Lei Tian tanpa ragu.


"Waktumu masih panjang, apakah kau tidak ingin memanfaatkan waktu untuk memilih keterampilan lainnya?" tanya Diaken tersebut meyakinkan Lei Tian.


"Kurasa ini saja cukup" jawab Lei Tian singkat.


"Hmmph... Kau selalu saja membuatku terkejut, namun apapun pilihan mu aku berharap kau tidak akan keliru" ucap Diaken tersebut memberi pertimbangan.


"Terimakasih atas saran dari senior" ucap Lei Tian.


Setelah mencatat beberapa prosedur yang harus dilewati, Diaken tersebut memberikan kitab tersebut kepada Lei Tian.


"Bagaimana apakah kamu sudah mendapatkan teknik yang sesuai untuk kau kembangkan?" tanya Yun Zixin yang datang bersama Shan Yuze.


"Sudah, kebetulan hanya satu yang diperbolehkan" jawab Lei Tian dengan tenang.

__ADS_1


"Mari kita pulang sekarang" ajak Yun Zixin kemudian.


"Baiklah mari kita pulang" ucap Lei Tian.


"Aku heran padamu, bukankah di Paviliun murid dalam akan lebih bagus fasilitas yang kau dapatkan daripada di perpustakaan murid luar?" tanya Shan Yuze saat mereka sedang berjalan.


"Sepertinya memang demikian, tapi kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan. Kadang tempat yang kita anggap tinggi belum tentu menghasilkan buah yang lezat, justru kita sering mengabaikan umbi yang sudah jelas lezat dan bernutrisi" ucap Lei Tian memberikan perumpamaan.


"Kau pasti sedang merencanakan sesuatu hal yang lain" ucap Yun Zixin kemudian.


"Tidak juga, aku hanya tidak mau terburu-buru ke Paviliun murid dalam. Aku juga masih harus menyelesaikan beberapa urusan, diantaranya memastikan agar Wu Ching dan kelompoknya tidak melakukan hal yang sama di saat aku sudah tidak berada di sini" ucap Lei Tian.


"Ternyata kau sudah berpikir sejauh itu" ujar Shan Yuze sambil mengangguk setuju.


Ketiganya lalu berjalan menuju kediaman mereka dengan penuh canda bahagia, meskipun seorang kultivator mereka juga tetap remaja yang memiliki masa kehidupan penuh canda tawa. Apalagi sifat Shan Yuze yang kini sudah mulai bisa beradaptasi dengan baik seiring kebersamaan mereka.


Setelah beberapa hari mempelajari teknik yang berada di dalam kitab beladiri tersebut, Lei Tian masih belum merasakan kemajuan dalam teknik pembentukan tubuh.


"Tapi kurasa pasti ada hubungannya dengan teknik kultivasi yang aku jalani saat ini" pikirnya lagi.


Selama beberapa hari terakhir ia sibuk menjalani latihan tertutup untuk memahami konsep pembentukan tubuh yang mengedepankan pembentukan tulang dan otot. Hal tersebut ia coba gabungkan dengan teknik kultivasi Naga Petir yang menurutnya ada keterikatan.


"Hal ini sangat bertentangan dengan teknik yang kupelajari sebelumnya dimana kecepatan tidak memerlukan kekuatan otot. Bukankah ini hanya akan menghambat laju pergerakan serangan?" gumam Lei Tian saat memahami teknik tersebut.


"Pantas saja kitab ini tidak diminati. Meskipun demikian, aku yakin pasti leluhur pendiri Sekte Belati Merah memiliki rahasia mengapa teknik yang berlawanan tetap diciptakan dan berada di dalam perpustakaan" pikir Lei Tian kembali saat ia mulai memantapkan teknik tersebut.


Pada saat ini ia juga kepikiran tentang tentang kitab bel diri peninggalan ayahnya, ia masih belum bisa membagi konsentrasi dalam memahami beberapa teknik sekaligus. Apalagi yang ia ketahui adalah teknik yang terdapat dalam kitab tersebut adalah teknik berpedang.


Setelah dirasa cukup memahami dan menghafalnya, Lei Tian merapikan kembali Kitab bela diri tersebut untuk segera ia kembalikan ke perpustakaan hari ini juga. Dari dalam kamarnya Lei Tian berjalan keluar, lalu memperhatikan sekitar namun ia tidak melihat dua sahabatnya yang biasa bersamanya.

__ADS_1


"Sebaiknya aku segera bergegas ke tempat Wu Ching saja" gumam Lei Tian pelan.


Setelah beberapa langkah meninggalkan kediamannya, Lei Tian bertemu dengan beberapa orang murid yang tengah berlatih di halamannya.


"Salam saudara Tian" sapa mereka dengan hormat.


"Salam, apakah kalian tahu tempat tinggal Wu Ching?" tanya Lei Tian.


"Tentu saja, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu dari mereka.


"Aku ingin mengunjungi kediaman Wu Ching" jawab Lei Tian dengan tenang.


"Aku akan mengantarmu" ucap murid tersebut dengan penuh semangat.


Tidak membuang waktu, Lei Tian bersama murid lainnya langsung menuju kediaman Wu Ching. Aksi Lei Tian diikuti oleh para murid lainnya yang kebetulan ingin mengetahui hal apa yang akan dilakukan oleh Lei Tian.


Sesampainya di tempat Wu Ching, Lei Tian melihat Wu Ching masih dalam perawatan. Tanpa beban ia langsung berkata.


"Setelah kepergianku dari Paviliun murid luar, aku tidak mau mendengar kalian menindas para murid. Jika itu masih terjadi maka aku tidak akan segan menghabisi mu" ucap Lei Tian dengan tegas.


Melihat kedatangan Lei Tian yang begitu mendominasi membuat Wu Ching ketakutan, luka-luka dari pertandingan sebelumnya masih belum sembuh membuat Wu Ching menahan gemetar.


"Ba.. Baik" ucap Wu Ching pelan dengan nada ketakutan.


"Beritahu teman-temanmu untuk tidak melakukan hal yang sama. Biarkan kalian bersaing dengan sehat dan saling bantu sesama murid luar" ucap Lei Tian dengan nada penuh tekanan.


"Tentu.. Tentu saja" jawab Wu Ching.


"Baiklah jika demikian, aku akan pergi dengan tenang" ucap Lei Tian dengan perasaan lega.

__ADS_1


Apa yang diucapkan oleh Lei Tian didengar oleh banyak murid luar yang sebelumnya mengikutinya. Mereka semua merasa haru dengan perlindungan yang Lei Tian lakukan, mereka semua sangat bangga dengan sosok yang hanya dalam hitungan bulan sudah mampu menjungkalkan dominasi kelompok penindas.


Setelah merasa urusannya telah selesai, kini Lei Tian segera menuju perpustakaan untuk mengembalikan kitab yang ia pinjam sebelumnya. Meskipun ia belum mendapatkan keuntungan dari teknik yang ia pelajari, namun ia hanya berharap suatu saat ia akan menemukan rahasia di balik teknik yang menurutnya cukup unik tersebut.


__ADS_2