Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Menjadi Murid Penatua Song


__ADS_3

"Hmmph.. Biarkan kami berdua" jawab Penatua Song Gui dengan tenang.


"Baik Penatua" sahut murid tersebut sambil melangkah kembali.


Sementara di dalam ruangan tersebut kini hanya Lei Tian dan Penatua Song Gui.


"Kenapa lama sekali kamu baru tiba di sini?" tanya Penatua Song.


"Maafkan aku kakek Song, di Paviliun luar masih ada beberapa hal yang harus aku bereskan agar tidak menjadi beban di kemudian hari" jawab Lei Tian dengan sopan.


"Owh.."


Penatua Song tampak diam sejenak lalu berkata kembali.


"Tidak masalah jika seperti itu, aku cukup bangga terhadapmu yang tetap bersikap tenang dan tahu cara bersikap sebagaimana mestinya" ucap Penatua Song.


"Mulai hari ini kamu akan menjadi murid inti atau lebih tepatnya kamu akan menjadi murid langsung dariku. Oleh karena itu kau harus bisa memanfaatkan hal ini, paling tidak kau harus bisa mengharumkan nama Sekte" ucap Penatua Song Gui dengan tenang.


Bagai mendapatkan keberuntungan langit, Lei Tian merasa sangat gembira. Menjadi murid inti adalah kesempatan yang sangat langka yang bisa dimiliki oleh murid dalam sekalipun.


"Terimakasih guru" ucap Lei Tian yang sudah mengubah panggilannya.


Lalu Lei Tian bersujud beberapa kali sebagai simbol dimulainya hubungan guru dan murid. Ini adalah pertama kalinya Lei Tian mendapatkan seorang guru, bahkan sebelumnya di Paviliun murid luar ia tidak mendapatkan kesempatan seperti ini.


"Selama beberapa tahun ke depan aku harapkan kamu bisa menunjukkan hasil yang bagus, manfaatkan sumberdaya yang ada untuk menaikkan kultivasimu" ucap Penatua Song Gui dengan serius.


"Baik guru" jawab Lei Tian dengan hormat.


Penatua Song Gui sendiri masih sedikit bingung dengan bakat Lei Tian yang menurutnya sangat aneh. Meski demikian, Penatua Song Gui sangat yakin jika Lei Tian akan mengharumkan nama Sekte di masa yang akan datang.


"Ini terimalah" ucap Penatua Song sambil menyerahkan token murid inti dan juga sebuah bungkusan besar.


"Terimakasih guru" jawab Lei Tian dengan senang.

__ADS_1


"Itu adalah hadiah yang kudapatkan dari Penatua Fan Guo sebelumnya saat pertandingan antar murid luar. Sesuai perkiraanku, kau memang tidak mengecewakan" ucap Penatua Song Gui.


"Sekarang kamu beristirahatlah, satu minggu lagi kau boleh menemui ku. Masalah tempat tinggal dan yang lainnya kau bisa mendapatkannya dari Tang Chisan" ujar Penatua Song menambahkan.


"Baik guru, terimakasih" ucap Lei Tian dengan senang.


Lei Tian kemudian memasukkan kantong Batu Roh dan juga token giok berwarna merah marun sebagai lambang murid inti dari Penatua Song. Setelah pamit, Lei Tian kembali turun menuju lantai pertama tempat dimana ia meninggalkan dua orang sahabatnya.


"Anak itu sungguh mengejutkan, aku yakin ia akan berada pada ranah Pendekar Dewa hanya dalam beberapa tahun" ucap Penatua Song Gui pelan ketika Lei Tian sudah beranjak pergi.


Tidak lama kemudian, Lei Tian tiba dan kembali bergabung dengan kedua sahabatnya. Dengan wajah penuh rasa suka cita kemudian ia berkata kepada murid senior yang bernama Tang Chisan.


"Senior saya sudah berbicara dengan Penatua Song dan untuk selanjutnya akan menerima pengaturan dari mu" ucap Lei Tian dengan sopan.


"Ya, tentu saja. Bisakah kau menunjukkan token yang diberikan oleh Penatua?" tanya Tang Cishan.


Segera Lei Tian mengeluarkan sebuah token giok yang baru saja ia terima dari Penatua Song Gui yang kini sudah menjadi gurunya.


"Luar biasa, aku saja yang sudah mengikuti Penatua Song sejak lama tidak mendapatkan kese seperti anak ini" gumam Tang Chisan dengan sedikit keirian.


"Baiklah, mari ikuti aku" ucap Tang Chisan kemudian.


Tidak beberapa lama kemudian, Tang Chisan mengantarkan Lei Tian kepada sebuah bangunan tempat tinggal yang cukup besar dan terlihat paling bagus di antara bangunan sekitarnya.


"Ini adalah tempat tinggal mu" ucap Tang Chisan kepada Lei Tian.


"Apakah kedua temanku juga akan tinggal di sini" tanya Lei Tian yang mempedulikan sahabatnya.


"Tidak.. Mereka berbeda denganmu, mereka akan tinggal di bangunan berbeda" ucap Tang Chisan sambil menunjuk ke arah dua bangunan yang tampak lebih kecil.


Kemudian Tang Chisan menyerahkan tiga buah kunci yang berbeda kepada Lei Tian dan dua orang sahabatnya.


"Kau tidak usah mengkhawatirkan kami, sudah bisa berada di sini saja kami sangat senang" ujar Yun Zixin.

__ADS_1


"Besok siang kalian bisa kembali ke tempat tadi, ada beberapa hal yang akan kalian dapatkan untuk dipelajari selama tinggal di tempat ini" ucap Tang Chisan.


"Terimakasih senior" ucap Lei Tian.


"Kamu tidak perlu sungkan, asal kau tahu saja status mu saat ini adalah sebagai murid langsung Penatua Song, segala tindakan yang kamu lakukan akan mencerminkan Aula pengembangan jiwa" ucap Tang Chisan memberi tahu.


"Baik, terimakasih senior" ucap Lei Tian dengan sopan.


"Baiklah jika begitu, kalian bisa beristirahat sekarang" ujar Tang Chisan sebelum meninggalkan Lei Tian dan sahabatnya.


"Kau sangat beruntung" ujar Yun Zixin kemudian.


"Sudahlah, sebaiknya kita lihat tempat tinggal kalian saja" ajak Lei Tian sambil berjalan ke arah tempat tinggal kedua sahabatnya yang baru.


"Sepertinya Sekte benar-benar memperhatikan para murid dalam" ucap Lei Tian sesaat mereka tiba di kediaman Yun Zixin yang baru.


Walaupun ia berstatus sebagai murid pembantu di Aula pengembangan bakat, ia memiliki tempat tinggal yang jauh lebih baik dari tempat tinggal sebelumnya di Paviliun murid luar.


"Kau benar, tempat ini jauh lebih layak daripada tempat kita sebelumnya" ucap Yun Zixin dengan ekspresi gembira.


"Aku akan bekerja keras untuk membalas segala kebaikan mu" ucap Shan Yuze kemudian.


"Hahaha.. Kalian tidak usah merasa terbebani. Kalian jalani saja dengan wajar dan tidak bermalas-malasan, sebab tidak selamanya aku juga bisa bersama kalian" ujar Lei Tian dengan santai.


Kemudian ia mengeluarkan bungkusan batu roh yang tadi ia dapatkan dari Penatua Song.


"Terimalah sebagai penunjang kalian berkultivasi, aku yakin untuk mencapai pendekar langit tidak akan sulit bagi kalian" ucap Lei Tian dengan tulus.


"Apakah ini tidak berlebihan" ucap Yun Zixin dengan tatapan terkejut.


Seumur hidupnya ini adalah pertama kalinya ia melihat tumpukan batu roh yang begitu banyak. Sebelumnya ketika menjadi murid Paviliun murid luar, ia hanya bisa mendapatkan sepuluh buah batu roh dan itu pun harus diserahkan kepada Tao Ming dan kelompoknya.


Kini setidaknya ada seribu batu roh di hadapannya, bagaimanapun hal ini adalah kejadian yang sangat langka di dalam hidupnya dan ditambah dengan energi alam di tempat ini, maka kemungkinan kenaikan tingkatnya akan menggila di masa depan.

__ADS_1


__ADS_2