Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Kejadian Tidak Terduga


__ADS_3

Klan Lei yang berada dibawah asuhan Lei Jun adalah yang paling merana, jadi wajar jika Lei Tian dianggap bagian dari kelompok yang sedang berada dalam kesusahan.


"Ha ha ha.. Saya suka dengan selera bercanda anda, meskipun saya baru berada di tempat ini namun saya masih bisa mengukur diri. Anda tidak seharusnya memandang seseorang dari sudut pandang sendiri, dunia ini begitu luas dan terlalu banyak hal yang tidak kita ketahui dengan mudah" ucap Lei Tian yang mulai menunjukkan sikapnya.


"Jika kau memiliki identitas dan bakat yang luar biasa tentu saja kau bebas berkata apapun, namun kamu hanyalah serpihan dari Klan Lei yang menjadi musuh banyak orang" ucap Liu Shuai dengan angkuh.


"Tidak masalah, dengan identitas yang aku miliki suatu saat Kota Chengdu hanyalah pijakan kecil di bawah kakiku" ucap Lei Tian dengan tatapan dingin.


"Ha ha ha .. Kau hanya pandai membual, jika tiba hari itu maka aku bersedia menikah dengan mu dan menuruti segala keinginan mu" ucap Liu Shuai sambil mencibir.


"Sayangnya di saat itu kau tidak memenuhi syarat untuk itu, bahkan menjadi budak pun kau tidak layak" jawab Lei Tian dengan nada yang sangat tenang.


"Dan satu hal lagi, untuk urusan pertunangan kita sebaiknya memang diakhiri. Saya sudah memikirkan hal ini sejak lama, namun demi menghormati mendiang ayahku hari ini saya datang menemui Patriark Liu" ucap Lei Tian sambil mengeluarkan gulungan yang berisikan perjanjian pertunangan mereka.


"Pelayan, tolong siapkan sebuah pena" pinta Lei Tian kepada seorang pelayan rumah makan.


"Mohon tunggu sebentar" jawab pelayan tersebut dengan sopan.


Liu Shuai dan Liu Shuwan saling tatap, mereka tidak menyangka jika sosok pemuda di depannya bisa dengan mudah bereaksi terhadap keadaan yang situasional.


"Rupanya kamu termasuk orang yang tahu diri" kata Liu Shuai menanggapi sikap Lei Tian.


Lei Tian hanya tersenyum sambil membuka gulungan yang berisi kontrak pernikahan, sambil membacanya tampak senyum kecil yang ditampilkan oleh Lei Tian.


"Ayah, maafkan aku yang tidak dapat memenuhi perjanjian ini. Aku tidak akan rela jika keturunan keluarga kita dilahirkan dari wanita seperti itu. Aku ingin sepertimu, memiliki istri seperti ibuku yang selalu setia di berbagai keadaan hingga ajal menjemputnya" gumam Lei Tian dalam hati.


"Tuan, ini alat tulisnya" ucap pelayan yang tadi.


"Terimakasih" ucap Lei Tian dengan ramah.

__ADS_1


"Apa yang akan kita putuskan hari ini semoga tidak ada penyesalan di kemudian hari. Apakah Nona ingin mengatakan sesuatu?" tanya Lei Tian memberikan kesempatan terakhir pada Liu Shuai.


"Lebih cepat lebih baik untuk diakhiri" ucap Liu Shuai dengan nada terburu-buru.


"Baiklah" jawab Lei Tian sambil menggores kata putus di atas perjanjian tersebut.


Liu Shuwan tampak terpesona dengan tulisan indah Lei Tian, bentuk tulisannya menyerupai karya kaligrafi yang sangat indah. Sementara Liu Shuai sedikit terkejut dengan ketegasan yang dimiliki oleh Lei Tian.


"Sekarang giliran anda" ucap Lei Tian sambil menyerahkan pena kepada Liu Shuai.


Meskipun ini yang diharapkannya namun entah mengapa ia seperti merasakan adanya tekanan yang sangat kuat. Bagaikan dihimpit oleh gunung yang besar, akhirnya ia menggoreskan kata perpisahan di atas gulungan tersebut.


"Sudah berakhir.. Secepatnya saya akan menjelaskan keadaan ini kepada Patriark Liu" ujar Lei Tian dengan wajah cerah.


Beban yang ia pikirkan selama dua tahun terakhir kini sudah lepas, Lei Tian akhirnya bisa dengan mudah mengakhiri hubungan pertunangan yang ia sendiri memang tidak menginginkannya.


"Baiklah karena kita sudah tidak ada urusan lagi maka aku akan pulang . Sepupu Shuwan tolong temani tamu ayahku untuk berkeliling, tapi berhati-hatilah orang sepertinya tidak akan bisa diandalkan" ucap Liu Shuai sambil mencibir.


Setelah berkata demikian, Liu Shuai segera bangkit dari tempat duduknya dan segera kembali menuju kediamannya. Sudah beberapa hari ia izin keluar dari Sekte dan ingin secepatnya ia kembali ke Sekte Pedang Emas untuk berlatih.


Sementara di kediaman Patriark Liu, tampak Lei Jun masih berbincang dengan hangat. Bagaikan keluarga, keduanya berbicara tanpa ada rasa canggung.


"Saudara Jun, bagaimana menurutmu tentang pertunangan antara Lei Tian dengan putriku" tanya Patriark Liu ditengah perbincangan.


"Kurasa mereka pasangan yang cocok, hanya saja aku belum tahu banyak karakter Tuan muda yang baru kali ini kami dipertemukan" jawab Lei Jun apa adanya.


"Apakah ia bercerita tentang keadaannya selama ini?" tanya Patriark Liu yang merupakan kultivator ranah Pendekar Langit.


"Dari aura yang ia pancarkan terlihat sangat tenang, beberapa kali aku mencoba mengukur kekuatannya seolah ada tebing gelap yang menghalanginya" ucap Lei Jun.

__ADS_1


"Jika berbicara kekuatan anak itu memang aneh, apa yang kau alami juga aku rasakan. Apakah ia pernah belajar di Sekte?" tanya Patriark Liu.


"Sepertinya demikian, sesaat sebelum berpisah dengan pengawal ayahnya ia sempat mengeluarkan sebuah belati yang sangat bagus untuk diberikan kepada Gong Dun" jawab Lei Jun.


"Tunggu... Sebelumnya ia juga mengatakan tinggal di Provinsi Jianxi, bukankah ia berasal dari Sekte Belati Merah?" tanya Patriark Liu memberikan analisanya.


"Mungkin bisa seperti itu, karena Tuan muda juga sempat mengatakan jika ia sudah menerima belati pemberian Patriark Fang Yuan" ujar Lei Jun dengan santai.


"Benarkah? Setahuku Patriark Fang Yuan adalah sosok yang misterius di dunia kultivator, ia jarang sekali muncul. Jika ia memberikan sesuatu kepada Lei Tian itu pertanda status anak tersebut tidak biasa" ucap Patriark Liu dengan tatapan berbinar.


"Ayah.. Aku pulang" ucap Liu Shuai yang baru saja memasuki ruang keluarga.


"Kenapa cepat sekali? Dimana Lei Tian?" tanya Patriark Liu kepada putrinya.


"Ia masih makan bersama Liu Shuwan" jawab Liu Shuai dengan enteng.


"Apakah kamu tidak khawatir calon suami mu diambil oleh sepupumu?" tanya Patriark Liu dengan ekspresi kecewa.


"Biarkan saja, aku tidak akan mempermasalahkannya lagi. Kebetulan hubungan kami juga sudah berakhir" jawab Liu Shuai dengan raut bahagia.


"Apa maksudmu?" tanya ayahnya dengan nada serius.


"Kami sudah sepakat mengakhiri kontrak pertunangan tersebut dengan menandatanganinya secara bersama di atas perjanjian yang ayah buat" jawab Liu Shuai dengan santai.


"Dasar bodoh, kau telah menyia-nyiakan kesempatan terbaikmu di dalam hidup" ucap Patriark Liu dengan emosi.


Lei Jun yang ikut mendengarkan percakapan tersebut menjadi kaget, ia tidak menduga jika kedatangan Lei Tian ke tempat ini untuk mengakhiri kontrak pernikahan yang sudah diatur sejak kecil.


Meskipun dibenarkan untuk pembatalan, namun Lei Jun tetap menyayangkan hubungan baik yang selama ini tercipta berakhir begitu saja. Kejadian tidak terduga ini jelas membuatnya terkejut, namun ia juga tidak bisa mengintervensi keputusan yang diambil oleh Lei Tian.

__ADS_1


"Tuan muda sepertinya memiliki wanita lain yang sudah ia cintai" gumam Lei Jun di dalam hatinya.


__ADS_2