Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Berjalan Bersama


__ADS_3

Tidak beberapa lama kemudian Kakek Akong dan juga Lei Tian terlihat mengobrol santai, sementara itu Putri Qin Qian juga berbicara cukup serius dengan Xue Meilin, hal ini berkaitan dengan peristiwa yang telah terjadi di Istana. Hingga akhirnya Lei Tian menghampiri Putri Qin Qian untuk menuju sumber air dan membersihkan diri sesuai rencana awal mereka.


"Qian'er dengan kemampuan mu berkultivasi, teknik apa yang ingin kau dalami" tanya Lei Tian saat keduanya dalam perjalanan.


Seperti seorang kekasih yang baru bertemu, keduanya mengabaikan kemampuan masing-masing. Seperti pasangan dewa dan Dewi yang turun dari langit, keduanya melangkah dengan indah dan membuat siapapun yang melihatnya akan iri.


"Aku akan mengikuti teknik warisan leluhur, sebagai bagian yang tidak terpisah dari Sekte Pedang Emas maka aku akan menjalani teknik berpedang. Gege aku sangat beruntung mengenalmu, meski dengan cara yang aneh tetapi pada akhirnya aku adalah wanita terbahagia di dunia" ucap Qin Qian dengan wajah berseri indah.


"Aku juga sangat beruntung bisa memiliki wanita seperti mu, selain sangat cantik kau juga membuatku nyaman. Entah mengapa selain dengan ibuku, aku tidak bisa mengatakan isi dunia kepada orang lain. Tapi denganmu di sisiku, dunia itu seolah berada di genggamanku" Lei Tian berkata dengan jujur, meski terdengar sedikit berlebihan.


"Gege... Pokoknya kau harus membuktikan semua ucapanmu kepada kakek Zu nanti" Qin Qian mengepal genggaman tangan Lei Tian bertambah erat, rasa cintanya kini sudah tumbuh untuk lelaki yang sudah membuka jalur bela dirinya tersebut.


Ketika tiba di sungai, mereka berdua tidak sungkan untuk mandi bersama. Meskipun masih ada rasa canggung diantara keduanya, namun mengingat kejadian semalam membuat keduanya hanya bisa saling tersenyum canggung. Keduanya saling menggosok punggung masing-masing, kehangatan cinta yang bersemi di hati keduanya membuat hari tak terasa berlalu dengan cepat.


Setelah selesai dan menggunakan pakaian yang rapi, keduanya melangkah dengan cepat diantara tanah dan bebatuan. Lei Tian memberitahukan sedikit pengetahuan dasar tentang teknik meringankan tubuh, serta cara menggunakan Qi yang baik dan benar. Dengan kekuatan tingkat pendekar dewa yang dimiliki oleh Qin Qian membuat hal tersebut menjadi lebih mudah.

__ADS_1


Xue Meilin yang melihat keakraban Putri Qin Qian dengan Lei Tian ikut merasakan bahagia. Putri Qin Qian adalah mahkota tersembunyi Kaisar Qin Lau, oleh karena itu merupakan suatu keberuntungan bagi seorang pria yang mendapatkan Putri Qin Qian.


Tetapi Xue Meilin juga tahu jika pria yang bersama dengan Putri Qin Qian adalah monster yang sangat menakutkan, dibalik tampang rupawan dan sikapnya yang sopan tersimpan kekuatan mengerikan yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Berita sebelumnya tentang pembantaian pasukan Kekaisaran Wei sangat berkesan, bahkan Pendekar Tingkat Dewa saja hanya mainan di depan pria yang kini bersama Putri Kaisar Qin tersebut.


Hanya saja Xue Meilin tidak tahu sejauh mana kemajuan kekuatan pemuda tersebut, di bawah asuhan Kakek Akong yang terlihat misterius pastinya kekuatan Lei Tian bukan lagi tandingan Jenderal Shio Mei.


"Tuan Putri, kau sungguh beruntung. Dengan bersama Lei Tian, kekejaman Shio Mei akan bisa dibalas dengan perbuatan yang setimpal" batin Xue Meilin, ia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan peruntungan di tempat ini.


"Lei Tian kemari lah" suara Akong terdengar memanggil, ada sesuatu yang ingin ia sampaikan secara khusus.


Dengan sikap yang penuh hormat Lei Tian menghampiri kakek Akong, sementara Qin Qian menunggu bersama Xue Meilin tidak jauh dari depan mulut Gua.


"Aku memberikanmu bocah sialan ini agar kelak kau tahu tentang kebenarannya di masa depan. Bocah ini adalah pewaris Sekte Belati Merah, jika ia tidak menjalankan tugasnya dengan baik maka jangan segan-segan kau memarahinya, jangan biarkan ia berkultivasi dengan percuma terhadap dirimu" ucap Akong dengan santai, namun terlihat jelas jika wajah Qin Qian memerah.


Putri Qin Qian juga jelas terkejut mendengar pernyataan Kakek Akong jika Lei Tian adalah penerus dirinya, yang itu berarti jika Lei Tian adalah Patriark dari Sekte tersebut.

__ADS_1


"Sebelum kau meninggalkan tempat ini, ada beberapa teknik yang sudah aku sempurnakan dan bisa digunakan oleh murid-murid Sekte. Selain itu selama kau di sini aku tidak memberikanmu teknik apapun, tapi anggap saja wanita yang kini bersamamu adalah hadiah yang bisa meningkatkan kultivasimu di masa depan" ucap Kakek Akong sambil tertawa kecil.


Dari dalam cincin penyimpanannya ia mengeluarkan beberapa gulungan yang dimaksud, selain itu terdapat satu kitab yang berbeda dari gulungan yang diberikan.


"Yang ini khusus untukmu, aku tak mau dibilang kejam olehmu di masa depan. Ini adalah teknik pengobatan dari segala jenis racun, ada juga formula untuk membuat ramuan yang khusus meningkatkan tenaga dalam serta membuat peremajaan kulit" Akong memberikan gulungan dan kitab tersebut sambil tersenyum, baginya Lei Tian adalah aset Sekte Belati Merah yang paling membanggakan.


"Satu hal lagi, jangan lupa sering-seringlah berkunjung ke tempat ini" pungkas Akong.


"Terimakasih Kakek, aku dan Qian'er akan mengunjungimu di lain kesempatan, selanjutnya kami pamit dan secara pribadi aku akan menjalankan seluruh pesan dari Kakek dengan sebaik mungkin"


Setelah semuanya dikira cukup mereka berpamitan, sebelum berjalan Lei Tian kembali menekan tingkat kultivasinya ke titik Pendekar Pemula. Kejadian ini sontak membuat Xue Meilin terkejut, namun ia tahu jika pemuda yang ia panggil tuan muda tersebut sangat menakutkan dan merupakan jenius yang memiliki jalan pemikiran yang berbeda dengan kebanyakan orang.


Informasi tentang Lei Tian banyak ia dapatkan dari orang-orang Sekte Belati Merah yang berada di Akademi Kekaisaran, kekaguman kawula muda terhadap Lei Tian sangat besar bahkan bisa dikatakan melebihi Jenderal Shio Mei.


"Bibi, sebaiknya kita segera menuju tempat Kakek Zu, aku ingin mengenalkan Tian Gege kepada kakek. Aku tidak mau selalu diusili kakek karena belum memiliki calon suami, sekarang aku akan menunjukkan kepada kakek jika pria yang aku pilih adalah orang yang terbaik" Qin Qian berkata dengan penuh kebanggaan, tetapi tatapannya penuh kemanjaan saat menatap Lei Tian.

__ADS_1


"Baik Tuan Putri, seharusnya kita berada pada jalur yang tidak jauh dari jalan utama. Hanya saja saat membawamu, aku sedikit tersesat karena tertarik mengikuti suara aliran air sungai untuk beristirahat" jawab Xue Meilin sedikit canggung, pemandangan di sekitarnya memang perbukitan terjal dan menakutkan.


Xue Meilin memang berkata apa adanya, kejadian saat dirinya sedang menyelamatkan diri begitu menegangkan dan membuat dirinya sangat panik. Jalan pintas menuju Gunung Chiwa tempat dimana Sekte Perisai Api berada memang tidak jauh dari tempat mereka berada, hanya saja saat itu dirinya berada di posisi hidup dan mati jadi tidak memikirkan hal yang berada di sekelilingnya.


__ADS_2