
Hari ini usia Lei Tian sudah dua puluh tahun lebih, ia juga sudah melewati waktu kultivasi tertutupnya sudah satu tahun lebih, pada saat ini ia juga mulai merasakan kekuatan yang sangat besar sudah tidak bisa ditahan lagi.
Di pagi hari yang sangat cerah, tiba-tiba langit biru berubah menjadi kelabu. Seluruh wilayah yang berada di dua kekaisaran merasakan gejala aneh yang tiba-tiba muncul tersebut. Akong yang berada di dekat Lei Tian merasakan perubahan alam tersebut hanya tersenyum, bibir tuanya terangkat dan berkata.
"Akhirnya seorang Pendekar Keabadian telah dilahirkan kembali"
Lei Tian yang kini menyadari kekuatannya sudah tidak terbendung segera membuka kedua matanya, tanpa menghiraukan keberadaan Kakek Akong ia segera bangkit dan keluar dari dalam Gua. Tubuhnya melayang ke udara, gaya gravitasi yang selama ini ia rasakan kini seperti ruang hampa. Tubuh Lei Tian melayang dengan aura kekuatan yang terus meletup-letup, langit yang telah berwarna kelabu kini berubah menjadi hitam seolah memendam kemarahan.
Dengan tubuh Lei Tian sebagai sumber inti utama, kekuatan langit tiba-tiba turun dengan petir menggelegar. Diiringi hujan deras dan angin yang berputar, suaranya sangat menakutkan, lebih menakutkan dari bencana badai yang pernah ada di Kota Chengdu saat terjadi pengkhianatan di Klan Lei.
Xue Meilin yang baru saja berkultivasi, tiba-tiba membuka kedua matanya dengan penuh ketakutan. Sebagai seorang kultivator ia juga dapat merasakan jika gejala alam yang muncul tiba-tiba ini adalah sesuatu yang diluar batas kewajaran. Dengan sigap ia membawa tubuh Putri Qin Qian yang masih tidak sadarkan diri tersebut, ada rasa keanehan yang kini mulai hinggap di dalam hati Xue Meilin.
Di bawah guyuran hujan deras serta kilat yang bersahutan ia berlindung sebisa mungkin, meskipun pakaian mereka berdua basah kuyup ia tidak gentar dan terus melindungi Putri Qin Qian.
"Putri.. Putri bangunlah" seru Xue Meilin sambil menggoyang-goyangkan tubuh Putri Qin Qian.
__ADS_1
Namun setelah beberapa kali gerakan, putri Qin Qian hanya mendesah pelan, wajahnya yang mulai pucat tersebut kini terlihat dengan jelas.
"Apa yang terjadi..? Jangan-jangan ada yang salah" Xue Meilin berpikir jika Putri Qin Qian sudah terkena racun, ia mulai memeriksanya dengan seksama.
Di bawah badai yang tengah mendera, wajah Xue Meilin sangat tertekan. Dua buah jarum rahasia ternyata sudah bersarang di dekat dada Putri Qin Qian yang seharusnya ia lindungi, ada rasa bersalah yang tidak tergambarkan di wajahnya.
"Chen Kun sialan, jika bertemu dengannya kembali maka aku akan membunuhnya berkali-kali" Xue Meilin tentu mengenal senjata yang merupakan milik Sekte Teratai Ungu tersebut, namun ia sedikit heran dengan kemampuan Putri Qin Qian yang masih bisa hidup hingga sekarang.
Seharusnya dengan daya racun yang kuat, tubuh Putri Qin Qian tidak akan bertahan lama apalagi ia tahu jika Putri kesayangan Kaisar Qin Lau tersebut tidak memiliki basis kultivasi. Kendati demikian Xue Meilin tetap saja dilanda kepanikan yang luar biasa, racun yang menyerang tubuh Putri Qin Qian semakin ganas menjalar.
Sebagai pendekar keabadian, mereka juga pernah menyebabkan kekacauan fenomena alam seperti ini, namun daya kekuatan kali ini mereka rasakan lebih besar dan lebih dahsyat.
"Apakah Akong sudah menembus Puncak Keabadian?" ucap Qin Zang kepada temannya.
Zu Kai, Hu Yitian dan juga Yang Mi tentu paham dengan apa yang dikatakan oleh Qin Zang. Sebelumnya Akong adalah bagian dari mereka dan memiliki kekuatan terkuat, satu tingkat di atas mereka yang masih berada di ranah Pendekar Keabadian tingkat menengah. Jika kini Akong berhasil meraih gelar Puncak Keabadian maka hal ini menandakan jika mereka bukanlah tandingan bagi Akong, bahkan jika seluruh pendekar keabadian digabungkan belum tentu bisa mengalahkan seseorang yang sudah berada di ranah Puncak Keabadian.
__ADS_1
"Sangat menakutkan, namun jika tingkat puncak sudah bangkit setidaknya akan ada petir kesengsaraan yang akan datang" ucap Zu Kai memberikan analisanya.
Seperti merespon ucapan Zu Kai, langit yang sudah berwarna kelam tersebut langsung menghadirkan kilatan petir berwarna emas. Di tengah gelapnya akibat cuaca ekstrim tersebut, petir tersebut turun ke arah tempat di mana Akong berada.
Keadaan seperti ini juga dapat dirasakan oleh Pendekar Keabadian di wilayah Kekaisaran lainnya, Wei Jun dan teman-temannya juga merasakan hal yang sama dengan Qin Zang dan yang lainnya.
Lei Tian yang kini masih melayang di atas udara, tubuhnya seperti menarik petir yang terus bersahutan dari atas langit. Entah sudah berapa kali tubuhnya dihantam petir namun masih tidak berpengaruh sama sekali, hingga beberapa petir berwarna emas datang dengan begitu dahsyat menghantam tubuh Lei Tian.
"Dhhuuaarr"
"Dhhuuaarr"
Naga Petir di dalam tubuh Lei Tian seperti mendapatkan suplemen yang sangat besar, lalu dengan ganas energi petir tersebut diserap dan dimurnikan kembali menjadi energi dahsyat ke dalam Dantian Lei Tian.
Berbarengan dengan suara petir yang terus menyambar, tubuh Lei Tian segera menyesuaikan dengan melakukan terobosan kekuatan sebanyak dua kali berturut-turut.
__ADS_1
Akong yang menyaksikan proses penerobosan yang dilakukan oleh Lei Tian hanya berdecak penuh kekaguman, hal ini dikarenakan proses yang dilalui Lei Tian sangat berbeda dengan proses penerobosan pendekar keabadian lainnya.