
Menyadari nama Lei Tian disebutkan wajah Khu Ching, Lin Bao dan Xiao Han kembali berseri. Sesuai dugaan mereka jika Lei Tian sudah bergerak dan memberikan kejutan.
Sama seperti tiga murid Sekte Belati Merah, wajah Tang Xilin dan tiga orang murid lainnya yang berasal dari Sekte Pedang Emas menjadi tercengang. Terutama Zhi Gong, ia malah menatap ke arah Khu Ching dan teman-temannya. Apa yang diceritakan oleh mereka kini terdengar langsung oleh pria paruh baya yang menggunakan pakaian militer tersebut.
Sementara Li Yifei yang merupakan murid jenius di generasinya sedikit mengernyitkan dahi, ia juga tentu tidak asing dengan nama Lei Tian yang baru saja disebutkan. Namun jika ia adalah bagian dari Akademi Kekaisaran bukankah ini hal yang sangat mengesankan? Tetapi Li Yifei bukan orang bodoh, sehingga ia bisa menarik kesimpulan sendiri jika Lei Tian yang dimaksud adalah orang yang sama yang tidak hadir dalam pertemuan dengan Kaisar Qin Lau.
"Kalian cepatlah memisahkan diri menjadi dua kelompok, serta siapkan senjata terbaik kalian. Kita harus segera menyusul pasukan elit lainnya yang sudah bergerak ke medan pertempuran" ucap Jenderal Shen Hua tanpa basa-basi.
Mereka yang sebelumnya sudah terbagi dalam dua kelompok perjalanan, dengan cepat menyesuaikan diri. Sambil mengeluarkan senjata mereka masing-masing, mereka segera melompat ke atas punggung kuda yang sudah disiapkan.
Di bawah pimpinan Jenderal Shen Hua mereka langsung bergerak ke wilayah musuh. Lima belas orang murid tersebut tidak lagi bisa menahan diri, meski sedikit terkejut namun mereka sudah mempersiapkan mental dari jauh-jauh hari untuk tiba di tempat ini.
Sementara itu di medan pertempuran utama, sudah tak terhitung jumlah nyawa prajurit Kekaisaran Wei yang berguguran. Sebagai pemegang kontribusi terbesar, Lei Tian masih bergerak dengan beringas. Baju putihnya sudah mulai berubah warna, percikan darah musuh-musuhnya telah mengubah warna pakaiannya menjadi kemerahan.
Pola gerakan Lei Tian yang sulit dilihat oleh musuh, menjadikannya seperti mesin pembunuh yang bergerak sangat menakutkan.
"Hah"
Tatapan para anggota pasukan elit lainnya terbelalak saat melihat gerakan tak terlihat Lei Tian. Meskipun diantara Meraka ada yang sudah memasuki ranah Dewa, namun sangat sulit mengukur kekuatan pemuda yang baru saja bergabung tersebut.
Jika dibandingkan maka setiap mereka membunuh seorang prajurit maka Lei Tian sudah menebas sepuluh orang prajurit, hal ini tentu saja membuat Shio Mei terkejut bukan main.
__ADS_1
"Kecepatannya sangat luar biasa hampir menyamai kemampuanku" ucap Shio Mei dengan rasa khawatir.
Sementara di pihak musuh juga terus memperhatikan sosok Lei Tian, selain Jenderal Shio Mei yang sudah terkenal kini Lei Tian dianggap kuda hitam yang sangat menakutkan.
"Sial!!.. Jika seperti ini terus maka kita akan kehabisan prajurit" umpat seorang Jenderal dari pihak Kekaisaran Wei.
Para prajurit Kekaisaran yang melihat aksi Lei Tian menjadi ketakutan, mereka yang semula berkelompok menghadapi Lei Tian segera berhamburan menghindari serangan ganas tersebut.
Hilangnya konsentrasi musuh dimanfaatkan dengan baik oleh anggota pasukan elit lainnya, kini kepercayaan diri mereka bangkit. Dengan adanya Lei Tian dan juga Shio Mei membuat ratusan ribu prajurit seperti tahu yang ditebas dengan mudah. Tubuh mereka terbelah dan meninggalkan jasad yang tidak utuh. Bahkan dengan kesadisan ayunan pedang Shio Mei hanya meninggalkan jejak garis darah di setiap lawan-lawannya.
Sementara itu di sisi Jenderal Kekaisaran Wei mulai merasa cemas, awalnya mereka mengerahkan prajurit untuk menguras tenaga pihak lawan, namun ganasnya kombinasi serangan Lei Tian dan juga Shio Mei telah mengacaukan rencana mereka.
"Siap Jenderal" jawab orang-orang itu dengan kompak.
Mereka adalah perwira tinggi yang memiliki kekuatan ranah dewa. Lima puluhan orang tersebut segera bergegas ke arah Lei Tian. Di bawah perintah Jenderal besar, mereka segera bergerak cepat untuk menghabisi Lei Tian.
Sama seperti Kekaisaran Qin, Kekaisaran Wei juga memiliki pasukan elit. Bahkan kekuatan mereka sudah merata di tingkat Pendekar Dewa, hal inilah yang mulanya menyebabkan keraguan di sisi Akademi Kekaisaran.
Di sekitar tubuh Lei Tian, suara siulan angin yang menyeramkan menyeruak dengan terpaan yang penuh tekanan. Kekuatan yang dikeluarkan oleh Lei Tian semakin ganas seiring berputarnya pedang spiritual di tangannya.
Lei Tian tidak menahan diri, menghadapi para prajurit yang hanya berada di tahap Pendekar Praja tersebut membuatnya leluasa membantai mereka. Meski begitu ia tidak mau lengah, ia harus memanfaatkan sekecil apapun kesempatan untuk menang.
__ADS_1
Setiap Lei Tian bergerak, mayat baru terus bergelimpangan ke tanah. Tumpukan mayat dan aliran darah telah menimbulkan bau amis yang tidak bisa ditutupi oleh hidung. Tidak ada kelelahan yang tampak di wajah Lei Tian, meskipun ia sudah melakukan banyak pembantaian dirinya justru semakin terlihat terbiasa, gerakannya semakin halus dan terasah.
Di hati prajurit pihak musuh hanya merasakan jika mereka sedang menunggu panggilan dari malaikat maut, jiwa mereka terkunci oleh perasaan ketakutan yang mendalam. Tubuh mereka hanya dijadikan sebagai bantalan dari para petinggi yang memerintahkan.
Sementara itu Mu Jiao yang menyadari adanya pergerakan musuh yang bergerak ke arah Lei Tian segera memusatkan perhatiannya.
"Gawat.. Kita harus segera membantu Lei Tian" seru Mu Jiao kepada kelompoknya.
Di tengah gempuran para prajurit, kini perhatian mereka harus teralihkan untuk membantu Lei Tian yang kini sedang diburu oleh sekelompok besar perwira tinggi pasukan Kekaisaran Wei.
Berbarengan dengan hal tersebut bala bantuan yang dipimpin oleh Jenderal Zhengzhou telah tiba, ratusan ribu pasukan pemukul telah siap memblokade area pertempuran. Dengan kedatangan prajurit tersebut membuat hati pasukan elit menjadi sedikit lega, walau bagaimanapun energi yang mereka keluarkan sebelumnya telah terkuras banyak.
Panglima pasukan kekaisaran Wei memicingkan matanya, kedatangan pasukan kekaisaran Qin membuatnya merasa khawatir. Setelah kehilangan lebih separuh jumlah pasukan kini ia hanya mengandalkan kemampuan perwira tingginya yang saat ini mulai mengepung Lei Tian.
"Aku tidak mengira jika Kekaisaran Qin memiliki Pendekar muda yang tangguh" ucap seorang perwira pasukan.
Lei Tian melirik dengan dingin, ia bisa merasakan kehadiran pendekar dewa yang sangat banyak.
"Oh kalian sudah tidak sabar ingin menjumpai ajal" ucap Lei Tian dengan tenang.
Sementara pada jarak tertentu ia juga bisa melihat pertarungan Mu Jiao dan kelompoknya yang berhadapan dengan perwira tinggi dari kekaisaran Wei. Namun Lei Tian sedikit aneh dengan sikap Jenderal Shio Mei yang tidak bergeming terhadap perubahan situasi. Seolah asyik dengan pertempurannya sendiri, Jenderal Shio Mei masih sibuk dengan pembantaian prajurit kelas rendahan. Dengan kedatangan pasukan pemukul yang di pimpin oleh Jenderal Zhengzhou seharusnya ia bisa beralih untuk membantu Lei Tian.
__ADS_1